Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen

Jakarta, NU Onilne. Islam Nusantara mempunyai karakter yang khas, yakni tidak homogen. Umat Islam mempraktikkan ajaran dalam bentuk yang berbeda-beda. Nilai-nilai Islam mewujud dalam bermacam-macam tradisi yang diamalkan dari waktu ke waktu.

“Jawa Tengah dan Jawa Timur saja berbeda. Apalagi sampai ke Kalimantan dan Sulawesi,” kata sejarawan pesantren Zainul Milal Bizawie dalam diskusi Islam Nusantara di kampus utama STAINU Jakarta di kawasan Matraman Jakarta Pusat, Jum’at (8/5). Diskusi rutin ini diikuti para dosen dan pimpinan STAINU Jakarta.

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen (Sumber Gambar : Nu Online)
Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen (Sumber Gambar : Nu Online)

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen

Menurutnya, tradisi keagamaan yang berbeda itu tidak perlu diseragamkan. “Kalau diseragamkan ya jadinya kayak Arab Saudi,” kata penulis buku “Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad” serta “Syekh Mutamakkin” itu.

PMII Cabang Tegal

STAINU Jakarta merupakan kampus yang pertama memelopori kajian Islam Nusantara. Dalam kesempatan itu, Milal mengingatkan, Islam Nusantara di STAINU bukan sekedar obyek penelitian. Sebaliknya, Islam Nusantara menjadi subyek atau semacam pisau analisa untuk mengamati dan menilai berbagai praktik keagamaan di luar.

PMII Cabang Tegal

Milal menambahkan, salah satu karakter Islam Nusantara dalam hal keilmuan seperti dipraktikkan di pesantren adalah prosesi pembaiatan. Ini berkaitan dengan sanad keilmuan dan pertanggungjawaban moral atas ilmu yang didapatkan.

Selain itu, Islam Nusantara mengenal konsep berkah atau barokah, dalam pengertian hubungan guru dan murid tidak berlangsung secara intelektual, tetapi juga spiritual. “Barokah inilah yang sekarang dihilangkan dari dunia akademis,” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Humor Islam, Pondok Pesantren PMII Cabang Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat

Bogor, PMII Cabang Tegal

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Majelis Ulama (MUI) Jawa Barat KH Hafidz Utsman mengakui adanya upaya-upaya pihak tertentu untuk memecahbelah umat Islam dan menciptakan instabilitas negara dengan memanfaatkan perbedaan pandangan agama dalam masyarakat.



KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat

"Aksi-aksi anarkis yang dilakukan masyarakat terhadap pengikut aliran sesat merupakan upaya provokasi pihak tertentu untuk mengganggu keamanan negara," katanya usai memberikan pengarahan dalam apel siaga Danramil di lingkup Korem 061/Suryakencana, Babinsa dan pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) se-Bogor, Sukabumi, dan Cianjur di Bogor, Kamis (27/12).

"Aksi-aksi semacam itu bukan hanya untuk memecahbelah umat Islam, tapi lebih jauh lagi untuk mengganggu keamanan negara dan menciptakan instabilitas," kata Kiai Hafidz Usman.

PMII Cabang Tegal

Namun, ia tidak menjelaskan lebih jauh kelompok yang menginginkan ketidakstabilan keamanan di Indonesia, apakah dari dalam atau luar negeri.

PMII Cabang Tegal

Terkait aksi perusakan terhadap masjid milik pengikut aliran Ahmadiyah, ia mengatakan, aksi semacam itu tidak boleh dilakukan. "Kita harus mengajak mereka (pengikut aliran Ahmadiyah) untuk kembali ke jalan yang benar dengan cara baik-baik," katanya.

Di hadapan ratusan anggota Danramil Suryakencana dan pengurus DKM, ia mengimbau para tokoh agama dan ustadz untuk menghargai perbedaan yang ada dan tidak serta merta mencap pengikut aliran yang dianggap menyimpang sebagai kafir.

Kiai Hafidz juga mengimbau masyarakat agar menyikapi munculnya aliran-aliran sesat secara proporsional dan menegaskan kembali bahwa warga tidak mempunyai wewenang untuk melakukan eksekusi hukum atas keberadaan aliran sesat tersebut. "Kita ini negara hukum, jadi aparat hukum yang berwenang menindak," katanya.

Ia memberikan contoh, di masa Nabi Muhammad SAW, penindakan atas aliran yang menyimpang dari ajaran Islam diambil setelah melalui proses pendekatan. Hukuman pancung barulah diambil setelah mereka tetap tidak mau mengikuti ajaran yang benar.

"Dalam kasus Ahmadiyah, MUI masih terus melakukan pembinaan terhadap para pengikut aliran tersebut, sementara proses hukum juga terus berjalan," katanya.

Seperti diberitakan, Masjid Al-Istiqomah milik jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pekan lalu dirusak sekelompok orang bercadar mirip "Ninja".

Seluruh kaca masjid berlantai dua tersebut hancur, sebagian genteng masjid pecah terkena lemparan batu. Perusakan disertai pembakaran itu juga menyebabkan sebagian dinding triplek pembatas ruang kelas dan seluruh rak buku pada ruangan terbakar.

Sebelumnya, aksi pengrusakan sejumlah rumah serta tempat ibadah milik pengikut Ahmadiyah juga terjadi di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (18/12).

Aksi itu, kemudian diikuti dengan penghancuran kaca jendela serta genteng tempat ibadah pengikut Ahmadiyah oleh sejumlah massa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/12) lalu. (ant/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon

Pamekasan, PMII Cabang Tegal. SMA Maarif 1 Pamekasan memiliki perhatian lebih terhadap aksi penghijauan kembali atau reboisasi. Hal itu sebagaimana tampak di Bumi Perkemahan SMA Maarif 1, Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, melalui kegiatan penanaman seribu pohon.

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon

Acara yang berlangsung Selasa (15/13) tersebut dihadiri DPRD Pamekasan, pejabat dari Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan, Dinas Pendidikan, Dishubkominfo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polsek Tlanakan, Ka Kwarcab, dan lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ajib Abdullah menegaskan, sangat bagus dan cukup representatif kegiatan dengan penanaman seribu pohon ini. Dulu, kata Ajib, Desa Terrak merupakan desa yang sangat gersang dan tandus, tapi masyarakat sekitar mampu mengubah menjadi Desa Terrak yang hijau dan produktif.

PMII Cabang Tegal

"Dan itu diakui masyarakat karena keberadaan SMA Maarif 1 mampu menggerakkan siswa dan masyarakatnya dengan melibatkan kegiatan kepramukaan," terang Ajib.

PMII Cabang Tegal

Abu Siri selaku ketua panitia kegiatan menyatakan berterima kasih kepada Pemkab Pamekasan melalui dinas-dinas terkait yang telah banyak membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

Ketua DPRD Halili mengatakan, setiap dirinya turun ke masyarakat selalu membawa dua sekolah, yakni SMA Maarif 1 dan SMK Putra Bangsa di Waru. Dua sekolah ini menjadi perhatiannya karena seluruh dewan guru dan muridnya mampu bekerjasama dan berprestasi.

"Tentu konsekuensinya dua sekolah ini punya beban yang tidak ringan, yakni dituntut untuk selalu berinovasi dan berprestasi," tandas Halili.

Acara yang diikuti 400 pelajar dan 300 undangan tersebut diakhiri dengan pelepasan siswa SMA Maarif 1 oleh Ketua DPRD Pamekasan Halilk untuk melanjutkan penanaman 1.000 pohon di sekitar kompleks sekolah dan di sekitar rumah-rumah warga. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, PonPes, Hikmah PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Meskipun secara formal, jumlah cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) lebih dari 300, tetapi harus diakui bahwa tak semua cabang tersebut benar-benar hidup dan mampu menjalankan aktifitasnya secara baik.

Untuk itu, Ketua Umum IPPNU periode 2009-2011 Margareth Aliyatul Maemunah menargetkan mampu membangun 1000 komisariat yang berada di sekolah dan pesantren dan struktur organisasi yang benar-benar hidup dan menjadi lahan pengkaderan yang baik.

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

“Masak dalam waktu 3 tahun ngak cukup, masak tak tercapai, yang penting ada keinginan bareng untuk mendirikan komisariat bersama-sama. Tak hanya ada struktur di pusat atau wilayah saja,” katanya, Kamis.

PMII Cabang Tegal

IPPNU saat ini masih dalam tahap transformasi dari organisasi Pemuda menjadi organisasi pelajar. Hal ini juga berpengaruh terhadap keberadaan struktur paling bawah yang dulu ranting, yang berbasis di desa menjadi komisariat yang berbasis di sekolah dan pesantren.

PMII Cabang Tegal

"Sekarang juga masih menjadi perdebatan apakah akan menghapus struktur ranting karena perubahan IPPNU menjadi organisasi pelajar sehingga basisnya harus di sekolah," katanya.

Evaluasi terhadap program 1000 komisariat ini menjadi salah satu agenda Rapimnas yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, salah satu strategi untuk mengembangkan organisasi sampai tingkatan basis yang dilakukannya adalah memperkuat komunikasi dan jejaring sehingga bisa setiap fihak dapat menceritakan kiat sukses atau memberi solusi untuk menutupi kelemahan yang lain.

Dikatakannya, mengajak berorganisasi remaja sekarang cukup sulit karena kecenderungan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan atau ke mall, apalagi harus keluar duit. "Mereka yang mau berorganisasi harus benar-benar ikhlas atau memiliki latar belakang keluarga yang mendidiknya untuk aktif di NU sejak kecil," paparnya.

Beragam Minat

Ia menambahkan, para kader IPPNU juga memiliki keragaman minat, mulai dari kepanduan, pecinta alam, jurnalistik, konseling Palang Merah Remaja (PMR) dan lainnya. Ia juga berusaha menyalurkan kader-kader tersebut sesuai dengan bidang yang diminatinya.

Seringkali, terdapat pilihan berat yang harus ditempuh, ketika menyalurkan seorang kader pada bidang tertentu, waktu yang mampu diberikan pada organisasi menjadi semakin berkurang.

“Saya memikirkan arah teman-teman ke mana, rata-rata pengurus kalau di tingkatan pusat kan guru, terserah, mereka mau masuk ke birokrasi atau apa, tergantung orangnya,” paparnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Hikmah, Berita PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Blitar, PMII Cabang Tegal. Yayasan Budi Luhur Sejati milik Ranting NU Bakung Udanawu, Blitar, Jawa Timur menyantuni anak-anak yatim piatu Rp 2 juta, buku tulis, dan pakaian. Santunan diiringi nyanyian syair? Abu Nawas....

Duh pengeran kulo sanes ahli suwargo. Namung kulo mbeten kiat panas genine neroko...."

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Ketua Yayasan Budi Luhur Sejati M. Juremi mengatakan, tahun ini jumlah NU menyantuni 36 anak. Masing-masing anak dapat Rp 2 juta, paket buku dan baju.

“Uang didapat dari para donatur dan hasil komplongan saat Pawai Ta’aruf? lalu. Semua bisa terkumpul Rp 72 juta dan bisa dibagi masing-masing anak Rp 2 Juta tadi,’’ katanya di sela santunan pada Selasa malam (18/10) di halaman MTs Ma’arif Udanawu, Blitar.

PMII Cabang Tegal

Ia mengapresiasi masyarakat Desa Bakung dan sekitarnya, khususnya warga nahdliyin dan nahdliyat yang berpartisipasi aktif dalam menundukung santunan tahun ini.

PMII Cabang Tegal

”Dukungan masyarakat? sangat besar, khususnya warga NU. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih,’’ katanya.

Ia jelaskan, dari tahun ke tahun jumlah santunan terus meningkat. Dalam santunan kali keempat ini baik dana santunan dan yang disantuni bertambah. Tahun 2015 lalu ada 30 anak dan tahun 2016 ada 36 anak.

“Hingga kini NU belum memiliki panti. Insyaallah kita menargetkan tahun 2017, NU Bakung Udanawu sudah punya panti asuhan,’’ tandasnya.

Ikut hadir pada santunan itu, Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat. Rais Syuriyah MWCNU UdanawuKH Abdul Muhid, KH Syaikuddin Rohman dan seluruh pimpinan banom dan lembaga? NU.

Pada kesempatan itu ditampilkan juga Qori’Nasional Ustadz Moh. Basthomi dan grup rebana dari Pesantren Al-Ma’arif? Udanawu Blitar.

Sebelumnya, dibagikan tropi juara para pemenang lomba pawai ta’ruf yang diselenggarakan beberapa hari lalu. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Anti Hoax, Khutbah PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal - Hamil adalah suatu hal yang perlu dipersiapkan. Tiga bulan sebelum kehamilan, seorang ibu hamil harus mengkonsumsi asam folat, nutrisinya juga harus terpenuhi. Hal itu diungkapkan dokter spesialis kandungan, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Raz Fides Umi, kepada PMII Cabang Tegal di sela-sela seminar Awal Kehidupan Terbaik untuk Masa Depan Si Kecil di ruang pertemuan RSI Siti Hajar jalan Raden Patah, Sidoarjo, Sabtu (11/3).

"Awal kehidupan terbaik untuk masa depan si kecil ialah proses kehamilan dimulai sebelum kehamilan maupun setelah kehamilan. Seribu hari pertama merupakan hari pertama kehidupan dan hal paling penting terdapat 27 hari di saat kehamilan, 730 hari di saat setelah bayi itu dilahirkan," kata dr Umi.

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini

Menurutnya, stimulasi sangat penting untuk mempersiapkan awal kehamilan. Pasalnya, saat ibu hamil diperlukan mengkonsumsi asam folat, nutrisi yang baik dan stimulasi, sehingga akan membuat tumbuh generasi yang optimal.

Lebih lanjut Umi menegaskan, setiap jam, harus ada gerakan dalam perut. Kalau tidak ada gerakan, seorang ibu harus merangsangnya dengan memberikan musik di perut supaya bayinya bisa terangsang. Jika sudah melakukan hal itu, namun tidak ada gerakan sama sekali, harus diperiksakan ke dokter. Karena dalam setiap jam harus ada gerakan dari si bayi.

PMII Cabang Tegal

"Dengan melakukan stimulasi dapat membentuk perkembangan otak yang optimal. Dan pada saat setelah melahirkan, pada usia 2 tahun? seorang ibu harus memberikan nutrisi yang optimal. Sebab, ibu yang pintar akan menghasilkan anak yang pintar, bukan karena bapaknya, tapi yang berpengaruh adalah ibunya," tegasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, News PMII Cabang Tegal

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah siap membahas persoalan pilitik dalam Bahsul Masail di acara Munas & Konbes NU di Kempek Cirebon.?

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah

Rais Syuriyah PWNU Jateng melalui Katib Syuriyah, KH Ubaidullah Sodaqoh ketika ditemui di lokasi Munas menjelamg acara pembukaan menyatakan, PWNU Jateng telah menyiapkan materi fiqhiyyah untuk membahas soal pemilihan umum, money politik, suap dan juga penentuan harga gabah oleh pemerintah.

"Kami siap membahas persoalan politik dan pemerintahan. Isu Pemilu san money politik akan kami bahas serius," ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen Tlogosari Kota Semarang ini, Sabtu (15/9).

PMII Cabang Tegal

Kiai Ubed (panggilan akrab katib syuriyah ini), menguraikan, pemilihan umum yang termasuk pemilihan presiden dan kepala daerah haruslah diselenggarakan untuk dan demi kemaslahatan umat. Apabila membawa mafsadat, maka harus ditinjau ulang sistem dan tata cara pemilihannya.?

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, salah satu pasal yang patut dibahas adalah sistem pemilihan langsung atau pemilihan perwakilan. Ahli fiqih ini mengatakan, NU telah mendapat masukan berbagai pihak agar meninjau ulang sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. ?

Di dalam sejarah Islam, sambung dia, hanya dikenal pemilihan model perwakilan. Itupun hanya berlaku untuk imam (pemimpin) tertinggi dalam negara. Yakni pengangkatan para khalifah yang terkenal sebagai khulafaur rosyidin.?

Adapun pemilihan kepala daerah, yakni gubernur, bupati/walikota, dalam masa khalifah ditunjuk oleh imam. Bukan dipilih langsung oleh rakyat.?

"Dari sejarah khalifah bisa diambil rumusan fiqih bahwa kepala daerah ditunjuk oleh imam atau sulthon. Dalam ranah Indonesia ya oleh presiden," sambung dia.

Sistem Perwakilan

Selain dasar fiqih tersebut, tambah adik kandung KH Haris Sodaqoh ini, faktor maslahat perlu jadi pertimbangan untuk meninjau ulang model Pilkada langsung. Jika melalui politik uang dengan membeli suara rakyat serta menjadi penyebab suburnya korupsi sebagai akibat dari modal pencalonan yang mahal, maka patut diganti sistem perwakilan atau bahkan penunjukan oleh presiden.

"Pilkada langsung jika membawa kerusakan, ada politik uang dan menimbulkan korupsi, bisa saja diganti sistem perwakilan atau bahkan penunjukan langsung," imbuhnya.

Adapun jika memakai sistem perwakilan, sebagaimana dulu pernah dilaksanakan, harus benar-benar melalui proses yang benar. Para pemilihnya adalah ahlul halli wal aqdi. Bukan orang fasiq.? ?

Maka menurutnya, tanggung jawab semua warga negara adalah memilih orang yang baik dan adil untuk menjadi anggota dewan sebagai wakil rakyat.

"Syarat pemilih sebagai perwakilan rakyat adalah orang yg ahlul halli wal aqdi, tegasnya.

Mengutip qoul Imam Ghozali, Ubed menukilkan, kerusakan umaro karena kerusakan ulama, dan kerusakan ulama karena hubbud dun-ya (kecintaan pada harta benda).

Ulama dalam definisi Al-Ghozali, menurut tafsirannya, adalah DPR/DPRD. Sebab fungsi ulama di zaman Al-Ghozali hidup adalah sebagai dean penasehat dan pertimbangan Sulthon. Juga sebagai pengawas pemerintahan.?

"Di zaman Imam Ghozali belum ada trias politica. Jadi ulama yang beliau katakan dalam konteks sekarang adalah DPR/DPRD. Jadi kita harus memilih anggota parlemen yang tidak serakah harta. Tentu tidak yang koruptor, tandas Ubed.

Harga Gabah Harus Menguntungkan Petani

Lebih lanjut Kiai yang senang berdiskusi di dunia maya ini menyebutkan, pihaknya akan mengawal Bahsul Masail tema ekonomi dan pemerintahan Diantaranya terkait penentuan harga gabah oleh pemerintah.

Dia jelaskan, pemerintah secara umum wajib menjamin kesejahteraan rakyat. Perlindungan kepada petani dan pengaturan perdagangan adalah bagian tanggung jawab pemerintah.

Jika pemerintah ingin mengatur harga gabah, harus yang menguntungkan petani. Bulog sebagai lembaga yang melaksanakan pembelian serta pedagang swasta perlu diatur agar membeli gabah petani dengan harga yang layak. Tidak boleh seperti selama ini. Jika petani panen harganya murah, tapi kala musim tanam harga bibit mahal sekali. Ditambah beban harga pupuk yang sering tidak terkendali.?

Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Olahraga PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Lembaga Bantuan Hukum Ansor berhasil lolos verifikasi dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nilai akreditsi A.?

Berdasarkan rilis yang dilakukan BPHN dalam webnya www.bphn.go.id, untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, LBH Ansor merupakan satu-satunya LBH yang lolos verifikasi dengan akreditasi A, disusul LKBH UII dengan nilai B dan selainnya dinilai C.?

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A

Pengumuman yang langsung ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin juga memberikan catatan yakni bagi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan yang dinyatakan lulus, diharapkan segera mengajukan proposal bantuan hukum kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI paling lambat tanggal 7 Juni 2013.?

Format Proposal dapat diunduh di www.bphn.go.id. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021-8091908. Serta bagi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan yang dinyatakan lulus dan belum berbentuk Badan Hukum, diharapkan segera untuk mengajukan pengesahan Badan Hukum kepada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM RI dengan melampirkan salinan akta yang dilegalisir paling lambat 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal 1 Juni 2013.

PMII Cabang Tegal

Menurut Direktur LBH Ansor DIY Agus Suprianto, ? lolosnya verifikasi dengan nilai A ini merupakan jerih payah sahabat-sahabat pengurus LBH Ansor DIY yang dengan perjuangan panjang dapat memberikan layanan hukum terbaik bagi masyarakat tanpa membedakan agama suku dan status sosial. Di LBH Ansor DIY tercatat ada lebih dari 10 advokat, 32 paralegal dan sejak tahun 2010 hingga 2012 telah memberikan bantuan hukum kepada masyarakat sebanyak 1827 perkara, baik berupa konsultasi hukum, pendampingan non litigasi maupun litigasi di pengadilan.

PMII Cabang Tegal

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Hikmah PMII Cabang Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

Bogor, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bogor mengelar acara santunan kepada anak yatim di Pesantren Sunanul Huda, Kecamatan Lewiliang, Bogor, Jawa Barat, Ahad (5/7). Kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin Muslimat NU Bogor.

“Kegiatan ini kami lakukan rutin hampir setiap bulan di kediaman ayah kami dan kami merasa senang bisa berbagi dengan sesama. Kami mengundang hampir 400 anak yatim di setiap kegiatan,” kata Ketua PC Muslimat NU Bogor Nita Sari.

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

Nita berharap kegiatan ini bisa juga dilaksanakan oleh setiap Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU yang ada di Kabupaten Bogor. Pihaknya mengajak kepada masyarakat Muslim di bulan yang penuh rahmat ini untuk selalu ingat dengan mereka yang kurang beruntung.

PMII Cabang Tegal

Program yang digagas H Sasmita, ayah kandung Nita Sari, ini dinilai cukup meringankan beban mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Kegiatan digelar di kediaman H Sasmita di Pesantren Sunanul Huda.

PMII Cabang Tegal

Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Bogor Lukmanul Hakim yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, selaku pengusaha ia mendorong agar kegiatan mencintai anak yatim ini tidak hanya berlangsung di bulan Ramadhan dan bersifat ceremonial belaka. Tetapi, lebih mengarah kepada jangka panjang misalnya melalui beasiswa atau yang lainya.

Selain ketua HPN Bogor, hadir pula Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nu (IPNU), tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah setempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Hikmah, Olahraga PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menegaskan, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo harus bisa mencetak lulusan yang kreatif dan inovatif. Pasalnya, di era modern saat ini persaingan usaha berada di industri kreatif.

?

"Banyak perusahaan besar yang karyawannya ribuan bangkrut gara-gara kurang kreatif. Sehingga kalah bersaing dengan perusahaan baru yang berbasis aplikasi," kata salah satu Ketua PBNU ini, saat menghadiri acara Masa Orientasi Mahasiswa Baru UNU Sidoarjo, Rabu (24/8).

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif

?

Masa Orientasi Mahasiswa Baru UNU Sidoarjo (OSMABUNDA) ini dilaksanakan selama tiga hari di Hall Rahmatul Ummah Annahdliyah UNU Sidoarjo, Jawa Timur dan diikuti sekitar 320 mahasiswa baru.

?

PMII Cabang Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul sapaan akrab Wakil Gubernur Jatim juga membuka acara sekaligus memberikan beasiswa kepada dua orang mahasiswa, yakni Muchammad Lailul Romadhon dan Febriyanti Riyuan Ariyani.

?

PMII Cabang Tegal

"Hal pertama yang harus dilakukan oleh mahasiswa baru adalah bersyukur. Pasalnya, ada ratusan ribu lulusan SMA sederajat yang tidak bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi. Karena bisa kuliah merupakan kesempatan yang sangat berharga dan mahal," katanya.

?

Di tempat yang sama, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah akan mendorong pembangunan gedung baru UNU Sidoarjo. Pasalnya, setiap tahunnya jumlah mahasiswa UNU terus bertambah.

?

"Ngomongnya sama saya, berarti saya diingatkan, gekno ndang cepet-cepet iki kantore entek (cepat bangunkan kampus, karena kampus lama tidak mencukupi)," tutur Syaiful Ilah sambil tertawa.

?

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf, Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo ? Sulamul Hadi Nurmawan serta Ketua PCNU Sidoarjo, KH Abdi Manaf. (Moh Kholidun/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Kajian Sunnah, Daerah PMII Cabang Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut

Mataram, PMII Cabang Tegal 

Rais Syuriyah PWNU Nusa Tenggara Barat pertama TGH Shaleh Hambali (Tuan Guru Bengkel) pernah mengatakan kepada santri-santrinya, kalau kamu masuk NU, kamu bisa melewati laut. 

Menurut penulis buku Pemikiran Islam Lokal TGH Shaleh Hambali Bengkel Adi Fadli, saksi hidup pernyataan itu adalah salah seorang santrinya, yang saat ini pengasuh pondok pesantren Qommarul Huda dan menjadi salah seorang Mustasyar PBNU Tuan Guru Bagu atau TGH Turmudzi Badarudin.

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut

Menurut Adi, penjelasan dari kalimat Tuan Guru bengkel itu adalah jika seseorang mengikuti ormas NU, maka pandangannya, wawasannya nanti lebih luas. 

“Kalau masuk organisasi lokal, ya cuma di sini,” katanya di UNU NTB, Mataram, Kamis (23/11).  

PMII Cabang Tegal

Karena, lanjut Katib Syuriyah PWNU NTB itu, jam’iyyah NU itu besar, tidak lokal. Jadi, anggota atau pengurus NU, akan bermanfaat secara luas, secara nasional, karena terhubung dengan anggota dan pengurus NU di seluruh daerah di Indonesia. Bahkan dunia, sebab hari ini NU memiliki kepengurusan di puluhan negara. 

“Di situlah kontribusi nasionalnya,” kata dosen UNU NTB itu.

Karena aktif di NU, Tuan Guru Bengkel bertemu dengan kiai-kiai Jawa, misalnya KH Wahab Hasbullah, Saifuddin Zuhri, Idham Chalid, bahkan tokoh tentara AH Nasution. 

Tokoh-tokoh NU itu, menurut Adi, bahkan yang datang ke Bengkel. Kiai Wahab Hasbullah pernah menginap selama seminggu. 

PMII Cabang Tegal

"Mereka datang sendiri, dan bukan sehari mereka datang, nginep, mingguan. Itu penuturan dari Tuan Guru Bagu. KH Wahab Hasbullah seminggu di Bengkel.

Bahkan, menurut Ketua PWNU NTB TGH Taqiuddin Mansur, ayahnya Gus Mus (KH Bisri Mustofa) pernah tinggal selama sebulan di Tuan Guru Bengkel. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Hikmah, Kajian PMII Cabang Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Upaya tim kesehatan untuk mensukseskan muktamar tampaknya cukup berhasil. Selama muktamar berlangsung terdapat lebih dari 1600 muktamirin yang memeriksakan dirinya di posko kesehatan disamping berbagai kegiatan lainnya yang juga berjalan sukses.

“Paling tinggi saat hari pertama yang mencapai 300 orang yang memeriksakan diri dan hari terakhir yang mencapai 500 orang,” ngkap Ketua Tim Kesehatan Dr. Bina Suhendra, Selasa.

Secara umum, penyakit yang diderita hanya penyakit ringan seperti diare, demam, batuk. Terdapat satu penyakit yang agak berat, yaitu ada peserta yang mengalami kelainan jiwa, yang memang sudah terdapat gejalanya ketika berangkat. Ia masuk rumah sakit selama dua hari dan selanjutnya diambil oleh keluarganya. Terdapat juga diantara peserta yang mengalami gejala typus, tetapi tidak serius.

Selain itu, terdapat juga satu panggilan on call atau panggilan ke tempat penginapan peserta yang mengalami sakit. “Kami juga menangani satu korban dari pesawat Lion Air yang jatuh. Korban tersebut ditemukan oleh Banser kemudian diajak ke posko kesehatan,” tandas Bina Suhendra.

Sesepuh NU yang juga merupakan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim juga sempat dijenguk oleh tim kesehatan di rumah sakit karena dikabarkan terkena serangan jantung. Namun ketika diperiksa, bukan sakit jantung, cuma akibat dari sakit jantung.

Beberapa kegiatan sosial bidang kesehatan juga telah dilaksanakan. Diantaranya adalah khitanan massal yang melibatkan 80 anak di kantor PCNU Solo.

Program lainnya adalah operasi katarak yang mengoperasi 30 pasien. Terdapat dua orang pasien yang tidak jadi dioperasi karena tekanan darah tinggi sehingga membahayakan jika dipaksakan. “Operasi ini merupakan hasil kerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jateng serta Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis),” tambahnya.

Masyarakat sekitar Asrama Haji Donohudan juga tak dilupakan dalam rangkaian bakti sosial tersebut. Pada tanggal 26 juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penduduk sekitar asrama haji dengan jumlah pasien 80 orang.

Berbagai demonstrasi yang terjadi selama muktamar juga sudah diantisipasi oleh tim kesehatan karena memang dalam kondisi tersebut, rawan terjadinya kekerasan,. Selama muktamar, juga terdapat peserta yang luka akibat benturan waktu dorong-dorongan. Namun tidak serius dan mendapat 2 jahitan.

Tim kesehatan juga membuka klinik selama 24 jam dengan 2 ambulan bantuan dari 2 RSUD Dr. Mawardi dan RSI Yarsis. Terdapat dua orang perawat dan dokter yang siap siaga sepanjang waktu disamping dokter-dokter dari PBNU yang mensupervisi.

Untuk obat-obatan yang diperoleh, tim kesehatan memperoleh sumbangan dari PT Indofarma, Kimia Farma sedangkan alat kesehatan diperoleh dari Terumo untuk pemeriksaan gula darah dan alat testometer dari PT Rajawali Nusindo. “Namun kami juga membeli obat-obatan yang memang tidak disediakan oleh perusahaan tersebut,” tandasnya.

Kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi di Solo juga tak lupa dari perhatiannya tim kesehatan muktamar NU. Untuk itu, diadakan donor darah untuk menyumbang kebutuhan darah yang sangat besar waktu itu. Pada acara tersebut, dihasilkan 37 kantong darah.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Hikmah, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Menjawab Salam dari Televisi

Mengenai hal ini ada keterangan lanjutan yang berhubungan dengan? musallam alaih? yaitu pihak yang diberi salam. Apabila yang diberi salam adalah satu orang maka orang itu? fardhu ain? menjawabnya. Tetapi jika salam itu ditujukan orang banyak atau publik maka menjawabnya hukumnya fardhu kifayah.

Berucap salam bagi sesama muslim bukanlah sekedar basa-basi. Bukanpula sekedar pemanis pergaulan semisal sopan santun. Tetapi lebih dari itu, karena dalam salam terkandung hikmah dan do’a. Dalam hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan Abdullah ibn Amr ra. Berliau pernah bersabda ketika menjawab pertanyaan seseorang mengenai macam amal yang terbaik, beliau menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Menjawab Salam dari Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Salam dari Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Salam dari Televisi

Berikanlah makanan dan ucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadits lain beliau juga bersabda “wahai manusia, ucapkanlah salam, berilah makanan, sambunglah ikatan kekerabatan (silaturrahim) dan shalatlah ketika orang-orang sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan selamat.

Dari keterangan di atas ulama bersepakat bahwa mengucap salam hukumnya adalah sunnah, tetapi menjawab salab hukumnya wajib. Meski demikian mengucap salam tetap lebih afdhal dibandingkan dengan menjawab salam. Meskipun komitmen hukumnya lebih tinggi menjawab salam sebagai ? sebuah kewajiban.

Kasus seperti ini merupakan pengecualian (mustastsnayat) dari qaidah fiqhiyyah yang menyatakan bahwa perkara wajib lebih utama dari pada perkara sunnah. Pantas saja, mengingat jawaban salam ada karena ada orang yang mengucapkan.

PMII Cabang Tegal

Nah permasalahnnya kemudian bagaimanakah hukumnya menjawab salam yang dilontarkan dari dalam televisi, wajibkah di jawab? Mengenai hal ini ada keterangan lanjutan yang berhubungan dengan musallam alaih yaitu pihak yang diberi salam. Apabila yang diberi salam adalah satu orang maka orang itu fardhu ain menjawabnya. Tetapi jika salam itu ditujukan orang banyak atau publik maka menjawabnya hukumnya fardhu kifayah. Artinya sudah gugur kewajiban membalas salam apabila ada salah satu dari pemirsa yang menjawab. Tetapi jika tidak ada yang menjawab satupun semua pemirsa menanggung dosa.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Hikmah PMII Cabang Tegal

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik

Pacitan, PMII Cabang Tegal. Salah satu pesantren kenamaan di Kota 1001 Goa Pacitan, Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan Jawa Timur, Sabtu-Ahad (24-25/05) menggelar Festival Rebana Klasik 2014 se-Kab. Pacitan. 

Acara tersebut diadakan dalam rangka Peluncuran Album Perdana Jamaah Pengajian Seni Sangar Jubah. Tidak kurang dari 32 Grup Rebana Klasik dari berbagai Pesantren, Sekolah, Jamaah Pengajian dan Masyarakat umum dari Wilayah Kabupaten Pacitan turut ambil bagian dalam festival ini

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik

Festival Rebana dibuka langsung oleh Pimpinan Pesantren Al Fattah Kikil. KH. Burhanuddin HB dengan ditandai pemukulan salah satu rebana. Pada festival kali ini peserta merebutkan Trofi Piala Bupati Pacitan.

PMII Cabang Tegal

Oleh panitia, Peserta diberi waktu 15 menit untuk  menampilkan satu lagu wajib yakni Busro Lanaa selebihnya peserta lomba menampilkan lagu sholawat sesaui kreasinya. aspek penilaian dalam Festival ini yakni pada bidang olah vokal, instrument dan penampilan.

PMII Cabang Tegal

Keluar sebagi juara pada Festival Rebana Klasik 2014 Se-Kab Pacitan adalah, Juara I diraih oleh grup Rebana Al Faza dari Jatimalang Arjosari, Juara II Grup Rebana Dari Bunderan Tanjungsari dan Juara II diraih oleh Grup Nurul Hidayah dari Ploso Pacitan. para pemenag berhak menerima hadiah Trofi, Piagam penghargaan serta uang pembinaan. 

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Pimpinan Hammam Fathullah meluncurkan album perdana, pada album tersebut berisikan 8 komposisi lagu, dengan mengangkat tema kolaborasi musik tradisional kepesantrenan, Jazz, Dangdut, Gambus dan Rock.

“Kesenian rebana merupakan salah satu kesenian bernafaskan islam, keberdaanya sangat melekat pada pola kehidupan masyarakat pantai selatan mulai dari pedesaan hingga perkotaan,” demikian rilis pers dari panitia seperti yang dikutip dari laman Resmi pesantren Al Fattah. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Kajian PMII Cabang Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah

Jombang, PMII Cabang Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menganggap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sedang dirintis pemerintah cukup ditangani satu badan negara, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Pembentukan BPJS Syariah yang diusulkan pihak MUI, tidak dibutuhkan mengingat secara prinsip tidak berbeda dari BPJS Kesehatan yang ada. Kalau pun dihadirkan, maka beban pemerintah semakin berat.

Forum bahtsul masail pra muktamar NU yang diselenggarakan PBNU di pesantren Krapyak Yogyakarta pada 28 Maret 2015, tidak menemukan masalah secara Fiqih dalam program BPJS Kesehatan yang tengah berjalan. Forum yang dihadiri para kiai dari pelbagai daerah di tanah air itu memandang BPJS Kesehatan sudah sesuai syariah Islam.

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah

Pemimpin sidang bahtsul masail pra muktamar NU soal BPJS Kesehatan KH Syafrudin Syarif menilai bahwa prinsip kerja program BPJS Kesehatan secara substansi itu sudah sangat Islami. Kekurangan dalam soal-soal teknis, menurutnya, cukup disempurnakan dan dikembangkan.

PMII Cabang Tegal

“Tidak usah menyebut ‘syariah’ karena bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang majemuk. Tidak semuanya orang Islam. Sehingga nanti yang ikut BPJS tidak hanya orang Islam. Jadi ketika orang Islam sakit, non-muslim bisa membantu orang Islam,” kata Katib Syuriyah PWNU Jatim kepada PMII Cabang Tegal usai sidang pleno Muktamar Ke-33 NU di alun-alun Jombang, Ahad (2/8) petang.

PMII Cabang Tegal

Prinsip kerja at-ta’min at-ta’awuni (jaminan bersifat saling bantu) tidak mempermasalahkan agama, keyakinan, atau suku. “Ketika ada orang kecelakaan lalu lintas di tengah-tengah kita, apakah kita tanya dulu, ini orang Islam atau bukan? Nanti kalau non-muslim tidak kita tolong? Tidak begitu ajaran Nabi Muhammad SAW. Siapapun manusia yang membutuhkkan pertolongan, kita tolong,” kata Kiai Syafrudin.

Menurut Kiai Syafrudin, BPJS sudah baik. Pemerintah ini ingin menolong masyarakat. Jadi ? sebagian warga yang tidak mampu ditanggung pemerintah. Sementara yang mampu, membayar iuran untuk tetangganya yang tidak mampu. Saling tolong-menolong ini, menurutnya, sangat baik.

Program ini mengarahkan masyarakat untuk menolong orang lain bukan kemudian dianggap sebagai judi (maisir atau qimar) yang mengandung untung-rugi. Tidak ada gurmun (untung-rugi), tetapi yang ada adalah menolong orang lain atau ditolong orang lain.

“Dengan adanya BPJS Kesehatan, pemerintah seringkali nombok. Apa jadinya kalau nanti sistemnya terbagi dua dengan adanya BPJS Syariah yang mana tolong-menolong semakin terbatas oleh agama. Ini akan menambah beban pemerintah. Yang ada saja diperbaiki, silakan. Namanya tidak perlu BPJS Syariah,” tandas Kiai Syafrudin.

Masalah BPJS ini juga dibahas kembali dalam forum Muktamar Ke-33 NU di pesantren Tambakberas, Jombang 1-5 Agustus 2015. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Syariah, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Gerakan Pemuda Ansor menekankan perlunya percepatan proses kaderisasi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua.



GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Selama ini daerah tersebut mengalami kemandekan kaderisasi sehingga ke depan akan menjadi perhatian khusus.

“Kita akan menggalakkan kaderisasi di Maluku dan Papua yang selama ini kurang terperhatikan dengan baik,” ungkap Idy Muzayyad, salah satu Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor yang membawahi wilayah Maluku dan Papua, kepada PMII Cabang Tegal di Jakarta, Rabu (19/12).

PMII Cabang Tegal

Berkenaan dengan itu, PP GP Ansor telah menfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Ambon pada 6-8 Desember 2012 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Air Besar, Ambon. Persiapan dan pelaksanaan PKD dibantu sepenuhnya oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Ambon di bawah kepemimpinan Daim Baco Rahawarin.

PMII Cabang Tegal

PKD diikuti oleh 35 kader dari PC GP Ansor se-Maluku. “Sengaja dipilih tempat pesantren, untuk mengingatkan kita pada perjuangan ulama NU dan semangat back to basic, yang memang juga sedang digalakkan Ansor,” tutur Idy.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pengurus dan senior Ansor di Maluku, PKD terakhir dilaksanakan pada saat Gus Dur masih menjabat Ketua Umum PBNU, yakni sekitar tahun 1998. Itu artinya telah terjadi kevakuman pengkaderan Ansor selama kurang lebih 14 tahun.

“Empat belas tahun bukan lah masa yang sebentar. Itu menyisakan pekerjaan rumah dan hutang pengkaderan yang harus dibayar bersama oleh kepengurusan sekarang,” papar Mantan Ketua Umum PP IPNU ini.

Karena itu, tahun depan PKD akan diadakan lagi secara beruntun, baik yang difasilitasi oleh PP GP Ansor atas inisiatif PW dan PC GP Ansor maupun gabungan antara keduanya.

“Yang paling penting bagaimana pengkaderan dijalankan, karena pembenahan sistem kaderisasi menjadi misi utama kepengurusan Ansor di bawah kepemimpinan Sahabat Nusron Wahid saat ini,” imbuh Idy.

Idy menilai, sebenarnya potensi NU dan Ansor di daerah Indonesia Timur, khususnya Maluku, sangatlah besar. Hanya saja, potensi yang besar itu belum dikelola dengan baik, sehingga hidupnya organisasi lebih sering bertepatan dengan momen-momen politik khusus.

“Hal ini tidak bisa lagi dibiarkan karena dapat menimbulkan ‘the lost generation’ dan lemahnya kekuatan NU,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Kajian Islam, Olahraga PMII Cabang Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Bidang-bidang Baru LKKNU Berbasis Isu

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Bidang-bidang atau divisi di Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) diubah. Sebelumnya berbasis lembaga, sekarang berbasis isu. Perubahan dilakukan setelah pergantian kepengerusan.  

Menurut Ketua Pengurus Pusat LKKNU, Sultonul Huda, perubahan tersebut bertujuan supaya gerak LKKNU lebih fokus. “Bidang-bidang dengan berbasis isu, akan jelas pekerjaan, dan arahnya,” katanya di gedung PBNU, Jakarta, Jumat sore (15/2).  

Bidang-bidang Baru LKKNU Berbasis Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bidang-bidang Baru LKKNU Berbasis Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bidang-bidang Baru LKKNU Berbasis Isu

Perubahan ini, sambung Sulton, menyerap perkembangan yang terjadi di masyarakat; dan menyesuaikan dengan program-program pemerintah dan lembaga lain.

PMII Cabang Tegal

Sementara Sekretaris PP LKKNU, Syarifudin menambahkan, strategi dalam pelaksaaan program bidang-bidang baru adalah; kampanye, pendidikan dan pelatihan, advokasi dan kebijakan, dan penelitian dan kajian.

PMII Cabang Tegal

Bidang-bidang baru LKKNU tersebut adalah; pelayanan kesehatan, kepenndudukan, peningkatan kewirausahaan dan kesejahteraan, peningkkatan pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, peningkatan ketahanan  sosial, dan pelayanan rehabilitasi sosial.

Bidang-bidang itu disahkan pada rapat pleno Pengurus Pusat LKKNU di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (15/2) pukul 15.00-18.00.

Perubahan tersebut dilakukan setelah pergantian ketua di LKKNU berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan PBNU pada tanggal 4 Desember lalu. Sebelumnya dipimpin Arif Mudatsir Mandan,  sekarang Sultonul Huda.   

Penulis: Abdullah Alawi   

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah PMII Cabang Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

IPNU NTB Gelar Pelatihan Jurnalistik

Mataram, PMII Cabang Tegal. Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama NTB menjaring bakat menulis 30 kadernya dalam pelatihan jurnalistik di aula utama Kantor PWNU NTB jalan Pendidikan nomor 6, Mataram, Sabtu-Ahad (27-28/9). Dalam pelatihan ini mereka juga dijadwalkan mengunjungi dapur redaksi salah satu media cetak dan kantor stasiun televisi lokal.

Para pemateri ini terdiri atas para wartawan senior media lokal. Sementara pelatihan ini bertujuan mempersiapkan para kader muda NU di Nusa Tenggara Barat dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi seperti saat ini.

IPNU NTB Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU NTB Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU NTB Gelar Pelatihan Jurnalistik

“Begitu pesat perkembangan teknologi baik sadar maupun tidak sadar, kemajuan teknologi saat ini sudah masuk ke desa-desa terpencil dengan adanya aneka produk elektronik,” kata Ketua IPNU NTB Irpan Suriadiata pada pelatihan yang diikuti dari lima kabupaten di NTB.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, tidak ada alasan untuk menolak selain menerima perkembangan itu dengan kesiapan diri kita masing-masing.

PMII Cabang Tegal

Tindak lanjut dari kegiatan ini, IPNU NTB akan meluncurkan situs untuk mempermudah publikasi kegiatan-kegiatan pesantren maupun kegiatan-kegiatan NU.

Karena itu kami berniat memberikan bimbingan awal dan pengetahuan dasar terkait jurnalistik untuk mereka yang ke depan mengabdikan diri di dunia pers. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah

Banjarmasin, PMII Cabang Tegal

Kekhasan Islam yang tumbuh di negeri Khatulistiwa ini tidak ada bandingnya. Dari sisi jumlah, Indonesia berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Dari sisi aliran atau madzhab, Indonesia memayungi banyak aliran. Dari sisi budaya, Indonesia paling beragam, dan ramah dengan budaya serta tradisi lokal. Inilah Islam Nusantara, Islam yang memiliki masa depan cerah untuk dikaji dan menjadi rujukan kehidupan yang beradab. 



Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, Muhammad Ali dalam pembukaan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-10 di Banjarmasin (1/11). Hadir dalam acara pembukaan itu mantan menteri agama KH Tholha Hasan, mantan menteri sekretaris kabinet Djohan Efendi, hakim Agung Abdurrahman, dan para pejabat setempat.

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Pesantren merupakan tempat untuk mendidik santri agar memiliki jiwa mandiri. Kesehatan santri dalam menuntut ilmu menjadi persoalan penting untuk menunjang kemandirian tersebut. Seperti menjaga kebersihan kamar mandi, lingkungan pesantren, dan meningkatkan pola hidup sehat. Karena itu, selain menjaga kebersihan, pesantren masa depan harus mampu membangun fasilitas kesehatan atau medis.

Demikian diungkapkan oleh KH. M. Sirodjan Muniro, AR, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain, Taruban Kulon, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta di sela-sela acara pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahad, (25/1).  

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan

“Membangun saja sebenarnya tidaklah cukup, tetapi juga harus ada yang mengelola, termasuk tenaga medis,” ucapnya.

PMII Cabang Tegal

Kiai Sirodjan menerangkan, di pesantren ini dulu pernah mendapat bantuan fasilitas kesehatan dari pemerintah pusat, tapi karena tidak ada yang mengelola akhirnya mangkrak. Upaya untuk membangun fasilitas medis ini, tambahnya, akan memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memberikan pelayanan kesehatan. 

PMII Cabang Tegal

Bakti sosial LKNU DIY bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indoneisia (PDGI) ini memberikan penyuluhan kepada santri tentang pola hidup bersih dan sehat.

Kegiatan ini mampu mengundang ratusan santri dan warga masyarakat sekitar pesantren. Mereka mendapat penyuluhan kesehatan, berkonsultasi dan memeriksakan kesehatan gigi, serta bagaimana menggosok gigi secara baik dan benar. (Joko/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Quote, Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock