Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) atau asosiasi tarekat NU Kabupaten Sumedang melalui sayap organisasinya Majelis Nurul Burhan menggelar kegiatan ijazah kubro manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani, Rabu (26/9) malam.

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Kegiatan yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini diikuti oleh pengurus NU, santri, dan masyarakat umum. Ijazah berarti pemberian sanad keilmuan yang lazim dilakukan di kalangan pesantren atau dunia tarekat.

Pemberi ijazah manaqib pada kesempatan itu ialah Habib Syarif Ahmad Mutholib,  putra Habib Hud Muhammad bin Yahya dari Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Kitab manaqib yang diijazahkan adalah Nurul Burhan. Kitab ini berisi sejarah perjalanan hidup Syekh Abdul Qodir al-Jailani.

Selain kitab Nurul Burhan, Habib Syarif juga mengijazahkan kitab dzikir Ya Hadiyyu. Kitab Ya Hadiyyu merupakan kitab ringkasan dari kitab manaqib Nurul Burhan.

Ketua Majlis Nurul Burhan, Asep Munawar mengatakan bahwa kegiatan ijazah ini merupakan program Majelis Nurul Burhan yang dilaksanakan setiap tahun. Ijazah malam ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Aula PCNU Sumedang. 

PMII Cabang Tegal

Sementara Ketua PCNU Sumedang, Sadulloh, memaparkan bahwa PCNU Sumedang telah memprakarsai kegiatan ijazah manaqib kubro ini. Ijazah pertama yang dilaksanakan di Sumedang bertempat di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah pada tahun 2014. Setelah itu baru dibentuk pengurus baru lembaga Jatman NU Sumedang dan diikuti juga dengan pembentukan organisasi sayap jatman NU Sumedang yang bernama Majelis Nurul Burhan. 

Mulai dari sana pembacaan manaqib dan dzikir kitab Ya Hadiyyu di Sumedang terus istiqamah dan mulai semarak, lanjut Sadulloh. "Pengurus PCNU Sumedang akan terus mendorong kegiatan ini karena kami menyadari bahwa ruh NU ada di dua badan otonom NU, yaitu Jatman NU dan JQH NU. Dua lembaga ini mewadahi orang ahli dzikir dan ahli Quran. Kalau dua lembaga ini tidak hidup maka akan kelihatan NU-nya juga tidak akan hidup," ujarnya.

Oleh karena itu, PCNU Sumedang mendorong dua badan otonom ini untuk terus membentuk kepengurusan sampai ke tingkat ranting. Kalau pengurus rantingnya sudah terbentuk maka kegiatan manaqib dan dzikir akan semakin semarak, kata Sadulloh. 

"Semoga kegiatan ijazah ini kedepanya selalu istiqomah terlaksana setiap tahunnya. Mohon kepada pengurus NU supaya lebih masif lagi dalam mendorong warga NU untuk mengikuti ijazah manaqib ini. Harapan kedepannya acara manaqib di Sumedang bisa terlaksana di setiap desa atau ranting secara serentak," tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib) 

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Daerah, Kyai PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Semarang, PMII Cabang Tegal - Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah Muhammad Adnan merasa galau atas kurang dikenalnya lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Fisip Undip) ini prihatin mengapa tidak hanya orang awam yang kurang mengenal DPD. Sewaktu ia mencoba menanyakan kepada mahasiswa, ternyata ada yang masih belum begitu mengetahui tentang lembaga perwakilan daerah yang kalau di Amerika populer dengan sebutan "senat" tersebut.

“Di negeri kita ada lembaga legislatif selain DPR. Yaitu DPD. Tapi masyarakat banyak yang belum mengenalnya. Bahkan mahasiswa pun ada yang masih kurang mengetahui,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Kelembagan DPD RI di Aula Fisip Undip, baru-baru ini.

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Acara tersebut diselenggarakan oleh DPD RI Jateng yang dihadiri oleh salah satu anggotanya, Ahmad Muqowwam. Pembicara selain Adnan ialah Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip Priyatno Harsasto. Kurang lebih 300 mahasiswa Undip dan utusan lembaga lain menghadiri acara tersebut.

Adanan mengusulkan agar Jawa Tengah mempelopori pemanfaatan kantor DPD yang ada di Jalan Imam Bonjol Semarang untuk umum. Siapa pun boleh datang mencari informasi, bertemu wakil daerahnya atau memakai gedung tersebut untuk keperluan yang bermanfaat. Secara khusus mantan ketua PWNU Jateng dua periode yang pernah nyalon Wakil Gubernur Jateng ini meminta Ahmad Muqowwam merealisasikan usulannya itu.

PMII Cabang Tegal

“Pak Muqowwam, saya mohon Jateng menjadi pelopor. Buka saja kantor DPD untuk publik. Agar rakyat kenal wakil daerahnya. Agar seperti orang Amerika mengenal senator mereka,” tuturnya dengan nada canda.

PMII Cabang Tegal

Priyatno Harsasto dalam paparannya menimpali, bahwa tidak hanya mahasiswa yang perlu mengenal DPD. Para dosen pun menurutnya masih perlu mengenal DPD, agar ketika memberikan materi kuliah bisa lengkap dan akurat.

Sopir Taksi Mengira Kantor Organda

Anggota DPD RI asal Jateng Ahmad Muqowwam ketika berbicara menceritakan, ia punya pengalaman lucu ketika naik taksi di Jakarta hendak menuju kantornya di Senayan.? Kala menaiki taksi dan meminta diantar ke kantor DPD, sopir mengira yang dimaksud adalah Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda).

“Tolong? saya diantar ke kantor DPD ya Pak,” ucap Muqowwam begitu menutup pintu taksi. Sopir pun bertanya: “DPD Organda DKI ya Pak?”

Pengalaman lain, sopir taksi mengira DPD itu kantor partai. Ketika ia menumpang taksi dan memberi perintah yang sama, sopir bertanya: “DPD yang bapak tuju itu DPD PDI P apa DPD Golkar?”

Muqowwam mengaku tersenyum geli sekaligus prihatin, betapa tidak dikenalnya lembaga tempat dia menjadi senator. Hadirin kompak tertawa riuh saat ia menceritakan? kisah lucu itu.

“Gerrrr…. Hahahaa….” Seru hadirin seperti koor. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Sejarah, Lomba PMII Cabang Tegal

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen

Sragen, PMII Cabang Tegal. Kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) tidak mesti melulu identik dengan tarik-menarik pengaruh dalam proses pemilihan ketua, atau adu argumen di arena persidangan. Peserta Konfercab juga butuh hiburan sebagai jembatan komunikasi, menjalin keakraban, di samping tentunya dapat membaur dengan warga sekitar.?

Selain agenda formal macam pembahasan AD/ART dan pemilihan ketua baru, Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, juga menyiapkan ragam hiburan sebagai rangkaian Konfercab GP ke-IX di Kompleks Gedung DPRD Sragen, Ahad (10/4).

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen

“Rangkaian kegiatan sudah dimulai hari ini (Jumat), dengan diadakan Latihan Instruktur (LI) Ansor dan Banser se-Soloraya. Kegiatan tersebut nantinya berjalan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/4)” terang Ketua PC GP Ansor Sragen, Nur Muh Sugiyarto, Jumat (8/4).

Lebih lanjut dipaparkan Sugiyarto, selain kegiatan latihan bagi instruktur, juga akan ada pagelaran musik Islami Sukowati serta bazar “Pesta Rakyat”. Sedangkan pada Ahad pagi di Gedung Kartini Sragen, akan ada pagelaran ketoprak “Ngampung” Balekambang Surakarta.

Pementasan seni budaya ini menurut Sugiyarto dirasa penting, mengingat catatan sejarah membuktikan dakwah di Nusantara dapat berkembang pesat, salah satunya melalui media budaya.

“Melalui integrasi budaya, terbukti Islam berkembang pesat di Indonesia dan memberikan citra sebagai agama yang menjadi rahmat untuk alam semesta,” pungkasnya.? (Ajie Najmuddin/Zunus)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kyai, Sejarah PMII Cabang Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi

Lamongan, PMII Cabang Tegal. Sebanyak 70 kader Corp Brigade Pelajar IPNU dan Korps Pelajar Putri IPPNU kecamatan Babat, Lamongan, melintasi bukit Pucakwangi dan desa Karangasem untuk memperingati harlah ke-91 NU. Menempuh sejauh lebih dari 4 km, perjalanan rombongan ini berakhir di makam Mbah Kleteh, seorang ulama sesepuh desa, Kamis (15/5).

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi

Para peserta mendaki dan menikmati pemandangan bukit gunung Pucakwangi. Sepanjang lintasan, panitia menempatkan beberapa pos di sejumlah titik sebagai tempat penyampaian materi dasar CBP dan KPP, kepecintalaman, dan kepalangmerahan.

Jalur lintasan demikian sengaja dipilih agar pelajar NU mengetahui makam tokoh masyarakat dan ulama yang baru ditemukan. Selain peringatan harlah NU, kegiatan  diadakan sebagai acara awal sebelum Diklatama CBP dan KPP pada Selasa-Kamis (27-29/5) mendatang.

PMII Cabang Tegal

Ketua PAC IPNU Babat Muhammad dalam sambutan pembukaan mengimbau para peserta untuk mengambil pelajaran dari alam dan perjuangan tokoh NU. Ia juga meminta para kader menjaga batas-batas etika dan jarak antara laki-laki dan perempuan mengingat CBP dan KPP sebagai kepanduan pelajar NU.

PMII Cabang Tegal

“Selaku kader palajar NU, di manapun dan apapun posisinya kita harus selalu menjaga etika kesopanan sesuai aturan agama terutama jarak antara rekan dan rekanita di mana kemahroman tetap terjaga,” kata Muhammad. (M Faqoth/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Pertandingan, Kyai PMII Cabang Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Betapa Zalimnya Bulog!

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Kinerja pengadaan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) mengalami kemunduran dari waktu ke waktu. Anehnya, hal itu justru menjadi alasan untuk mengimpor beras, dan para menteri ekonomi pun sepakat. Akhir September atau awal Oktober ini dipastikan 210 ribu ton beras impor akan mengacaukan harga beras nasional.

Berdasarkan data dari Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada (UGM), pada 2006 stok beras Bulog mengalami penurunan drastis. Untuk Mei 2006 terjadi under stok. Lepas panen raya stok Bulog cuma 1.480.965 ton. Padahal pada 2005 bulog punya cadangan beras sebesar 1.827.388 ton dan pada 2004 sebesar 2.626.867 ton.

Betapa Zalimnya Bulog! (Sumber Gambar : Nu Online)
Betapa Zalimnya Bulog! (Sumber Gambar : Nu Online)

Betapa Zalimnya Bulog!

“Ini fakta dasar. Bulog sendiri yang kemudian mengusulkan untuk impor, dan para menteri setuju,” kata Peneliti PSPK UGM yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta KH. Mochamad Maksum kepada PMII Cabang Tegal, Jum’at (8/9).

Hasil kalkulus baru pengadaan beras bulog Januari 2006 sampai Agustus 2006 hanya berhasil 60,14 persen saja. Dari rencana 2.065.000 ton hanya terealisir 1.242.254 ton.

“Masalahnya Jelas. Kinerja pangan disengaja jelek agar pantas akhir 2006 ini dapat legitimasi impor. Ini sangat bodoh. Gagal stok kog malah impor. Begini kog ya ditolelir. Banyak indikasi yang menunjukkan betapa zalim dan bodohnya Bulog," kata Maksum.

PMII Cabang Tegal

Dikatakannya, hal paling ditakutkan para petani adalah dampak psikologisnya impor beras itu di pasaran. Jumlah 210 ribu ton itu tidak seberapa jika dibanding dengan surplus beras di Jawa tengah tahun ini, misalnya, yang berkisar sampai 1,5 juta ton.

“Gara-gara impor yang jumlahnya tidak seberapa itu harga harga beras dimana-mana anjlok. Di beberapa daerah ada yang harganya turun sampai Rp 400-Rp 450 per kg,” kata Maksum.

Selain itu dari pengalaman impor selama ini banyak oknum yang mendompleng kebijakan itu. Jumlah beras impor ilegal yang dimasukkan eksportir yang mendompleng kebijakan itu bisa menjadi beberapa kali lipat dari kuota impor pemerintah.

Begini-ini yang menjadi biang utamanya adalah Bulog. Jadi secra fungsional diragukan managemennya, ya dibubarkan saja atau direformasi lembaganya,” ujar Maksum. (nam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Lomba, Nasional PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua PBNU: Program Tidak Dikerjakan, Tapi Ramai Saat Pilkada

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dinamika politik di Jakarta selalu menyedot perhatian publik. Posisi NU sebagai ormas berpengaruh seharusnya mampu mengambil peran penting dalam menghadapi persoalan riil warga. Berbagai persoalan sosial-keagamaan, masalah ekonomi, dan berbagai isu kesenjangan yang terkait dengan warga NU belum dikerjakan secara maksimal.

“Saya memahami betul problem di Jakarta ini. NU tidak digarap, program-progamnya tidak dikerjakan, tapi NU selalu muncul kalau ada politik. Ini yang menjadi problem,” kata Ketua PBNU Imam Aziz saat pelantikan dan peningkatan kapasitas Pengurus Ranting NU se-MWC NU Cipayung, Jakarta Timur, di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarat Pusat, Selasa (7/2).

Di hadapan hadirin, ia menuturkan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Ketua Pengurus Wilayah NU Jakarta untuk menggenjot program-program yang menjadi prioritas, diantaranya mengenai pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Ketua PBNU: Program Tidak Dikerjakan, Tapi Ramai Saat Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Program Tidak Dikerjakan, Tapi Ramai Saat Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Program Tidak Dikerjakan, Tapi Ramai Saat Pilkada

Dalam hal pendidikan, lanjutnya, di Jakarta banyak pesantren, juga kiai, tetapi untuk pendidikan yang berlabel NU itu sangat sedikit.?

Senada dengan pendidikan, di bidang ekonomi juga menjadi masalah riil yang dihadapi warga NU Jakarta. “Ekonomi harus diperhatikan betul-betul,” tegasnya .?

PMII Cabang Tegal

“Mengenai kesehatan belum ada rumah sakit dan poliklinik yang berlabel NU. Ini menjadi tugas serius,” pungkasnya. (Husni Sahal/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kyai PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Thawaf Ifadlah yang menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji, boleh diwakilkan kepada orang lain. Namun, hukum boleh, diputuskan setelah melewati perdebatan panjang para peserta musyawarah bahtsul masail. Hukum badal Thawaf Ifadlah ini diperbolehkan dengan sejumlah syarat.

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Putusan Pleno yang dipimpin Ketua LBM PBNU KH Zulfa Musthofa Rabu (3/7) pagi mengatakan, “Pada dasarnya badal Thawaf Ifadlah tidaklah diperbolehkan meskipun ada uzur karena Thawaf Ifadlah merupakan salah satu rukun haji.”

Mereka mengutip pendapat Imam Syihabuddin ar-Ramli yang membolehkan badal itu dengan sejumlah syarat. Syarat yang diajukan Ar-Ramli adalah pelaku haji merupakan orang yang madlub (orang sakit yang secara medis tidak mungkin sembuh) dan sudah pulang ke tanah airnya.

PMII Cabang Tegal

Syekh Ramli berargumen, ibadah Haji yang mencakup rukun, wajib, dan sunahnya boleh dibadalkan. Tentu Thawaf Ifadlah sebagai salah satu rukun haji, lebih boleh untuk dibadalkan.

PMII Cabang Tegal

Badal Thawaf Ifadlah merupakan satu isu yang dibahas dalam bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/7) malam.

Syarat itu diajukan oleh Syekh Ar-Ramli yang kemudian dikukuhkan peserta musyawarah LBM PBNU guna menghindari tasahhul, menyepelekan hukum syariah.

Peserta bahtsul masail ialah pengurus wilayah dan cabang LBM NU, Rais Syuriah PBNU, Rais Syuriah PWNU se-Indonesia, dan utusan sejumlah pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Nahdlatul, Makam PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Bandung, PMII Cabang Tegal



Tak kurang dari 50 ribu santri se-Jawa Barat akan menjadikan Bandung sebagai Lautan Mengaji pada Sabtu (20/5). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Bandung, Jalan Asia-Afrika, ribuan santri akan melakukan 1000 kali khatam Al-Quran yang dipimpin langsung inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar.

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Koordinator Wilayah Nusantara Mengaji Jawa Barat, Cucun A Syamsurizal mengatakan, selain khatam Al-Quran, dilakukan pula Shalat Subuh berjamaah. Pasalnya acara dimulai sejak pukul 03.00.

"Selepas Shalat Subuh berjamaah dilakukan persiapan jalan santai menuju Monumen Bandung Lautan Api Tegal Lega," kata Cucun, Selasa (16/5).

Menurut Cucun, Bandung Lautan Mengaji ini sebagai tindak lanjut dari program Nusantara Mengaji yang digagas Muhaimin Iskandar. Dan untuk wilayah Jawa Barat dipusatkan di Bandung.

PMII Cabang Tegal

Saat rapat, seluruh perwakilan Pesantren di Jawa Barat akan mengirimkan santri dan santriwatinya dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Termasuk para tokoh masyarakat dan ulama di Jawa Barat.

Sekretaris Panitia, Ahmad Irfan Alawi mengungkapkan teknis acara ketika jalan santai. Massa santri yang laki-laki akan jalan kaki menuju Monumen Bandung Lautan Api dengan mengenakan sarung, berbaju koko dan berpeci. Di perjalanan akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan sebagai penegasan kebangsaan di Jawa Barat.

"Pak Muhaimin Iskandar pun ikut jalan kaki. Dan setibanya di Monumen Bandung Lautan Api langsung orasi kebangsaan," ujarnya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Internasional, Cerita, Kyai PMII Cabang Tegal

Senin, 22 Januari 2018

MUI Jember Haramkan Pengerahan Anak untuk Minta Sumbangan

Jember, PMII Cabang Tegal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember menghimbau agar masyarakat tidak melayani permintaan sumbangan dari para tukang amal dan pengemis yang biasanya semakin menjamur ketika memasuki bulan Ramadhan, apalagi memanfaatkan anak-anak kecil.

MUI Jember Haramkan Pengerahan Anak untuk Minta Sumbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Jember Haramkan Pengerahan Anak untuk Minta Sumbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Jember Haramkan Pengerahan Anak untuk Minta Sumbangan

Menurut Ketua MUI  Kabupaten Jember, Prof. Halim Subahar, tindakan mengemis dan pengerahan anak kecil untuk meminta sumbangan sudah masuk dalam kategori haram.

"Beberapa alasan fatwa haram itu dikarenakan tindakan pengemis dan tukang amal lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, mengganggu lalu lintas, bahkan sering terjadi perusakan kendaraan karena pemilik kendaraan tidak memberikan sumbangan," tandasnya di kediamannya, kemarin (30/6).

PMII Cabang Tegal

Halim menambahkan, fatwa haram tersebut sudah dikeluarkan MUI se-eks Karesidenan Besuki pada tahun 2011 untuk menyikapi fenomena pengemis dan tukang amal yang mengatas-namakan yayasan sosial keagamaan dengan berbagai modusnya, termasuk memakai anak kecil.

Dikatakannya, lebih baik sumbangan diberikan  ke tempat-tempat yang jelas seperti ke kotak amal di masjid. Atau bisa juga sumbangan disalurkan langsung ke yayasan anak yatim piatu,  atau diberikan kepada tetangganya yang miskin dan layak diberi sumbangan atau sodaqoh dan zakat.

PMII Cabang Tegal

“Itu lebih jelas pertanggung jawabannya. Tempatnya ada, penanggung jawabnya juga ada, orangnya ada, “ ujarnya.

Guru Besar STAIN Jember tersebut meminta agar Pemkab Jember segera menertibkan tukang amal dan pengemis, lebih-lebih untuk menjaga kekhidmatan bulan Ramadhan.

"Saya minta petugas Satpol PP dan Dinas Sosial bisa lebih aktif merazia pengemis dan petugas amal yang meresahkan masyarakat Jember," pungkas  Halim.  (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai PMII Cabang Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pimpinan Cabang IPNU Probolinggo melakukan kajian atas problematika pelajar daerah. Kajian ini melibatkan semua pengurus IPNU di semua tingkatan di Probolinggo.

Sekretaris IPNU Probolinggo Babussalam mengatakan bahwa warga Probolinggo mayoritas berasal dari warga NU. Di samping kuantitas pesantrennya yang begitu pesat, warga masih fanatik pada tradisi hormat pada ulama.

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah

“Namun dengan perubahan dari zaman ke zaman, dari masa ke masa yang serba teknologi dan hidup di era globalisasi semuanya mulai tergerus. Dengan kondisi ini, peran orang tua sangatlah urgen dalam memantau pergaulan putra dan putrinya. Baik dalam hal pendidikan dan agama ataupun dalam pergaulan kesehariannya,” katanya, Kamis (4/2).

Menurut Babussalam, pelajar Probolinggo memang diakui sejak lahir sebagai warga NU. Namun tidak ada jaminan mereka memunyai ghiroh dalam hatinya yang akan selalu setia pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

PMII Cabang Tegal

“Dengan maraknya aliran-aliran yang berbagai cara mengancam keyakinan kita, dengan lihainya menghujat kita, tidak hanya melalui media masa namun kadang-kadang sebagai pendidik di pendidikan putra-putri kita. Apakah tidak pesimis dengan generasi kita,” jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Apalagi kondisi pelajar hari ini lebih diperarah oleh logika sekuler daripada kepercayaan. Setelah mereka mengenyam pendidikan yang tidak lepas dari berbagai perbedaan adat, ras, suku, agama dan kepercayaan. Mereka berkolaborasi dengan lingkungannya. “Tidak sedikit putra-putri NU yang lupa pada ajaran nenek moyangnya yakni Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Babussalam menegaskan bahwa problematika ini merupakan tantangan bagi segenap instansi atau struktural terkait maupun masyarakat. Perlu ada sinergi maupun program yang konkret untuk menghadapinya.

“Sebagai organisasi kader NU, IPNU akan menjadi salah satu tumpuan masa depan gerakan sosial keagamaan NU. Semoga keberadaan IPNU menjadi wadah serap aspirasi dari para pelajar yang ada di Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, Kyai, Ulama PMII Cabang Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

Demak, PMII Cabang Tegal. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran (PPTQ) Asnawiyah yang beralamat di Desa Pilangwetan Kecamatan Kebon Agung, Demak, Jawa Tengah mempunyai kebiasaan menutup program khataman dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Ketua Lembaga Pendidikan Islam Asnawiyah (PPTQ) Asnawiyah K.Cholilullah pada mengatakan, Pesantren Asnawiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendalami khusus Al-Qur’an baik program menghafal, maupun mendalami ilmu Al-Quran.

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

“Sebagai pesantren Al-Quran , Pesantren Asnawiyyah membiasakan penutupan kajian Ramadhan dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran,” kata Cholilullah kepada PMII Cabang Tegal pada Ahad (28/7).

PMII Cabang Tegal

Kegiatan tersebut diawali dengan ziarah ke makam sesepuh PPTQ Asnawiyyah pagi hari. Pada sore hari buka puasa bersama dengan pengasuh pesantren beserta dzuriyyah (keluarga pesantren), dan seluruh santri. 

Lebih lanjut K Cholilullah menambahkan acara penutupan dan peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan setelah shalat Tarawih yang didahului dengan khotmil Quran. Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin Anisatul Qariah Cholil, AH dan doa dipimpin langsung Nyai Hj. Siti Hajar Harni, AH dan diakhiri dengan peringatan hikmah Nuzulul Quran.

PMII Cabang Tegal

“Habis Tarawih kita lanjutkan dengan khataman kajian yang didahului dengan khotmil Quran, tahlil mauidhoh hasanah,” tambah K Cholil.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh PPTQ Asnawiyyah KH M Muchozin mengatakan, bahwa peringatan Nuzulul Quran adalah sebuah momentum bagi santri supaya lebih mengenal secara mendalam tentang Al-Quran yang meliputi tajwid, qiro’ah atau bacaan, ilmu tafsir, sampai asal mula ayat diturunkan (asbabunnuzul).

“Seorang santri harus mempunyai semangat dalam memperdalam keilmuan Al-Quran, baik qiro’ah, tafsir maupun ulumul Quran itu sendiri,” tutur KH Khozin.

Dalam acara tersebut pengurus Ikatan Santri Putri Asnawiyyah (IKASAPNA) sebagai wadah organisasi internal pesantren Asnawiyyah meluncurkan buletin El-Fata Edisi ke-3 dengan kajian utama “Santri Multi Talent”.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam, Nusantara, Kyai PMII Cabang Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)
Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ?:

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ?.

Artinya, Segala puji bagi Allah swt yang menjadikan matahari dan bulan sebagai salah satu tanda kebesaran Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa yang mana tanda itu telah tampak bagi orang-orang awas yang merenungkan dan memikirkannya. Dialah yang membuat malam dan siang silih berganti. Pergantian malam-siang itu merupakan peringatan bagi orang-orang berilmu dan berpikir yang bersedia mengambilnya sebagai peringatan. Kita memuji Allah swt atas anugerah yang Dia berikan kepada kita dengan menerima nasihat, menasihati, dan mengambil pelajaran.

Aku bersaksi, tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Tunggal, lagi Maha Kuasa, sebuah kesaksian yang kita simpan untuk hari di mana hati dan mata itu menatap.

Aku bersaksi, penghulu dan junjungan kita nabi besar Muhammad saw adalah hamba dan utusan-Nya, seorang rasul yang mengajak manusia tunduk dan merendahkan diri kepada Allah swt yang mencipta alam semesta tanpa kecuali. Semoga Allah swt melimpahkan shalawat dan salam-Nya untuk penghulu dan junjungan kita nabi besar Muhammad saw yang diutus membawa peringatan dan kabar gembira, untuk keluarganya yang disucikan sesuci-sucinya dari penyembahan berhala dan syirik, untuk para sahabatnya yang mana mereka mengambil petunjuk darinya, dan untuk seluruh pengikut nabi Muhammad saw.

Amma badu,

Para jamaah sekalian, semoga Allah merahmati kamu semua. Bertakwalah kamu semua kepada Allah. Dia telah menampakkan peringatan-Nya kepadamu semua karenanya terimalah peringatan itu. Dia memperlihatkan tanda kuasa-Nya yang paling jelas agar kamu mengambil peringatan. Amati dan pikirkanlah tanda-tanda-Nya yang jelas itu. “Janganlah menjadi salah satu dari mereka yang berhati keras dan mereka yang melupakan Allah lalu Allah membuat mereka lupa diri. Mereka adalah orang fasik,” (Al-Hasyr ayat 19).

Para jamaah shalat gerhana yang dirahmati Allah, ketahuilah bahwa Allah menyadarkan dan mengingatkan kamu dengan peringatan yang paling nyata di hari gerhana ini agar fenomena ini menjadi peringatan bagimu.

Allah menjadikan matahari sebagai tanda dan cahaya-Nya agar kamu semua dapat beraktivitas mencari nafkah di siang hari. Demikianlah matahari sejak dulu selalu begitu. Dan hari ini telah terjadi gerhana matahari. Fenomena ini tidak terjadi kecuali sebagai peringatan agar kamu berbuat baik, mengambil pelajaran, merenung, berpikir, dan takut siksa-Nya. Siksa Allah itu teramat keras. Istighfarlah, istighfar. Mintalah ampunan kepada Tuhanmu. Kembalilah kepada Tuhanmu karena Dia Maha Lembut lagi Maha Tahu.

Ketahuilah Allah mengedarkan matahari di tempat tetapnya. Dia dengan tepat menentukan lintas peredarannya. Matahari dan bulan adalah dua tanda-Nya. Dia mengedarkan matahari dan bulan di tempat edarnya. Keduanya beredar tidak keluar dari lintasan edarnya sejak diciptakan hingga hari ini dan hari-hari esok. Allah menjadikan matahari sebagai tanda-Nya di malam hari sebagaimana bulan adalah tanda-Nya di malam hari atas kuasa Penguasa Yang Maha Tahu. Allah menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Allah menentukan semuanya dengan ketentuan yang proporsional.

Wahai umat Islam, bertakwalah kamu kepada Allah dan waspadalah karena Dia menuntutmu waspada atas fenomena gerhana matahari. Pasalnya sinar dan cahaya matahari adalah nikmat dan rahmat-Nya untukmu. Allah mengubah nikmat itu melalui fenomena gerhana agar kamu mengambil pelajaran. “Allah takkan mengubah (nikmat) yang ada pada suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah (ketaatan) yang ada pada diri mereka. Demikian terjadi karena Allah takkan nikmat yang telah diberikannya kepada suatu kaum sampai mereka sendiri mengubah (ketaatan) yang ada pada diri mereka sendiri,” (Al-Anfal ayat 53).

Bisa jadi gerhana matahari ini terjadi disebabkan oleh akumulasi dosa-dosamu. Karenanya, minta ampunlah atas segala dosamu karena dosa dapat terhapus sebab istighfar. Sesalilah perilakumu yang melewati batas selama ini di hadapan Allah.

Rasulullah saw bersabda, "Sungguh matahari dan bulan adalah dua tanda dari sekian banyak tanda kebesaran Allah. Gerhana keduanya terjadi bukan karena meninggal dan lahirnya seseorang. Kalau kamu lihat fenomena itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah," (HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain).

Allah berfirman, "Dialah Allah yang menciptakan matahari sebagai sinar dan bulan sebagai cahaya. Dia menetapkan garis edarnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan hitungannya. Tiadalah Allah ciptakan semua itu kecuali dengan benar. Demikian Allah menerangkan tanda-tanda-Nya bagi kaum yang mau memahami,” (Yunus ayat 5).

? ? ? ?

Kemudian berdoa dengan doa yang sesuai. (diterjemahkan oleh Alhafiz Kurniawan, PMII Cabang Tegal)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Quote, Kyai PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Galang Dukungan Tarik Pasukan AS dari Irak

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta kepada parlemen Indonesia agar menggalang dukungan dengan parlemen negara lain dalam upaya penarikan pasukan pendudukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dari Irak. Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

“Penggalangan dukungan dan kesepakatan itu juga untuk menghindari veto dari Presiden AS George W Bush terhadap Resolusi Kongres AS,” kata Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (30/4), menyusul digelarnya sidang majelis Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-116 di Nusa Dua, Bali, 29 April hingga 4 Mei 2007.

Galang Dukungan Tarik Pasukan AS dari Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Galang Dukungan Tarik Pasukan AS dari Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Galang Dukungan Tarik Pasukan AS dari Irak

Sebelumnya, Kongres AS, Kamis (26/4) lalu, memberi persetujuan akhir pada rancangan undang-undang biaya perang, yang memulai penarikan pasukan AS dari Irak pada 1 Oktober, yang diancam veto Presiden George W Bush dalam pertikaian tersengitnya dengan Kongres pimpinan Partai Demokrat itu.

Menurut Hasyim, keputusan Kongres AS yang dipelopori Partai Demokrat itu harus mendapat dukungan. Karena, sejak diinvasi AS, kondisi Irak semakin tidak jelas. Selain itu, menurutnya, dukungan terhadap penarikan pasukan AS dari Irak juga untuk memperbaiki citra AS yang semakin menurun di mata dunia.

Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace itu mengungkapkan, apapun keadaannya, parlemen Indonesia harus melakukan penggalangan dukungan bagi penarikan pasukan AS dari Irak. Karena hal itu merupakan kewajiban Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Berani atau tidak, hal itu harus dilakukan. Karena hal itu merupakan amanat konstitusi, Mukadimah (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945; ‘…ikut serta dalam memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan keadilan sosial…’,” urai Hasyim.

PMII Cabang Tegal

Terkait pertemuan IPU, Hasyim mendesak agar forum delegasi parlemen dunia itu menghasilkan kesepakatan yang bisa mendesak AS agar segera keluar dari Irak serta upaya mengakhiri konflik sektarian akibat pendudukan pasukan AS dan sekutunya.

“Mendesak agar parlemen Indonesia bisa menggalang dukungan dengan anggota parlemen negara lain untuk menyatakan bahwa invasi AS ke Irak merupakan tindakan yang tidak sah dan bertentangan dengan hukum internasional serta hukum kemanusiaan atau HAM (Hak Asasi Manusia, Red)),” ujar Hasyim.

Selain itu, Hasyim juga meminta kepada parlemen Indonesia untuk menggalang dukungan dengan parlemen negara lain agar bisa mendesak Israel untuk membebaskan sejumlah menteri dan anggota parlemen Palestina yang ditangkap oleh Israel secara tidak sah dan bertentangan dengan hukum.

Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu, menyerukan kepada rakyat Irak agar memperkuat persatuan dan meninggalkan perpecahan antar-bangsa sendiri serta melawan segala bentuk penjajahan dan invasi AS. (rif)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai PMII Cabang Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Kejutan Pemkot Palembang untuk Peserta Kongres

Palembang, PMII Cabang Tegal. Sekitar seratusan peserta Kongres IPNU-IPPNU mendapatkan kejutan dari pemerintah kotamadya Palembang, Sumatera Selatan. Kejutan tersebut berupa fasilitas kapal pesiar untuk mengantarkan para peserta kongres menelusuri keindahan alam sepanjang sungai Musi. (3/11).

Kejutan Pemkot Palembang untuk Peserta Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejutan Pemkot Palembang untuk Peserta Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejutan Pemkot Palembang untuk Peserta Kongres

Perjalanan wisata dimulai dari Benteng Kuto Besak kemudian melintasi komplek makam Kiai Marogan, hingga berakhir di Pulau Kemaro. Perjalanan wisata ini rencananya akan difasilitasi oleh pemerintah Kotamadya Palembang sebanyak tiga kali selama kongres berlangsung.

“Perjalanan wisata ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan sambutan pemerintah Kotamadya Cirebon untuk para generasi NU, barangkali selama acara kongres ini berlangsung mereka merasakan penat, capek, dan bosan, maka kami ajak mereka jalan-jalan agar pikiran mereka kembali segar,” ujar Rosyidin Hasan, kepala Kandepag Palembang yang mewakili pihak pemkot.

PMII Cabang Tegal

Sepanjang perjalanan para peserta kongres dimanjakan dengan berbagai hiburan dan hidangan makanan yang tersedia di dalamnya. Peserta semakin terasa terhibur ketika sebuah panggung musik yang tersedia di dalam kapal tersebut dijadikan ajang pentas untuk menyanyikan lagu khas daerahnya masing-masing.

“Kami tentu merasa bahagia dengan sambutan yang istimewa ini, dan tentu kami mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemkot Palembang atas fasilitas yang sedang kami nikmati ini, selain ucapan terimakasih, kami juga berjanji akan mempromosikan potensi wisata sungai Musi yang luar biasa ini dalam dunia wisata, baik dalam, maupun luar negeri,” tutur Putih Hasni, selaku salah satu panitia kongres.

PMII Cabang Tegal

Selain menikmati keindahan sepanjang sungai Musi, para peserta juga mendapatkan sepintas pengetahuan sejarah yang dipaparkan oleh para pendamping, dimulai dari sejarah kota Palembang, kisah-kisah Kiai Marogan, cerita yang tersimpan dibalik Pulau Kemaro, sampai kecintaan warga Palembang terhadap Nahdlatul Ulama.

Paket wisata dengan menggunakan kapal pesiar Putri Kembang Naga bagi para peserta kongres ini akan kembali dilaksanakan besok, padahal sebelumnya pihak panitia tidak memasukkan ke dalam rangkaian acara, namun tiba-tiba pemkot menjadikan semuanya sebagai sebuah kejutan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Sohib Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai PMII Cabang Tegal

Kamis, 16 November 2017

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Sedikitnya 300 orang pelajar puteri NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dari 38 Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU se-Indonesia mengikuti workshop kaderisasi di Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at hingga Ahad (3-5/3).

Kegiatan yang digelar oleh Pimpinan Pusat (PP) IPPNU ini dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari. Pembukaan ini dimeriahkan oleh persembahan Tari Glipang yang dibawakan oleh pelajar di Kabupaten Probolinggo.

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi

Ketua Umum PP IPPNU Puti Hasni menyampaikan, tantangan global tidak lagi menjadi kewaspadaan, namun telah berubah menjadi ancaman di tengah derasnya upaya mengguncang posisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berbagai cara.

PMII Cabang Tegal

“Standardisasi-standardisasi yang berasaskan pada nilai-nilai global mengancam segala bentuk khazanah lokal. Keseragaman-keseragaman semu diciptakan untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan yang harmoni,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Puti Hasni, tuntutan-tuntutan administratif terkait pendidikan semakin membutakan pemuda pada sebuah esensi pembelajaran, belajar sebagai proses untuk menjadi tahu dan bijaksana bukan bentuk keserakahan.

“Tentu akan menjadi sebuah ironi ketika seorang pelajar terjebak pada gagasan-gagasan global tanpa mengembangkan jati diri dengan khazanah lokal yang selalu dibanggakan, ideologi NU yang mampu menopang dan menyangga keberadaan NKRI,” jelasnya.

Melalui kegiatan workshop kaderisasi ini Puti Hasni mengharapkan nantinya pelajar putri NU mampu membuka wacana spirit ideologi NU yang menyelamatkan dunia dan akhirat serta menyinergikan pembangunan berasas keberagamaan untuk keutuhan NKRI.

“Memahamkan kembali posisi dan potensi kader NU umumnya dan pelajar putri NU khususnya. Serta, merumuskan kembali pola perjuangan IPPNU yang senafas dengan Khittah NU 1926,” tegasnya.

Sementara Hj Puput menegaskan, peran, tugas, dan tanggung jawab perempuan tidak kalah penting dengan peran laki-laki. Khususnya ketika menjalankan tugas seorang Istri. “Tanggung jawab istri adalah melayani suami dan paling penting adalah menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya,” ungkapnya.

Selama 3 (tiga) hari, para pelajar putri NU ini akan mengikuti seminar pengembangan kaderisasi kontemporer serta seminar literasi digital. Kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi sekaligus RTL dan pembentukan tim penyusunan materi kaderisasi. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Kyai, Habib PMII Cabang Tegal

Selasa, 07 November 2017

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menjelang tahun ajaran baru ini, PBNU akan memberikan bantuan kepada para anak didik yang menjadi korban Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan, tim dari PBNU telah melakukan need assessment pada 7-9 Juli lalu.

Avianto Muhtadi dari Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) yang akan menangani program ini menjelaskan bahwa kondisi di tempat pengungsian sangat memprihatinkan dan kurang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

“Saat ini diperlukan tempat pendidikan semi permanen agar anak-anak dapat mengenyam pendidikan dan sebagai sarana psikologis untuk mengurangi kejenuhan dan stess,” tuturnya, Kamis.

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo

Menurutnya, tempat pendidikan semi permanent ini dapat dibuat dengan harga yang tidak mahal seperti rumah semi permanen di Jogja yang dibangun pasca gempa. Mengenai lahan, ia mengusulkan untuk pinjam sementara dari tanah pemerintah.

Kebutuhan lain yang berhasil diidentifikasi adalah perlunya subsidi berupa bantuan beasiswa bagi anak agar dapat bersekolah dan kebutuhan perlengkapan sekolah seperti seragam, buku pelajaran, alat tulis dan buku tulis.

Sementara kebutuhan bagi balita dan anak-anak dibawah lima tahun yang saat ini masih berjumlah 271 di Pasar Baru Porong adalah pelayanan kesehatan berupa peningkatan gizi berupa makanan bergizi bagi balita, pemantauan perkembangan gizi dan peningkatan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan secara periodic dan pembeikan kekebalan dan daya tahan tubuh.

PMII Cabang Tegal

PBNU berharap seluruh kebutuhan ini dapat disumbangkan bekerjasama dengan fihak lain baik dari LSM maupun lembaga donor yang berkonsentrasi dalam bidang ini.

Beberapa waktu lalu, perwakilan dari UNCOHA, badan PBB yang mengurusi masalah kemanusiaan telah bertemu dengan KH Hasyim Muzadi pada 20 Maret 2007 yang juga membicarakan kemungkinan memberikan bantuan untuk penanganan korban Lumpur Lapindo melalui PBNU.

PMII Cabang Tegal

Sejauh ini berbagai eksponen NU, mulai dari tingkat cabang sampai PBNU telah melakukan berbagai upaya untuk membantu korban lumpur agar masalah ini cepat selesai. Mereka telah menyediakan sarana ibadah dan belajar, bimbingan belajar, advokasi, pengamanan tanggul dan lainnya. (mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Kyai, Internasional PMII Cabang Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Jombang, PMII Cabang Tegal



Meskipun disebut sebagai Kota Santri, tingkat kejahatan dan tindakan kurang patut dan mengarah kriminalitas di Kabupaten Jombang Jawa Timur masih tinggi. Peredaran narkoba juga cukup memprihantinkan. Belum lagi kian bertambahnya jumlah anak jalanan. Sebagai solusi, harus ada usaha untuk mendirikan madrasah diniyah atau Madin di setiap desa.

Hal tersebut disampaikan Ny Hj Mundjidah Wahab pada kegiatan wisuda hafidh di Pondok Pesantren Nurul Quran yang berlokasi di Desa Bendungrejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (2/9) malam.

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

"Saya saksikan sejumlah anak muda lebih memilih mengisi aktifitas di kawasan lampu merah sambil ngamen daripada bersama keluarga," kata perempuan yang juga Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut.

Mereka adalah generasi muda yang harusnya mengisi hidup dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. "Tapi yang dilakukan mereka sangat memprihatinkan," ungkap Nyai Mundjidah.

PMII Cabang Tegal

Bagi putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Hasbullah tersebut, perbaikan karakter adalah solusi agar anak muda tidak terjerumus dengan hal negatif. "Salah satunya adalah mengenalkan mereka dengan pendidikan agama layaknya di pesantren," tandas Wakil Bupati Jombang ini.

Konsekuensi sebagai Kota Santri yang melekat pada Kabupaten Jombang, maka Nyai Mundjidah akan berupaya menghadirkan madrasah diniyah (madin) di setiap desa. "Ini sebagai jawaban agar sejumlah penyakit masyarakat khususnya yang menghinggapi generasi muda bisa segera ditemukan jalan keluarnya," katanya.

PMII Cabang Tegal

Karena itu dirinya sangat salut kepada para wisudawan penghafal Al-Qur’an yang justru mengisi hari dengan aktivitas bermanfaat. "Kalianlah yang akan memberikan pencerahan kepada masyarakat," katanya.

Diharapkan kehadiran para wisudawan penghafal kalamullah tersebut nantinya bisa menyemarakkan madin yang ada di setiap desa. "Saya yakin bila upaya pendirian madin di setiap desa nantinya akan mampu menekan angka kriminalitas, khususnya para generasi muda," tandasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai PMII Cabang Tegal

Sabtu, 30 September 2017

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting

Jepara, PMII Cabang Tegal. Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Jepara bekerja sama dengan PCNU Jepara mengadakan Pendidikan Kader Penggerak Ranting di pesantren Jabal Nur desa Bandengan kecamatan Kota kabupaten Jepara, Jum’at-Ahad (31/10-2/11). Sedikitnya 30 peserta utusan ranting NU berlatih menganalisan dan menggerakkan NU di desa masing-masing. 

Ketua penyelenggara Lukman Hakim mengatakan, kegiatan dilaksanakan sebagai tindak lanjut pelatihan kader penggerak ranting tingkat nasional di Jakarta. “Kegiatan ini bertujuan menciptakan kader NU di tingkat ranting yang mampu mengamalkan dan membela aswaja serta mampu mengelola sumber daya di desa,” terang Lukman.

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting

Kegiatan tidak hanya berhenti di pelatihan. Beberapa rencana tindak lanjut telah dirancang semisal menggerakkan sumber daya infak dan sedekah, mengoptimalkan fungsi masjid dan musholla, pemberdayaan ekonomi, kaderisasi tingkat ranting, pelayanan kesehatan masyarakat, lailatul ijtima serta pengembangan pendidikan.

PMII Cabang Tegal

Pihaknya menargetkan kegiatan ini usai sebelum Konfercab yang akan dilaksanakan 2015 mendatang. Bulan November dan Desember MWCNU yang siap melaksanakan kegiatan serupa yakni kecamatan Batealit dan Tahunan. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Kyai, Habib PMII Cabang Tegal

Senin, 11 September 2017

PCINU Maroko Gelar Seminar Ekonomi Syariah

Rabat, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Maroko menggelar seminar ekonomi syariah dengan tajuk “Keuangan dan Pasar Modal Indonesia” di ruang serbaguna KBRI di kota Rabat, Maroko, Senin (11/5) petang waktu setempat.

Acara yang dihadiri segenap mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di kota Rabat, perwakilan mahasiswa Thailand dan Malaysia, serta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KBRI Rabat ini menghadirkan Dr Muhammad Gunawan Yasni, pakar ekonomi Indonesia. Gunawan sedang berada di Maroko atas undangan beberapa kampus di Maroko untuk mengadakan workshop terkait ekonomi Islam. Turut hadir pula ketua DWP KBRI Rabat, istri Dubes RI di Maroko, Ella Syamsuri .

PCINU Maroko Gelar Seminar Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Gelar Seminar Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Gelar Seminar Ekonomi Syariah

Dalam kesempatan itu, Gunawan mengetengahkan tentang produk keuangan syariah dan pengaplikasian standar keuangan Islam ala Indonesia. Menurutnya, meskipun Indonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia tetapi hingga saat ini warganya masih sebagian saja yang menggunakan produk keuangan berbasis syariah. Tercatat pada 2007 hanya 2,2 persen saja dari muslim Indonesia pengguna jasa perbankan yang mempergunakan produk keuangan syariah.

PMII Cabang Tegal

Anggota Dewan Syariah Nasional  dan penasehat Kementerian Keuangan RI ini juga menilai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia tergolong pesat mengingat pola pertumbuhannya yang sepenuhnya muncul dari gagasan pemerhati perekonomian, dan bukan atas inisiatif pemerintah.

PMII Cabang Tegal

Gunawan memaparkan bahwa mereka yang pertama menjadi konsumen produk keuangan berbasis syariah justru kalangan nonmuslim karena mereka merasa bahwa produk ini bersandar pada etika, bukan mengejar profit semata. Menutup pemaparannya, ia menegaskan bahwa sistem ini bukan hendak mengubah sistem yang sudah ada melainkan melakukan purifikasi dan penyesuaian agar selaras dengan nilai-nilai Islam.

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Harlah NU pada 16 Rajab lalu ini mendapat sambutan yang meriah dari para hadirin. Antusiasme peserta seminar terhadap perkembangan ekonomi syariah di Indonesia  tampak saat mereka dengan semangat memberondong narasumber dengan bermacam pertanyaan pada sesi diskusi.

Di akhir acara, ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Dr Muhammad Gunawan Yasni oleh Rais Syuriah PCINU Maroko Alvian Iqbal Zahasfan. (Durrotul Yatimah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Internasional, Habib PMII Cabang Tegal

Senin, 21 Agustus 2017

Kenapa Jaringan Teroris Gencar Rekrut Perempuan? Ini Penjelasan Kiai Said

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sel-sel jaringan terorisme yang digerakkan oleh Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) saat ini kecenderungannya gencar merekrut perempuan. Tidak hanya dijadikan sebagai sarana indoktrinasi dan distribusi logistik, tetapi juga dijadikan sebagai “pengantin” atau pelaku bom bunuh diri.

Kenapa Jaringan Teroris Gencar Rekrut Perempuan? Ini Penjelasan Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Jaringan Teroris Gencar Rekrut Perempuan? Ini Penjelasan Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Jaringan Teroris Gencar Rekrut Perempuan? Ini Penjelasan Kiai Said

Terbukti dengan beberapa perempuan yang tertangkap oleh Densus 88 Polri yang hendak melakukan aksi bom bunuh diri. Kasus pertama penangkapan Dian yulia Novi di Bekasi yang hendak meledakkan diri dengan target Istana Negara.?

Kedua, Ika Puspitasari alias Salsabila di Purworejo yang diduga kuat terlibat tindak pidana terorisme, dan ketiga penangkapan Jumiatun Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi Delima, istri Santoso, Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Mengapa gencar merekrut perempuan? Terkait dengan kecenderungan tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mempunyai analisis tersendiri. Penjelasan itu ia kemukakan dalam rubrik opini berjudul "Perempuan dan Terorisme" yang ditulisnya di? Harian Kompas edisi Kamis, 5 Januari 2017.

PMII Cabang Tegal

Menurut penjelasan Kiai Said, ada 3 faktor yang menjadi kecenderungan sel jaringan terorisme NIIS gencar merekrut perempuan.

Pertama, katanya, sel NIIS di Indonesia sedang meniru strategi dan taktik NIIS internasional yang melibatkan perempuan dalam peran-peran kombatan yang selama ini didominasi laki-laki.?

“Termasuk pasukan artileri dan pasukan bom bunuh diri,” tulis Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Menurut Guru Besar Ilmu Tasawuf itu, saat ini NIIS di Irak dan Suriah mengalami banyak kekalahan. Menjadikan perempuan pelaku bom bunuh diri atau pasukan artileri dianggap efektif untuk mengelabui lawan.

PMII Cabang Tegal

Kedua, secara sosiologis perempuan, termasuk anak-anak adalah kelompok rentan,” jelasnya.

Dalam kasus Dian, menurut Kiai Said, betapa perempuan dan anak-anak sangat rentan saat ? tercuci pikirannya ketika menemukan dan membaca doktrin-doktrin radikal di dunia maya dan di media sosial.

“Dian mengaku sering membuka status-status Facebook para ekstrem jihadis di Suriah dan sering mengonsumsi berita serta artikel keagamaan di situs millahibrahim.net yang berisi ajaran-ajaran radikal Aman Abdurrahman tanpa nalar kritis,” urai kiai asal Kempek, Cirebon ini.

Ketiga, imbuhnya, banyak studi menunjukkan perempuan yang menjadi TKW mengalami banyak kekerasan fisik dan psikis. Kekerasan ini, menurut Kiai Said melahirkan penyakit psikis berupa marah, gelisah, dan putus asa. Hal ini menjadikan mereka makin rentan terhadap pengaruh apapun.

“Butuh mekanisme pertahanan diri secara benar dalam diri setiap orang. Dalam kasus Dian, mekanisme pertahanan diri justru diperoleh dari jalan yang tidak benar,” terang Kiai Said. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam, Kyai PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock