Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

Garut, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH M Nuh Addawami mengatakan, salah satu kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah kasih sayang. Keselamatan manusia itu pun terletak pada rahmat (kasih sayang) Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut ini menekankan untuk tidak mudah memarahi kesalahan orang lain atau mengejek perbuatannya. Sebab, menurutnya, sikap demikian itu merupakan ciri orang yang tak memiliki kasih sayang.

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

"Orang yang memiliki kasih sayang adalah menyapa orang berbuat jelek dan mengajak pada hal baik,” ujar Kiai Nuh pada acara puncak Haul Pendiri dan Milad YPI al-Hikmah, Sabtu (18/2), di Garut, Jabar. Ia menyebut perilaku arif ini sebagai akhlak tawassuth alias tidak berlebihan.

PMII Cabang Tegal

Berdakwah itu mesti dilakukan dengan tidak membuat mereka takut. “Dakwah orang NU harus wasathan (berimbang), yang membuat jamaah bahagia, jika salah akan sedih mengikuti arahan. Cara berpikir dan bertindaknya Alhussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar aqidahnya Nahdlatul Ulama dalam segala tindakannya thawassuth," tambahnya.

Kiai Nuh lantas mengutip Surat Al An’am 108 agar tak seenaknya menghina kelompok lain meski berseberangan secara akidah. "Janganlah kalian menghina berhala atau sembahan orang (kafir), karena (jika begitu) mereka akan menghina sembahanmu (Allah), sehingga kalian jadi penyebab menghinanya mereka pada Allah," pungkasnya.

PMII Cabang Tegal

Acara yang dilaksanakan di komplek yayasan ini dihadiri sekitar seribu jamaah antara lain dari Muslimat NU, GP Ansor, Fathayat NU, IPNU, IPPNU, guru-guru dan siswa madrasah, perwakilan pemerintah serta warga masyarakat sekitar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, RMI NU, Kajian PMII Cabang Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan

Bandar lampung, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah lembaga kajian dan pengembangan sumber daya manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Propinsi Lampung mengadakan workshop penguatan kelembagaan di kantor Dinas Pendidikan Propinsi Lampung, belum lama ini.

Workshop ini bertema "Revitalisasi Peran dan Penguatan Karakter Kelembagaan dan Lakpesdam dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan dan Kelompok Marginal di Propinsi Lampung."

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan

Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Walikota Bandar Lampung HERMAN H.N. Dalam pengarahanya, walikota berpesan agar NU, dalam hal ini Lakpesdam NU, dapat berkontribusi langsung dalam upaya penanggulangan kemiskinan dengan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat lapisan bawah.

PMII Cabang Tegal

"NU sudah banyak berperan bahkan sebelum kemerdekaan sehingga melahirkan kader-kader pejuang tidak hanya untuk umat, tapi juga bangsa dan negara kita," ujarnya.

Walikota juga berharap Lakpesdam NU sebagai lembaga yang berkonsentrasi pada penberdayaan umat dapat secara cerdas dan produktif berupaya mengentaskan kemiskinan dan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi warganya.

PMII Cabang Tegal

Acara pembukaan ini juga di hadiri langsung beberapa jajaran Pengurus besar NU, PP Lakpesdam NU, KH Ngaliman Marzuki selaku Pengurus Wilayah NU Propinsi Lampung, anggota DPRD Prov. Lampung serta para peserta workshop dari masing-masing utusan PCNU dan PC Lakpesdam NU se-Provinsi Lampung.

Setelah istirahat siang sekitar pukul 13.00 WIB, acara dilanjutkan dengan diskusi panel, hari pertama dengan narasumber Drs. H. Herman H.N,M.M (Walikota Bandar Lampung), Drs.H.Munzir.A.Syukri, MM (Wk. ket. Komisi III DPRD lampung), Rivan Novendra Salim (Ketum BPD HIPMI lampung) yang mengusung tema: "Penanggulangan kemiskinan dalam Perspektif Pemerintah, Pelaku Usaha dan Ulama."

Workshop yang di hadiri sekitar 50 peserta ini berlangsung hangat dan interaktif karena masing-masing peserta sesuai dengan daerahnya mempresentasikan dinamika NU dan problematikanya dalam sesi dialog dengan para narasumber.

Sementara di hari kedua, workshop menghadirkan sejumlah pemateri, yaitu DR. H. M. Mukri,M.A (Rektor IAIN Raden Intan Bandar Lampung dan mantan ket. GP.Ansor Lampung), K.H. Abrori Akwan (Sesepuh NU lampung/mustasyar PWNU Lampung) dan K.H. Sujadi Saddad yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kab.Pringsewu dan masih aktif mengemban amanah sebagai Mustasyar NU di dua kabupaten Pringsewu dan Tanggamus. Ketiga narasumber ini lebih menekankan tentang NU masa Depan dan masa Depan NU.

Sementara Kiai Abror menekankan pentingnya nilai-nilai khidmah dalam melayani umat. "Pengurus Wilayah (NU) harus tahu pojoknya Lampung. Begitu juga pengurus cabang (harus) hapal dan mau blusukan dengan daerahnya sampai ranting," terangnya.

Sedangkan DR. H. M. Mukri, M.A mengungkapkan kebanggaanya karena distribusi kader NU saat ini merata dan hampir masuk di semua lini dan profesi.

"Bahkan Mendiknas kita ini NU tulen Lho, namanya Muhammad NU (M.Nuh, read), ya kan?" candanyanya yang dsambut tawa peserta workshop. 

Sesi terakhir yang dimoderatori DR. M.Syukur, M.Ag, ini makin gayeng dan interaktif saat Bupati pringsewu KH Sujadi Saddad menceritakan suka dukanya saat dulu menjadi aktivis NU, khususnya Lakpesdam NU, yang menurutnya, adalah lembaga penggemblengan agar kader NU tahan banting dalam berkhidmat melayani umat yang tentu saja butuh pengorbanan.

Pihaknya menyampaikan apresiasinya terkait terbitnya media lokal di lingkungan NU yang saat ini baru dari PCNU Pringsewu melalui LTN NU, yaitu Buletin Aswaja.

"Inilah salah satu bentuk pelayanan melalui media informasi untuk Nahdliyyin," katanya seraya menunjukkan ke peserta sebuah bulletin mini dengan dominasi warna hijau.

Workshop selama dua hari ini akhirnya ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Bandar lampung.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, IMNU, Doa PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa ? memprotes keras terhadap pelaksanaan Pekan Kondom Nasional (PKN) yang merupakan program pemerintah.?

menurutnya, PKN yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Aids sedunia yang jatuh pada 1 Desember sama dengan bencana sosial bagi negeri ini.

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional

"Jika PKN ini diteruskan akan menjadi bencana baru bagi negeri yang ber-Pancasila, bertuhan dan beragama. apalagi di tengah usaha memperbaiki moral," ujar Khofifah di Jakarta, Senin (2/12/2013).

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, PKN mendorong masyarakat untuk melakukan hubungan seks di luar nikah dengan membagikan kondom di ruang publik kepada masyarakat maupun remaja secara gratis.

PMII Cabang Tegal

"Jika ada pembagian kondom di jalan atau di tempat keramaian umum, lalu diterima oleh para remaja usia belasan tahun yang punya kecenderungan coba-coba, bisa saja terdorong melakukan seks bebas setelah mendapat kondom yang dibagi gratis secara terbuka," katanya.

Karena itu, Khofifah mendesak Kementerian Kesehatan mencabut program PKN dan melakukan permintaan maaf kepada publik karena telah mengambil keputusan yang membahayakan.?

Penolakan yang sama juga dilakukan oleh Ketua Lembaga Kesehatan PWNU DIY drg. H. Abdul Kadir yang? menyatakan.?

“Kita menolak keras program itu. Dalih yang ditamengkan Kemenkes mengandung ironi. Sebab, bagaimana pun juga, anggaran dalam jumlah yang tak sedikit itu bisa lebih bermanfaat jika diperuntukkan misalnya untuk program yang bisa mendatangkan kemashlahatan yang lebih nyata, misalnya untuk layanan kesehatan bagi masyarakat tak mampu, pendidikan dan lain sebagainya.”

Kadir juga menyebutkan bahwa, secara logika saja, sesungguhnya keputusan Kemenkes dan KPAN itu sudah cacat. Betapa tidak. Kita semua tentu sudah tahu fungsi kegunaan kondom, lantas mengapa kemudian alat itu diberikan kepada mereka belum memiliki kewenangan untuk menggunakannya?

“Atas dasar logika apa Kemenkes dan KPAN mengeluarkan kebijakan yang tak bijak itu? Naif sekali jika dasarnya adalah pencegahan HIV dan AIDS. Sebab, jika memang dasarnya pencegahan penularan HIV dan AIDS yang salah satu cara penularannya adalah dengan hubungan badan suami istri, lantas mengapa diberikan kepada mereka yang belum waktunya melakukan hubungan sedemikian?” tanya Kadir.?

Kendati demikian, Kadir menegaskan bahwa Lembaga Kesehatan PWNU DIY yang sejak periode 2006-2011 lalu hingga kini masih terus mendukung upaya pencegahan HIV dan AIDS, tapi tidak dalam cara-cara yang justru ambigu seperti ini.?

“Sosialisasi yang mendidik jauh lebih penting,” ujar Kadir. “Secara logika, HIV dan AIDS sendiri sesungguhnya sudah menjadi alat pencegah bagi penularannya. Artinya, keberadaan HIV dan AIDS yang masih menjadi momok bagi sebagian orang sesungguhnya bisa membuat orang untuk bertindak lebih hati-hati terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya.”?

Dalam kesempatan terpisah, KH M Habib Abdus Syakur, M.Ag, Ketua Rabithah Ma’had Islami PWNU DIY, juga menyayangkan keputusan Kemenkes yang ia sebut kurang bijak tersebut.?

Dihubungi melalui telepon, 2 Desember 2013, Habib menyatakan, “Keputusan itu justru akan menimbulkan madlarat yang lebih besar ketimbang manfaatnya. Dan terkait perkara seperti ini, ada kaidah ushul fiqh dalam Islam yang menegaskan bahwa, ‘darul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih’ yang artinya, pencegahan kerusakan lebih utama atau didahulukan dibandingkan dengan pengambilan manfaat.”?

Dalam hal ini, Habib menambahkan bahwa kaidah ushul fiqh yang ia ungkapkan di atas bisa dipahami dalam bingkai bahwasanya pencegahan potensi munculnya perilaku seks bebas, akibat penyalahgunaan kondom yang dibagi-bagikan secara gratis tersebut, harus lebih diutamakan ketimbang manfaat pembendungan penyebaran atau penularan HIV dan AIDS.

“Kalau dipikir-pikir, anggaran kondom gratis yang mencapai angka milyaran itu tentu bisa memberi manfaat yang lebih besar bagi kebutuhan-kebutuhan riil lain di masyarakat, seperti pelayanan pendidikan keagamaan, misalnya pesantren yang nyata-nyata dapat menanggulangi merebaknya HIV dan AIDS,” pungkas Habib. (mukafi niam/ yusuf anas)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Kajian PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Pelantikan GP Ansor Jatibarang Dirangkai Halal Bihalal

Brebes, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah, telah menyelenggarakan Pelantikan Pengurus dan Halal Bi Halal  yang berlangsung pada Malam Ahad (10/8) di halaman Masjid Al Azhar  Janegara Kecamatan Jatibarang.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat melalui pembacaan surat keputusan tentang susunan pengurus PAC GP ANSOR Kecamatan Jatibarang periode 2014-2017.

Pelantikan GP Ansor Jatibarang Dirangkai Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan GP Ansor Jatibarang Dirangkai Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan GP Ansor Jatibarang Dirangkai Halal Bihalal

Ketua  PAC GP Ansor Jatibarang Jazuli Purnomo dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan ini memberikan arti kepada para pengurus GP Ansor yang baru untuk memikul amanat dengan sungguh-sungguh.

PMII Cabang Tegal

“Artinya sahabat-sahabat pengurus harus rela meluangkan sedikit waktu untuk kegiatan-kegiatan demi berjalannya roda organisasi ini dengan baik,” ujanrya.

Ketua Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Jatibarang H Muhidin menyampaikan, “Setelah pelantikan segera mungkin untuk bikin program bagaimana agar Ansor bisa melaksanakan pengajian setiap bulan seperti di NU dengan Lailatul Ijtimanya. Selamat dan Sukses buat pengurus baru semoga bisa mengemban amanat.”

PMII Cabang Tegal

Dalam sesi maidhoh hasanah, para pemuda NU ini juga diperingatkan tentang perkembangan aliran agama yang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Kai Edy Kusnandi, sang penceramah, berpesan tentang perlunya waspada terhadap kelompok-kelompok garis keras.

Prosesi reorganisasi PAC GP ANSOR Jatibarang periode 2014-2017 berlangsung lancar meskipun tergolong molor dari jadwal waktu yang sudah ditetapkan.

Acara tersebut dihadiri segenap elemen NU di daerah setempat, seperti PC GP Ansor Kabupaten Brebes, MWC NU Kecamatan Jatibarang, PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU. (Hadi Mulyanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Malang, PMII Cabang Tegal

Sepertinya, sampah selalu menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat, tidak hanya bakteri yang akan dilahirkan sampah, prilaku manusia yang kurang sadar akan akibat buruk dari membuang sampah sembarangan menjadikan sampah menjadi penyakit masyarakat yang kronik saat ini, terlebih saat musim hujan.

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Di sudut kota malang, tepatnya Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Malang, Jawa Timur sampah menjadi berkah untuk tabungan para Nasabah dengan terus berinvestasi sampah di Bank Sampah Ampelgading Malang. 

Berbeda dengan sistem Bank Sampah pada umumnya, beberapa yang telah diketahui publik sampah ditabung untuk kebutuhan berobat, adapula yang dialokasikan menjadi biaya pendidikan. Di Ampelgading, sampah yang diinvestasikan akan menjadi uang kapanpun sang nasabah membutuhkan, bahkan bisa diambil diawal dengan cicilan sampah tiap harinya.

Salah satu pendirinya Fauzan, Aktivis PMII dan sekarang mendedikasikan dirinya pada lingkungan hidup disekitarnya mengungkapkan, ide ini muncul karena seringnya masyarakat yang tidak tau manfaat sampah, memisahkan sampah organik dan non organik, dan cara mengolahnya. Bank Sampah Ampelgading menjembatani itu dan memberikan keuntungan berupa tabungan yang bisa diambil kapan saja, bahkan bisa dengan cara piutang.

Baru berjalan beberapa bulan, ide kreatif Bank Sampah langsung disambut hangat oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga yang sudah terbiasa mengelolah sampah dapur dirumahnya.

PMII Cabang Tegal

“Selama ini, ibu-ibu yang menjadi Nasabah Bank Sampah Ampelgading, sering menabung untuk hari-hari besar, banyak yang diambil saat Maulid, dan lebih banyak yang mengambil tabungannya saat lebaran” ujar Fauzan.

Dua tahun berjalan, Bank Sampah Ampelgading menjadi pusat pengelolaan sampah milik bersama. Tak hanya pengurus yang mau mengelola sampah, warga sekitar mulai sadar misi Bank Sampah. Diantaranya melestarikan lingkungan dengan bersih dan asri, hingga seringkali warga ikut andil dan gotong royong untuk program-proram yang dilakukan oleh Bank Sampah Ampelgading. (Dian Manzila/Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Kajian PMII Cabang Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan upaya untuk memindahkan makam suci Nabi Muhammad harus ditentang keras oleh umat Islam.

“Allah yang akan menjaga Utusan-Nya, semoga yang akan membongkar makam beliau dilaknat Allah,” tegasnya, Rabu.?

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, memang, ada kebencian mendalam orang-orang Wahabi terhadap jamaah yang menziarahi makam Rasulullah karena hal itu dianggap syirik.?

PMII Cabang Tegal

“Banyak orang Arab Saudi yang sudah bepergian ke pojok-pojok dunia, tetapi belum pernah ke Madinah,” jelasnya.

Ia menggambarkan hal ini, seperti orang Indonesia yang sudah pergi ke mana-mana, tetapi belum pernah mengunjungi Candi Prambanan atau Borobudur.?

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, harian The Independent melaporkan adanya proposal yang sudah disebarkan di lingkungan pengelola dua masjid suci, masjidil haram dan masjid nabawi, salah satunya berisi rencana tentang pemindahan makam nabi dari Masjid Nabawi ke pemakaman al Baqi, dan menjadikan makam nabi anonim sebagaimana makam-makam keluarga nabi yang sebelumnya sudah dipindah ke tempat tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Kajian, Fragmen PMII Cabang Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pimpinan Cabang IPNU Probolinggo melakukan kajian atas problematika pelajar daerah. Kajian ini melibatkan semua pengurus IPNU di semua tingkatan di Probolinggo.

Sekretaris IPNU Probolinggo Babussalam mengatakan bahwa warga Probolinggo mayoritas berasal dari warga NU. Di samping kuantitas pesantrennya yang begitu pesat, warga masih fanatik pada tradisi hormat pada ulama.

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah

“Namun dengan perubahan dari zaman ke zaman, dari masa ke masa yang serba teknologi dan hidup di era globalisasi semuanya mulai tergerus. Dengan kondisi ini, peran orang tua sangatlah urgen dalam memantau pergaulan putra dan putrinya. Baik dalam hal pendidikan dan agama ataupun dalam pergaulan kesehariannya,” katanya, Kamis (4/2).

Menurut Babussalam, pelajar Probolinggo memang diakui sejak lahir sebagai warga NU. Namun tidak ada jaminan mereka memunyai ghiroh dalam hatinya yang akan selalu setia pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

PMII Cabang Tegal

“Dengan maraknya aliran-aliran yang berbagai cara mengancam keyakinan kita, dengan lihainya menghujat kita, tidak hanya melalui media masa namun kadang-kadang sebagai pendidik di pendidikan putra-putri kita. Apakah tidak pesimis dengan generasi kita,” jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Apalagi kondisi pelajar hari ini lebih diperarah oleh logika sekuler daripada kepercayaan. Setelah mereka mengenyam pendidikan yang tidak lepas dari berbagai perbedaan adat, ras, suku, agama dan kepercayaan. Mereka berkolaborasi dengan lingkungannya. “Tidak sedikit putra-putri NU yang lupa pada ajaran nenek moyangnya yakni Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Babussalam menegaskan bahwa problematika ini merupakan tantangan bagi segenap instansi atau struktural terkait maupun masyarakat. Perlu ada sinergi maupun program yang konkret untuk menghadapinya.

“Sebagai organisasi kader NU, IPNU akan menjadi salah satu tumpuan masa depan gerakan sosial keagamaan NU. Semoga keberadaan IPNU menjadi wadah serap aspirasi dari para pelajar yang ada di Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, Kyai, Ulama PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock