Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Ini Tanggapan MWCNU Kadur Jadi Responden Penelitian Pilkada Nasional

Pamekasan, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah MWCNU Kadur Pamekasan menjadi salah satu sasaran pencocokan dan penelitian (coklit) nasional pilkada serentak tahun 2018, Sabtu (20/1). Pengasuh Pesantren Miftahul Anwar, Pamoroh, Kadur, Pamekasan tersebut menyambut baik petugas coklit dari KPU Pamekasan, PPK Kadur, PPS Pamoroh, dan P2DP setempat.

Kiai Ihya tampak proaktif memberikan data diri beserta keluarganya. Bahkan, dia menyatakan sangat apresiasi terhadap kinerja panitia pemlilhan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan serta calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Ini Tanggapan MWCNU Kadur Jadi Responden Penelitian Pilkada Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tanggapan MWCNU Kadur Jadi Responden Penelitian Pilkada Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tanggapan MWCNU Kadur Jadi Responden Penelitian Pilkada Nasional

"Kami bangga karena bapak-bapak cukup cekatan dalam mengupdate data," tegas Kiai Ihya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Ihya berterima kasih karena sudah dibuat sampel untuk coklit nasional. Pihaknya berharap semoga hal itu menjadi ketersambungan untuk kebaikan bersama.

PMII Cabang Tegal

Sekarang, tegasnya, sudah eranya keterbukaan, termasuk pendataan yang sering jadi masalah dalam pemilihan. Karena itu, diharapkan semangat pendataan secara terbuka terus dipertahankan.

PMII Cabang Tegal

Taraf berpikir masyarakat di Kabupaten Pamekasan, tegasnya, kini lebih radikal dibanding daerah lainnya. Untuk itu, perlu kehati-hatian.

"Perseringlah minta doa kepada masyarakat umum agar pemilihan berlangsung harmonis. Semoga kita mendapatkan ridha dari Allah," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Makam, Hadits PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Musibah gempa dan tsunami yang melanda NAD, hingga mendorong berbagai negara datang ke Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan, mengakibatkan berbagai rahasia militer yang selama ini tertutup bisa diketahui pihak asing.

Pengamat politik dari Univ. Bengkulu (Unib), Drs. Lamhir Syam Sinaga MSi, Jumat, mengatakan, posisi global permukaan (Global positioning for landscape) dikhawatirkan tidak ada yang menjadi rahasia lagi. Bahkan tiap jengkal wilayah NAD dan mungkin juga Indonesia sudah difoto, disaat perhatian aparat tercurah dalam penanganan masalah korban dan pengungsi.

Pihak asing, mungkin saja sudah tahu berapa Indonesia memiliki kapal perang, pesawat tempur, meriam dan senjata lainnya. Indonesia kini dalam kondisi yang sudah bisa diprediksi kekuatan militernya, bahkan bila pihak asing menyerang Indonesia dengan mudah mereka melumpuhkan pusat kekuatan militer yang dimiliki. Peta udara melalui foto satelit disatu sisi menguntungkan karena bisa melihat kerusakan yang diakibatkan gempa dan tsunami, tapi disisi lain bisa saja dimanfaatkan untuk keperluan militer dan politis oleh pihak asing. Dengan foto udara bisa diketahui mana yang pangkalan militer, masjid serta fasilitas umum.

Apalagi dengan kemajuan yang begitu pesat dibidang persenjataan, sasaran yang diinginkan akan mudah dihancurkan asalkan sudah jelas posisi dan kordinatnya. "Rudal balistik jarak jauh kini sudah bisa diprogram untuk melumpuhkan pertahanan Indonesia dari jarak jauh," ujar alumni Fisip UI dan master dibidang kajian ketahanan nasional UI itu.Keberadaan pihak asing sebaiknya memang betul-betul digunakan untuk keperluan kemanusiaan. Jangan sampai tujuan kemanusiaan membungkus maksud yang lebih besar.

Lamhir menegaskan, tidak ada bantuan yang betul-betul murni untuk tujuan kemanusiaan. Akan selalu ada unsur politis dibalik bantuan itu. "Itulah manusia, tindakannya selalu ada pamrih," ujarnya. Indonesia tidak mungkin menolak bantuan asing, bila tidak ingin korban selamat jadi meninggal akibat terlambat mendapat bantuan medis, begitu juga dengan pengungsi yang jumlahnya mencapai ratusan ribu sehingga perlu penanganan oleh berbagai pihak. Bahkan upaya untuk merekonstruksi dan rehabilitasi NAD perlu biaya dan dukungan dana dari luar negeri. Dalam konvensi nasional setiap negara yang dapat musibah wajib dibantu negara lain, apalagi posisi Indonesia sebagai negara pengutang, tentunya bantuan asing sangat diharapkan.

Ia meminta agar setiap detik aparat dan seluruh warga waspada. Disisi lain, Lamhir menegaskan, tindakan AS mengembargo sukucadang pesawat dengan dalih pelanggaran HAM telah mengakibatkan bantuan terhadap korban gempa dan tsunami di NAD tidak berjalan maksimal, hingga aparat TNI terkendala dalam mengirimkan pesawat dan helikopter. Desakan dunia yang menyalahkan AS atas kebijakan mengembargo, akhirnya melunakkan hati negara adidaya itu dengan mencabut embargo untuk pesawat hercules. Orang diseluruh dunia menyalahkan AS yang dinilai tidak adil dengan kebijakannya.  Apalagi AS juga sepertinya setengah hati dalam membantu Indonesia, terutama bila dilihat dari nominal bantuan. Seorang artis seperti Sandra Bullock saja membantu satu juta dollar AS. Dengan kedatangan Menlu Collin Powel dan Gubernur Jeff Bush menurut Lamhir, suatu perubahan sikap yang bagus.

Hal senada juga diungkapkan, peneliti Lp3es, Abdul Munim, menurutnya kewaspadaan terhadap pihak asing yang ada di tanah air atas nama bantuan kemanusiaan juga harus ditingkatkan. Karena selain ancaman pertahanan negara juga sangat dimungkinkan terjadinya pencurian naskah dan benda budaya lainnya baik oleh pendatang domestic dan terutama pihak asing yang saat ini banyak terdapat di sana, sementara demi alasan darurat, proses exit-permit yang sangat longgar itu bisa digunakan untuk menyelundupkan naskah-naskah keluar negeri.

"Tidak menutup kemungkinan tim penyelamat asing terdiri dari para etnolog, arkheolog, antropolog atau sosiolog, yang tahu adanya barang berharga di sana. Sebab dalam keadaan normal meraka lihai memperdagangan naskah dan benda budaya secara gelap, maka dalam situasi keruh dikhawatirkan pencurian juga marak." paparnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Makam, Doa PMII Cabang Tegal

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer

Selasa, 30 Januari 2018

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Thawaf Ifadlah yang menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji, boleh diwakilkan kepada orang lain. Namun, hukum boleh, diputuskan setelah melewati perdebatan panjang para peserta musyawarah bahtsul masail. Hukum badal Thawaf Ifadlah ini diperbolehkan dengan sejumlah syarat.

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Putusan Pleno yang dipimpin Ketua LBM PBNU KH Zulfa Musthofa Rabu (3/7) pagi mengatakan, “Pada dasarnya badal Thawaf Ifadlah tidaklah diperbolehkan meskipun ada uzur karena Thawaf Ifadlah merupakan salah satu rukun haji.”

Mereka mengutip pendapat Imam Syihabuddin ar-Ramli yang membolehkan badal itu dengan sejumlah syarat. Syarat yang diajukan Ar-Ramli adalah pelaku haji merupakan orang yang madlub (orang sakit yang secara medis tidak mungkin sembuh) dan sudah pulang ke tanah airnya.

PMII Cabang Tegal

Syekh Ramli berargumen, ibadah Haji yang mencakup rukun, wajib, dan sunahnya boleh dibadalkan. Tentu Thawaf Ifadlah sebagai salah satu rukun haji, lebih boleh untuk dibadalkan.

PMII Cabang Tegal

Badal Thawaf Ifadlah merupakan satu isu yang dibahas dalam bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/7) malam.

Syarat itu diajukan oleh Syekh Ar-Ramli yang kemudian dikukuhkan peserta musyawarah LBM PBNU guna menghindari tasahhul, menyepelekan hukum syariah.

Peserta bahtsul masail ialah pengurus wilayah dan cabang LBM NU, Rais Syuriah PBNU, Rais Syuriah PWNU se-Indonesia, dan utusan sejumlah pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Nahdlatul, Makam PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Afsel Luncurkan Kartu Kredit Khusus Jamaah Haji

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sebuah kartu kredit khusus untuk jamaah haji diluncurkan di Afrika Selatan oleh "Bidvest Bank", penyedia kartu perjalanan terbesar di dunia, yang akan memberi pelayanan bagi jamaah haji "kartu dengan mata uang dunia" (World Currency Bank), dengan denominasi riyal Saudi Arabia.

Jamaah haji Afrika Selatan tidak perlu membawa uang tunai lagi, dan akan lebih hemat dalam pembayaran dengan bantuan kartu kredit ini.

Afsel Luncurkan Kartu Kredit Khusus Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Afsel Luncurkan Kartu Kredit Khusus Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Afsel Luncurkan Kartu Kredit Khusus Jamaah Haji

Sebelumnya, jamaah haji Afrika Selatan harus menukarkan mata uang lokal mereka, Rand, ke Dollar Amerika, baru kemudian ke Riyal sehingga menimbulkan biaya nilai tukar yang mahal.?

PMII Cabang Tegal

“Kami percaya, kartu ini akan menjadi bagian dari kelengkapan dari rencana perjalanan ketika Muslim Afrika Selatan pergi ke Makkah, baik untuk pergi berhaji atau umroh,” kata Neil Capazorio, kepada Divisi Kartu Bidvest Bank.

Beberapa keunggulan lain dari kartu ini adalah, saldo milik jamaah akan terus diperbaharui, keuntungan pentinga lainnya adalah nilai tukar sudah dimasukkan sebelum keberangkatan.

PMII Cabang Tegal

Tidak ada proses yang rumit dalam aktivasi kartu ini, karena sangat cepat dan mudah dengan tetap memperhatikan masalah keamanan seperti dilansir oleh topnews.ae.

Disamping bisa ditukarkan langsung dengan Riyal, kartu ini menyediakan layanan praktis dari Rand ke Dollar Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, bisa juga ke Poundsterling Inggris, Yen Jepang, Yuan China, Rupee India dan Mauritania, Franc Swiss, Shekel Isreal, Dirham UAE, Reais Brazil, Bath Thai dan Peso Argentina. (islam.ru/mukafi niam)

Foto: youtube.com

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Tegal, Makam PMII Cabang Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Panitia Lokal Cek Kesiapan Rakernas Pergunu Akhir Februari

Lombok, PMII Cabang Tegal - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) berencana menggelar rapat kerja nasional di Pondok Pesantren NU Al-Mansyuriyah, Praya, Lombok, pada 24-26 Februari 2017. Sementara panitia setempat tengah mempersiapkan segala keperluan rapat kerja perdana pascakongres Pergunu di Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto beberapa bulan lalu.

Ketua Panitia Rakernas Joni Rupawan mengatakan, persiapan sarana dan prasarana sudah mencapai delapan puluh persen. Dukungan terhadap acara ini datang dari pelbagai pihak termasuk Bupati Lombok Tengah dan masyarakat setempat. “Pemerintah Daerah Lombok Tengah sangat men-support kegiatan ini,” imbuh Rupawan.

Panitia Lokal Cek Kesiapan Rakernas Pergunu Akhir Februari (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Lokal Cek Kesiapan Rakernas Pergunu Akhir Februari (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Lokal Cek Kesiapan Rakernas Pergunu Akhir Februari

Ketua PW Pergunu NTB Baiq Muliyanah mengatakan, NTB merasa terhormat menjadi tuan rumah dan bisa melayani pengurus Pergunu seluruh Indonesia. “Kami akan berusaha semampu kami untuk melayani dan menyukseskan perhelatan akbar ini,” kata Baiq.

Pengasuh Pondok Pesantren NU Al-Mansyuriyah TGh KH Taqiyuddin Mansyur mengatakan, pihaknya akan melakukan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu rakernas Pergunu. “Dengan keterbatasan kami tetap akan melakukan yang terbaik untuk melayani tamu dan undangan pada rakernas Pergunu.”

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Sekretaris Panitia Pusat Akhsan Ustadhi dating meninjau kesiapan panitia daerah. Menurutnya, persiapan panitia daerah cukup luar biasa. Pihaknya berterima kasih kepada panitia daerah yang dengan kerja keras berupaya memberikan pelayanan yang prima demi terselenggara dan suksesnya acara rakernas Pergunu.

Forum ini rencananya akan dihadiri oleh utusan 34 pimpinan wilayah dan 316 pimpinan cabang Pergunu. Acara ini akan diisi dengan kajian perlindungan profesionalitas guru, pelatihan menulis ilmiah untuk guru/dosen, dan sarasehan kiai NU se-NTB. (Sandhi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Hadits, Makam PMII Cabang Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

Demak, PMII Cabang Tegal. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran (PPTQ) Asnawiyah yang beralamat di Desa Pilangwetan Kecamatan Kebon Agung, Demak, Jawa Tengah mempunyai kebiasaan menutup program khataman dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Ketua Lembaga Pendidikan Islam Asnawiyah (PPTQ) Asnawiyah K.Cholilullah pada mengatakan, Pesantren Asnawiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendalami khusus Al-Qur’an baik program menghafal, maupun mendalami ilmu Al-Quran.

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

“Sebagai pesantren Al-Quran , Pesantren Asnawiyyah membiasakan penutupan kajian Ramadhan dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran,” kata Cholilullah kepada PMII Cabang Tegal pada Ahad (28/7).

PMII Cabang Tegal

Kegiatan tersebut diawali dengan ziarah ke makam sesepuh PPTQ Asnawiyyah pagi hari. Pada sore hari buka puasa bersama dengan pengasuh pesantren beserta dzuriyyah (keluarga pesantren), dan seluruh santri. 

Lebih lanjut K Cholilullah menambahkan acara penutupan dan peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan setelah shalat Tarawih yang didahului dengan khotmil Quran. Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin Anisatul Qariah Cholil, AH dan doa dipimpin langsung Nyai Hj. Siti Hajar Harni, AH dan diakhiri dengan peringatan hikmah Nuzulul Quran.

PMII Cabang Tegal

“Habis Tarawih kita lanjutkan dengan khataman kajian yang didahului dengan khotmil Quran, tahlil mauidhoh hasanah,” tambah K Cholil.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh PPTQ Asnawiyyah KH M Muchozin mengatakan, bahwa peringatan Nuzulul Quran adalah sebuah momentum bagi santri supaya lebih mengenal secara mendalam tentang Al-Quran yang meliputi tajwid, qiro’ah atau bacaan, ilmu tafsir, sampai asal mula ayat diturunkan (asbabunnuzul).

“Seorang santri harus mempunyai semangat dalam memperdalam keilmuan Al-Quran, baik qiro’ah, tafsir maupun ulumul Quran itu sendiri,” tutur KH Khozin.

Dalam acara tersebut pengurus Ikatan Santri Putri Asnawiyyah (IKASAPNA) sebagai wadah organisasi internal pesantren Asnawiyyah meluncurkan buletin El-Fata Edisi ke-3 dengan kajian utama “Santri Multi Talent”.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam, Nusantara, Kyai PMII Cabang Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan

Kendari, PMII Cabang Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII yang dilaksanakan 16-22 Mei di Lapangan Ex MTQ Kendari Sulawesi Tenggara, Senin (16/5).

Kegiatan dua tahunan ini diikuti tidak kurang dari 1.500 Pramuka Pandega yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia dan sejumlah peserta dari luar negeri, antara lain: Afganistan, Rusia, Jepang, Madagaskar, Philipina, Thailand, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Kegamaan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga ikut meramaikan PW PTK.?

Di hadapan ribuan Pramuka Pandega, Menag mengatakan gerakan pramuka telah mengakar secara historis di bumi Nusantara. Menurutnya, pramuka merupakan salah satu wadah pembinaan generasi muda dan sukses melahirkan kader perubahan. “Perkemahan ini mampu merangsang, menanamkan, dan memperteguh nilai-nilai ? nasionalisme dan patriotisme yang didasari pada pemahaman keagamaan yang terbuka, damai, dan toleran,” tegas Menag sebagaimana dilansir? kemenag.go.id.

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan

“Ini merupakan cermin bahwa kita mempunyai komitmen pluralisme dan upaya serius membangun hubungan yang harmonis lintas iman dan lintas agama,” tambahnya.?

Menurut Menag, bangsa ini harus menjadi contoh bangsa lain betapa masyarakatnya sudah selesai dan tidak mempersoalkan lagi masalah perbedaan agama, ras, suku dan antar golongan. “Semua warga negara bisa hidup bersama (living together), rukun dan damai dalam wadah NKRI,” tegasnya.

Lebih dari itu, lanjut Menag, keterlibatan mahasiswa asing sangat strategis untuk membangun solidaritas dunia, pergaulan dan wawasan global. Melalui perkemahan antar-warga-negara ini, diharapkan akan dapat dibangun kesepahaman dan komitmen bersama untuk hidup saling berdampingan, mendukung dan bekerjasama untuk menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan, lingkungan, hak asasi manusia, terorisme dan kekerasan, dan lain-lain.

PMII Cabang Tegal

“Kegiatan PW PTK XIII 2016 merupakan even yang strategis sebagai wujud komitmen Kementerian Agama RI dalam merevitalisasi gerakan pramuka di Indonesia,” tandasnya.?

Ke depan, Menag berharap ? kegiatan kepramukaan di PTK dapat merespon perkembangan information tekhnologi (IT) yang salah satunya menjelma dengan maraknya media sosial seperti facebook, twitter, instagram, whatshap dan lain-lain.

IAIN Kendari didaulat menjadi tuan rumah kemah bakti bekerjasama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam kemah bakti ini, ada dua sistem perkemahan yaitu beberapa hari tinggal di tapak perkemahan (tenda), dan di hari berikutnya tinggal di rumah penduduk (homestay). Tujuannya, agar para peserta lebih dekat dengan warga, sehingga memahami persoalan yang ada di masyarakat.(Kemenag/Zunus)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Sejarah, Makam PMII Cabang Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Liga Santri Nusantara Diminta Jadi Ajang Silaturrahmi Pesantren

Pacitan, PMII Cabang Tegal. Sebagai bukti kesungguhan dan kesiapan untuk menghelat gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) tahun 2016, Panitia LSN region Jawa Timur 1 yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek melakukan silaturrahmi dengan penasehat Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah (Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama) KH Luqman Harits Dimyathi di kediamanya Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur, Ahad (22/5).

“Silaturrahmi ini dalam rangka meminta arahan dan dukungan dari penasehat PP RMI agar liga santri nusantara nanti dapat berjalan dengan sukses,” ungkap Gus Mustofa, Koordinator LSN Region Jatim 1 didampigi Ketua Pelaksana Gus Anam kepada PMII Cabang Tegal.?

Liga Santri Nusantara Diminta Jadi Ajang Silaturrahmi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Diminta Jadi Ajang Silaturrahmi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Diminta Jadi Ajang Silaturrahmi Pesantren

Usai Silaturrahmi, Gus Mustofa menjelaskan bahwa maksud kedatangan mereka untuk meminta arahan dan dukungan terkait pelaksanaan Liga Santri Nusantara (LSN). Kiai Luqman mendukung penuh perhelatan Liga santri nusantara sebagai ajang silaturrahmi para santri pondok pesantren. Melalui LSN, tiap pesantren didorong untuk terus memaksimalkan bakat dan kualitas para santrinya dalam bidang sepak bola sehingga mampu bersaing dengan tim-tim sepakbola lainya.

Gus Mustofa menambahkan, Liga Santri Nusantara usia-18 region Jatim 1 akan diikuti 32 Team dari Pondok Pesantren se Karesidenan Madiun. Pendaftaran peserta LSN resmi dibuka mulai Selasa, 24 Mei 2016. Pesantren yang hendak mengikuti LSN terlebih dahulu harus mendapatkan rekomendasi dari Pengurus Cabang (PC) RMI NU di tiap kabupaten.?

“Panitia LSN ? akan melakukan screaning ketat terkait pemain sesuai regulasi yang diatur oleh penyelenggara LSN,” imbuh pengasuh Pesantren Poncol, Magetan Jawa Timur itu.

PMII Cabang Tegal

Panitia berkomitmen akan menyelenggarakan pertandingan sepak bola dengan baik. Sehingga kedepan, akan muncul pesepakbola profesional dari kalangan pesantren yang dapat bersaing di tingkat nasional.

“Kami berharap di region Jatim 1 nanti akan muncul team yang kuat secara kualitas agar mampu menjuarai LSN 2016 serta menjadi pemasok pemain bagi Timnas U 19 Indonesia,” pungkasnya

Sementara usai bersilaturrahmi ke Pesantren Tremas Pacitan, Panitia LSN juga melakukan silaturrahmi dengan ketua PC RMI Kabupaten Madiun, KH Ahmad Mizan Basyari ? di Pesantren Subulul Huda Kembangsawit Madiun.

PMII Cabang Tegal

Seperti diketahui Liga Santri Nusantara tahun ini dioperatori oleh PP RMI NU sebagai pelaksana tugas dari PBNU. LSN akan diikuti oleh 1024 team dari pesantren seluruh Indonesia. Kompetisi ini akan dibagi dalam beberapa zona yang meliputi Aceh, Medan-Riau, Kepri-Jambi, Bengkulu-Sumatra Barat, Lampung-Sumsel-Palembang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalsel-Kalteng-Kalbar, Bali-Lombok-NTT, Sulsel-Sulbar, Gorontalo-Sulteng, Maluku dan Papua. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

GP Ansor Kalsel Nobar Sang Kiai

Banjarmasin, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah GP Ansor Kalimantan Selatan menonton bareng (nobar) film Sang Kiai bersama para kader di Studio 21 Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (1/6). Nonton bareng tersebut digelar guna memperdalam semangat perjuangan kebangsaan kaum Nahdliyin yang digambarkan film tersebut.

Ketua PW GP Ansor Kalsel Harunur Rasyid mengatakan, nonton bareng film Sang Kiai ini bertujuan memperkenalkan lebih dalam sejarah perjuangan Nahdliyin, khususnya KH Hasyim Asy’ari dan para ulama dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia sehingga melahirkan Resolusi Jihad.

GP Ansor Kalsel Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kalsel Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kalsel Nobar Sang Kiai

Ia menambahkan, selama ini Nahdliyin hanya mengetahui sejarah Nahdlatul Ulama dari buku-buku dan cerita saja, "Setidaknya jika dengan menonton akan berbeda efeknya. Akan timbul semangat baru yang lebih baik lagi," ujarnya ditemui PMII Cabang Tegal usai nonton bareng.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Dewan Penasehat GP Ansor Kalimantan Selatan Aditya Mufti Arifin yang turut hadir berpesan, agar para kader muda Nahdliyin meneladani figur KH Hasyim Asy’ari yang gigih memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, semangat itu masih terpancar kuat di generasi muda sekarang dan harus dipertahankan.

Ia menilai, film Sang Kiai sangat bermanfaaat bagi kader-kader Nahdliyin khususnya GP Ansor, “Film tersebut mengajak untuk bercermin kepada pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari. Mereka (kader GP Ansor, red.) dapat menjadikan itu sebagai bahan pelajaran hidup," tuturnya.

PMII Cabang Tegal

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontibutor  : Erfan Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam, Syariah PMII Cabang Tegal

Selasa, 28 November 2017

PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Kebebasan agama dan gerakan takfir (eks-komunikasi) adalah dua hal yang sangat berbeda bahkan bertentangan. Kebebasan agama mensyaratkan pengakuan akan hak pribadi seluruh orang untuk meyakini dan tidak meyakini sebuah ajaran agama. Sementara takfir merupakan upaya menjaga integritas keimanan umat beragama.

Hal tersebut dikatakan Direktur International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Syafiq Hasyim saat memberi sambutan pada seminar "Kebebasan Beragama, Gerakan Takfir, dan Deradikalisasi" di lantai 8 Gedung PBNU, Senin (22/2) siang.

PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama

"Dalam konteks negara teokratis, kebebasan agama biasanya dijamin oleh negara dalam batas-batas konstitusi mereka," ujar Syafiq yang juga pengurus LBM PBNU ini.

Di Saudi Arabia, lanjut dia, orang-orang non-Muslim dibolehkan untuk mempraktikkan agama mereka namun kebebasan mereka diatur oleh Konstitusi Saudi Arabia yang berasas lslam.

"Artinya, yang dijadikan standar adalah iman negara bersangkutan. Di negara sekuler, kebebasan agama dijamin sepenuhnya. Orang tidak hanya dijamin untuk berbeda agama, namun juga berbeda keyakinan. Di Jerman, warga Ahmadiyah memiliki hak setara dengan kaum Sunni dan Syiah kendati kalangan mayoritas tidak bisa menerima sepenuh hati," paparnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut dia, seminar tersebut hendak mencari proyeksi-proyeksi ke depan tentang pilihan hubungan antara agama dan negara dalam kebebasan beragama serta peran apa yang bisa dimainkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

PMII Cabang Tegal

Seminar yang digelar dalam dua sesi ini menghadirkan beberapa narasumber. Untuk sesi pagi, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Masud, dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

Untuk sesi sore, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, peneliti LIPI Jaleswari Pramodhawardhani, Direktur Rumah KITAB Lies Markus, dan Ketua Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SeJuk) Ahmad Djunaidi. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam PMII Cabang Tegal

Jumat, 24 November 2017

SMA NU 2 Gresik Gandeng Kolej Uniti Malaysia

Gresik, PMII Cabang Tegal

SMA NU 2 Gresik menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Malaysia, yaitu Kolej UNITI Malaysia. Kerjasama itu dilakukan melalui penandatanganan MoU antara Drs. Muhamad Kirom, Kepala SMA NU 2 Gresik dengan Ramlan Naim dari Kolej Uniti Malaysia, Selasa (15/3).

SMA NU 2 Gresik Gandeng Kolej Uniti Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU 2 Gresik Gandeng Kolej Uniti Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU 2 Gresik Gandeng Kolej Uniti Malaysia

Kepala SMA NU 2 Gresik, Muhamad Kirom mengatakan, kerjasama ini bertujuan untuk memberi kesempatan siswa mengenyam pendidikan di Malaysia. Sebab dari kerjasama ini, Kolej Uniti Malaysia akan memberi mereka beasiswa.

Kegiatan tersebut, kata dia diapresiasi oleh 288 siswa. Sebanyak 90 siswa kelas XII juga memberi harapan karena ada kesempatan emas studi melanjutkan studi ke luar negeri.?

“Studi ke luar negeri ini, juga sebagai studi lintas budaya yang bisa menambah keterampilan siswa di berbagai aspek,” ujar Kirom.

Usai penandatanganan kerja sama ini, tamu dari Jiran ini disambut seni hadrah oleh siswa SMA NU 2 Gresik. Memasuki aula sekolah, romobongan tersebut disambut meriah dengan tarian Surya Ning Wali menggunakan properti khas Gresik, yaitu Damar Kurung. (Muchyiddin/Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Ubudiyah, Makam PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Kamis, 23 November 2017

Canda Nabi dengan Sayyidina Ali

Selain sebagai utusan Allah, Nabi Muhammad juga manusia biasa, meski tak seperti manusia biasa (basyarun laysa kal basyari). Sebagai manusia, Nabi Muhammad SAW tak lepas dari perilaku umumnya manusia, termasuk bercanda, yang tak sampai merendahkan martabatnya.

"Nabi juga suka bercanda," ungkap Kiai Ahmad Muwaffiq. Kisah ini ia sampaikan dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad di Masjid Al-Fathonah, Kesatrian, Purworejo, Jumat (31/3/2017).

Merujuk dari sebuah Hadits riwayat Imam Bukhari, pendakwah NU yang kini tinggal di Jombor, Sleman, Yogyakarta tersebut mengisahkan kepada para jamaah yang hadir.

Canda Nabi dengan Sayyidina Ali (Sumber Gambar : Nu Online)
Canda Nabi dengan Sayyidina Ali (Sumber Gambar : Nu Online)

Canda Nabi dengan Sayyidina Ali

Suatu ketika, Nabi dan Sahabat berbuka puasa. Salah satu menu yang tersaji adalah kurma. Merekapun menikmatinya, dan meletakkan sampah berupa biji kurma di depan masing-masing.

Merasa biji yang ada didepannya terlalu banyak, keisengan Sayyidina Ali pun muncul. Ia kemudian memindahkan biji-biji itu ke hadapan Nabi, mencampurkan dengan biji sisanya, kemudian berseloroh,

PMII Cabang Tegal

"Apa engkau begitu lapar, wahai Nabi, sehingga begitu banyak kurma yang engkau habiskan," kata Sayyidina Ali, sambil melihat tumpukan biji kurma di depan Nabi.

Mendengar keisengan ini, Nabi pun tak marah, spaneng, apalagi mencaci maki Sayyidina Ali. Dengan cerdas, beliau membalas keisengan tersebut.

PMII Cabang Tegal

"Bukannya kau yang justru terlalu lapar, wahai Ali. Lihat di depanmu, tak hanya kurmanya yang engkau makan, tetapi juga sekaligus biji-bijinya," balas Nabi, seperti ditirukan Kiai Muwaffiq. Hadirin pun tertawa: Geerrr!!! (Ahmad Naufa)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, Makam PMII Cabang Tegal

Jumat, 17 November 2017

Grand Syekh Resmikan Gedung Baru Pusat Studi Al-Qur’an

Tangsel, PMII Cabang Tegal

Grand Syeikh al-Azhar Mesir, Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb meresmikan gedung baru Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) di Komplek South City Pondok Cabe Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten Selasa (23/02). Selain meresmikan, pimpinan tertinggi Universitas al-Azhar Mesir tersebut juga memberi nama PSQ dengan nama ? al-Azhar.

Grand Syekh Resmikan Gedung Baru Pusat Studi Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Resmikan Gedung Baru Pusat Studi Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Resmikan Gedung Baru Pusat Studi Al-Qur’an

Awalnya nama al-Azhar ditolak oleh Direktur PSQ yang juga mantan Menteri Agama, Prof Dr Quraish Shihab, karena dianggap terlalu besar. Namun, akhirnya nama al-Azhar disetujui oleh ahli Tafsir Al-Qur’an tersebut. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id

“Saya memberi nama PSQ ini, al-Azhar. Karena saya yang memberi nama, saya ikut bertanggung jawab untuk menjaga, memelihara dan mengembangkan PSQ ini,” terang Grand Syekh dalam Bahasa Arab.

Grand Syekh berharap, selain ? menjadi pusat studi al-Qur’an, PSQ dapat menggali Islam yang Rahmatan lil ’alamin dan Islam yang moderat, dengan merujuk pada metodologi yang selama ini telah dipakai dan pelajari. Dalam kesempatan tersebut, ikut hadir para anggota Majelis Hukama’ al-Muslimin yang beranggotakan 13 orang dari seluruh penjuru dunia. Dari 13 anggota tersebut, salah satu nya berasal dari Indonesia, yaitu Quraish Shihab.?

Grand Syekh sendiri merupakan pemimpin dari Majelis yang selalu mengirim pesan perdamaian ke seluruh penjuru dunia; tidak hanya kepada para kaum Muslimin, tapi seluruh umat manusia. Selain mengirim pesan perdamaian, Majelis ini juga mencoba untuk memadamkan kebencian dan perang.

PMII Cabang Tegal

PSQ didirikan pada 2004, tepatnya pada 18 September 2004 di Pisangan, Ciputat, Tangsel Banten. Kini, PSQ telah meluluskan 1.300 lebih alumni yang tersebar ke seluruh Indonesia. Visi PSQ adalah mewujudkan nilai-nilai al-Qur’an di tengah masyarakat yang pluralistik. Untuk itu, PSQ melakukan beberapa kegiatan, antara lain; Pendidikan Kader Mufasir, ToT, Pesantren pasca Tahfidz Bayt Al-Qur’an, Living Qur’an dan lain sebagainya.?

PMII Cabang Tegal

PSQ juga mempunyai perpustakaan dengan berbagai koleksi buku tafsir, baik cetak maupun digital. Bahkan konon salah satu paling lengkap di Indonesia. PSQ juga melakukan berbagai seminar internasional, dan tak lupa melakukan deradikalisasi. ? PSQ juga melakukan publikasi dan penerbitan, karya ilmiah, Halaqah Tafsir dan lain sebagainya.

Grand Syekh berharap, para kaum Muslimin mempelajari dengan sungguh-sungguh pemikiran al-Asy’ariyah dan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai bekal untuk beragama, beritual dan bermasyarakat. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Makam PMII Cabang Tegal

Jumat, 03 November 2017

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan “penggila” sepak bola. Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak ribuan bahkan puluhan ribu jiwa dengan segala atribut kreatifitasnya.

Puncaknya, ketika Timnas Indonesia bertanding di level Internasional yang dianggap mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, para suporter dari berbagai daerah rela antri berjam-jam untuk memperoleh tiket demi menjadi saksi perjuangan punggawa Timnas Merah Putih.

Akan tetapi, yang tak luput dari kaca mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.? Sebagai seorang Muslim, kewajiban shalat 5 waktu tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Para suporter sepak bola Indonesia yang mayoritas Muslim tidak boleh meninggalkan kewajiban ini. Mungkin bagi mereka yang menyaksikan lewat siaran televisi dapat mengatur waktu lebih mudah antara menunaikan shalat dengan menyaksikan pertandingan. Akan tetapi, bagi mereka yang menyaksikan langsung di stadion justru menjadi masalah pelik. Lama waktu mengantre tiket, berjubelnya suporter dan minimnya fasilitas musholla seolah menjadi alasan mereka untuk “pasrah”. Akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban shalat begitu saja.

Lantas, siapa yang “paling” bertanggungjawab terhadap masalah ini ? Dalam Islam, Nabi Muhammad telah bersabda: “kullukum rầ’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatihi”. Jika ditempatkan dalam konteks persepakbolaan Indonesia, pemimpin dalam hal ini adalah pengurus PSSI. Sebagai penyelenggara Liga Indonesia dan pertandingan internasional, seharusnya mereka mengerti dan memahami bahwa mayoritas suporter adalah Muslim.

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Apalagi Ketua dan mayoritas pengurus PSSI juga Muslim. Tidak selayaknya mereka sibuk dengan masalah internal yang ujung-ujungnya berebut kekuasaan. Tidak selayaknya pula hanya melakukan komersialisasi demi meraih kuntungan yang sebesar-besarnya, hingga melupakan masalah yang urgent, hak dan kewajiban suporter sebagai umat Islam. PSSI harus mengayomi mereka dengan melakukan beberapa hal.

Pertama, mengatur waktu penyelenggaraan pertandingan. PSSI hendaknya menentukan waktu-waktu pertandingan yang tidak mepet dengan batas waktu shalat. Shalat yang paling “rawan” hilang adalah shalat Dzuhur (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan sore), shalat Ashar dan Magrib (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan malam). Waktu yang paling pas menurut bagi pertandingan sepak bola Indonesia adalah ba’da shalat Ashar dan ba’da shalat Isya’. Alasannya, jarak kedua waktu shalat ini dengan shalat sesudahnya cukup panjang. Dari Ashar ke Magrib sekitar tiga jam, sedangkan dari Isya’ ke Subuh malah lebih panjang lagi. Akan tetapi, hal ini harus didukung dengan penjualan tiket yang professional.

Kedua, memperbaiki manajemen penjualan tiket. Apabila penjualan tiket masih saja seperti saat ini dengan cara mengantre berjam-jam di hari H, tentu akan membuang banyak waktu hingga shalatnya “bablas”. Karena itu, system penjualan tiket secara online hendaknya semakin diutamakan dengan waktu pengambilan tiket beberapa hari sebelum hari H. Minimal menjual tiket lebih pagi. Dengan itu para suporter bisa datang ke stadion beberapa menit sebelum kick off dimulai, tanpa kehilangan shalatnya.

PMII Cabang Tegal

Ketiga, penyediaan fasilitas shalat di dekat stadion. PSSI bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun masjid di dekat stadion yang sanggup menampung ratusan hingga ribuan jamaah. Hal ini penting agar penonton tidak terlalu jauh dan membuang-buang waktu mencari tempat untuk menunaikan shalat. Selain itu, masjid yang dekat dengan stadion juga mempengaruhi mood para suporter terhadap kewajibannya agar tidak dilupakan begitu saja.

PMII Cabang Tegal

Keempat, sosialisasi dalam internal PSSI maupun dengan elemen-elemen masyarakat. Berawal dari Pengurus Besar PSSI disalurkan kepada Pengprov PSSI, Pengcab PSSI hingga ke akar rumput perkumpulan suporter, dan akhirnya sampai ke sanubari pribadi suporter. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan elemen-elemen masyarakat, di antaranya dengan ulama’ atau kyai. Pengurus PSSI bisa terjun dalam pengajian-pengajian bersama ulama’ membahas pentingnya shalat bagi umat Islam mekipun dalam keadaan hendak menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga shalatnya tidak terlewatkan.

Terakhir, petinggi dan pengurus PSSI (banyak yang telah Haji) mestinya memahami arti pentingnya shalat. Tentunya mereka menginginkan terwujudnya ketertiban dan sportifitas pada persepakbolaan Indonesia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal itu dapat terwujud setelah elemen-elemen persepakbolaan Indonesia melaksanakan shalat. Setelah shalat, hati dan fikiran mereka akan terasa “adem ayem”, tenang, damai, dan terhapuslah rasa dengki yang dapat menciptakan anarkisme. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ashsholatu tanha ‘an al-fakhsya’i wa al-munkar” (Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar).

Mengingat masih sedikitnya yang membahas masalah ini, semoga saran dalam tulisan ini diperhatikan dan ditindak lanjuti demi keseimbangan dunia dan akhirat kita sebagai umat Islam. Boleh kita menyaksikan pertandingan sepak bola, namun jangan sampai meninggalkan shalat. Hendaknya masalah pelaksanaan shalat ini menjadi tanggungjawab bersama antara PSSI, Suporter, dan elemen-elemen masyarakat.

Di dalam momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, dan sebelum dimulainya kompetisi musim depan, saatnya PSSI mulai berpikir dan berhijrah ke arah yang lebih baik dengan mengatur jadwal pertandingan sepak bola supaya tidak bentrok dengan waktu shalat. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi dan didukung oleh suporter yang mempunyai akhlak mulia, sebagai akibat dari pelaksanaan shalat. Amin.

?

Riza Nur Fikri

Alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Santri, Makam PMII Cabang Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) akan menggelar seminar perdana Otokritik Indonesia di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang. Pihak LKSB pada kesempatan perdana ini melibatkan sejumlah pihak untuk mendiskusikan mandulnya peran pemuda Indonesia dalam menghadapi masalah-masalah kebangsaan masa kini.

“Seminar Otokritik Indonesia ini ke depan akan diadakan berseri. Seri perdana ini diawali dengan para pimpinan muda pergerakan mahasiswa Indonesia,” kata Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur kepada PMII Cabang Tegal, Jumat (16/12) pagi.

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia

Diskusi kepemudaan dan kepemimpinan ini dilatarbelakangi oleh keresahan sejumlah aktivis gerakan mahasiswa dan kepemudaan untuk mengevaluasi jalannya gerakan reformasi. Diskusi ini mencoba melihat akar masalah macetnya pelaksanaan amanat, semangat, dan cita-cita reformasi.

PMII Cabang Tegal

Pihak LKSB mengundang segenap sahabat muda pergerakan dan anak bangsa secara umum untuk terlibat dalam diskusi Otokritik Indonesia dalam rangka menjahit merah putih dan merajut kembali nasionalisme yang terkoyak.

Kajian perdana ini menghadirkan Ketum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Crhisman Damanik, Ketum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Angelo Wake Kako, Ketua Umum Generasi Muda Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (Gema Inti) Hardy Stefanus, dan Direktur LKSB Abdul Ghopur.

PMII Cabang Tegal

“Pembicara utama diskusi ini Wasekjend PBNU Hery Haryanto Azumy dan Insya Allah Waketum PBNU Prof Maksoem Mahfudhz. Ke depan Otokritik Indonesia akan membahas bidang lain di luar gerakan kepemudaan seperti masalah ekonomi, politik, hukum, budaya, sosial, agama, dan bidang lain,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Nasional, Makam PMII Cabang Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Ketua PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah itu Satu

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah H Syafiq A Mughni mengatakan, NU dan Muhammadiyah keduanya dalam proses yang semakin mendekat yang mengarah pada pandangan yang sama dalam banyak hal. Mulai dari aspek fikih, tasawuf, sampai dengan akidah. Jika hal itu terjadi, maka akan ada sinergi yang luar biasa.

Ia mencontohkan, dalam berfikih, Muhammadiyah melandaskan secara langsung pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai rujukan sementara NU menggunakan pendekatan mazhab. Muhammadiyah memang tidak bermadzhab sebagaimana NU. Tapi, bukan berarti Muhammadiyah antimadzhab.?

Sebaliknya dalam hal bermazhab, NU juga semakin fleksibel seperti penggunaan talfiq atau berpindah mazhab karena kondisi yang tidak memungkinkan seperti ketika haji. Dalam pandangan NU, persentuhan laki-laki dan perempuan bukan muhrim merupakan hal yang diharamkan, tetapi saat berhaji, warga NU melakukan talfiq pada mazhab Hambaliyah yang mengizinkannya.?

Ketua PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah itu Satu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah itu Satu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah itu Satu

Dalam persoalan akidah, perubahan tradisi juga terjadi. Jika dahulu warga Muhammadiyah tidak berziarah kubur, kini bukan hal yang asing lagi bagi warga Muhammadiyah berziarah. Muhammadiyah kembali ke hadits yang sahih yang mengizinkan ziarah kubur. Ia sangat setuju dengan adanya tulisan di sejumlah makam yang berbunyi "Dilarang meminta-minta kepada orang yang sudah meninggal dunia."?

Syafiq mengungkapkan hal itu dalam seminar nasional Sinergi NU dan Muhammadiyah yang digelar Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) di Auditorium Kahar Muzakkir, kampus setempat, Yogyakarta, Sabtu (6/2). Hadir pula sebagai pemateri dalam kesempatan itu Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus).

Dalam masalah tasawuf, katanya, dulu Muhammadiyah jauh dari tasawuf dan tarekat. Karena itu, ada yang mengatakan, Muhammadiyiah antitasawuf dan tarekat. Tetapi dalam proses selanjutnya, meskipun bukan penganut, ada apresiasi yang sangat besar terhadap tasawuf dan tarekat.?

PMII Cabang Tegal

“Jadi instrumen-instrumen, wahana-wahana tradisional yang ada di masyarakat. Tradisi-tradisi yang baik itu bisa dimanfaatkan dalam rangka untuk dakwah Islamiyah,” katanya.

Dalam seminar bertema “Membangun Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin” tersebut, Gus Mus menyampaikan, sinergi NU dan Muhammadiyah terlihat setidaknya dalam beberapa hal, di antaranya tradisi pendalaman ilmu Islam, kecintaan terhadap ibu pertiwi (hubbul wathan), dan kuatnya ruuhud da’wah (semangat berdakwah).

Seminar nasional ini dihadiri civitas akademik UII, beberapa pengurus lembaga NU dan Muhammadiyah di wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya, serta masyarakat secara umum. (Widiaturrahmi/Mahbib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Makam, PonPes PMII Cabang Tegal

Minggu, 24 September 2017

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting

Brebes, PMII Cabang Tegal. Guna meyebarkan misi dakwah Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah ke desa/ranting di segmen Pemuda, GP Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes mengunjungi setiap desa yang belum terbentuk/vakum kepengurusan GP Ansor-nya. Tak terkecuali di Desa Pebatan, Sabtu (30/7) yang bertempat di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubatdiin Desa Pebatan Wanasari.

Ketua GP Ansor Wanasari Bayu Rohmawan menjelaskan bahwa salah satu tugas Pimpinan Anak Cabang adalah membentuk dan mengaktifkan seluruh kepengurusan GP Ansor di setiap ranting. Dari total 24 ranting GP Ansor se-Kecamatan Wanasari ada 8 ranting yang vakum. “Kita agendakan sampai akhir tahun 2016 Roadshow ke Desa-Desa untuk kembali mengaktifkan kepengurusan ranting. GP Ansor yang vakum,” lanjut Bayu.

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting

Bayu juga menambahkan GP Ansor yang merupakan kader penerus Jamiyah Nahdlatul Ulama harus bisa menjadi garda terdepan dalam setiap program dan kebijakan NU. Ketika GP Ansor di sebuah desa mati/vakum ini sangat membahayakan bagi kesinambungan NU di masa yang akan datang. Ketika sudah terbentuk kepengurusan ini menjadi kewajiban Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk bersama-sama ngopeni GP Ansor serta Badan Otonom yang lain.

“Nanti dilaksanakan prosesi Pelantikan dan Rapat Kerja sehingga GP Ansor Pebatan bisa kembali berkontribusi bagi Nahdlatul Ulama dan juga Masyarakat melalui program-programnya,” tutup Bayu

Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Pebatan Ustadz Farikhi Yunus menyambut baik inisiatif dari Pimpinan Anak Cabang ? yang langsung datang ke desa-desa, salah satunya di Pebatan guna bersilaturahmi dan mengaktifkan kembali Pimpinan Ranting GP Ansor Pebatan. “Kami selaku Orang tua GP Ansor hanya bisa mendukung, membina dan Ngemong GP Ansor,” tutup Ustadz Farikhi yang pernah Aktif di GP Ansor.

PMII Cabang Tegal

Setelah melalui proses musyawaroh mufakat terpilih M.Abdul Ghofur sebagai Ketua GP Ansor Desa Pebatan untuk masa khidmat 2016-2018. Hadir dalam acara tersebut segenap Pengurus PAC GP Ansor Wanasari, Rais Syuriyah NU Pebatan Ustadz Abdul Jalal, para tokoh masyarakat, dan juga puluhan Pemuda Desa Pebatan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Makam, Hikmah PMII Cabang Tegal

Kamis, 14 September 2017

Pesantren sebagai Grass Root Power

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pesantren adalah kekuatan sosial tertinggi atau grass root power di Indonesia. Pesantren bisa memberi masukan bahkan mendesak pemerintah untuk melakukan perubahan.

"Jika kekuatan pesantren difungsikan maka banyak sekali masalah di Indonesia yang dapat diatasi," kata Sosiolog Universitas Indonesia Robert MZ Lawang usai memberikan ceramah di hadapan para Kiai Pengasuh Pondok Pesantren di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta, Sabtu (19/5).

”Salah satu masalah yang paling penting adalah dekadensi moral. Pesantren bisa membangun moralitas dalam pengertian yang lebih umum, bukan hanya moralitas dalam pengertian agama, tapi moralitas bagaimana kita mempertangungjawabkan tindakan kita pada lingkungan dan tindakan pada sesama,” katanya.

Pesantren sebagai Grass Root Power (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren sebagai Grass Root Power (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren sebagai Grass Root Power

Pesantren perlu membuktikan bahwa dengan pendidikan pesantren itu para santri bisa berbuat sesuatu untuk orang lain, menerapkan ilmu yang diperoleh di pesantren untuk kesejahteraan masyarakat.

”Bukan dengan ngomong-ngomong umpamanya jangan berdosa, tetapi dengan tindakan yang langsung dapat mengubah dan memperbaiki kondisi masyarakat dengan karya nyata,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Dikatakan, perlu ada penataan ulang atau reorientasi pendidikan di lingkungan pesantren. “Kalau sekarang kurang berorientasi kepada lingkungan harus dirobah lagi. Agama yang diajarkan di pesantren adalah agama untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat sekitar, agama yang berfungsi untuk masyarakat,” katanya.

Para kiai dan santri juga perlu mengambil peran pendampingan masyarakat yang saat ini sedang diterjang arus globalisasi. Pesantren harus dapat memberikan penjelasan dan mengarahkan masyarakt dalam menyikapi berbagai fenomena sosial-budaya yang disodorkan oleh media massa.

”Misalnya siaran TV itu harus menjadi pokok pembahasan di dalam kehidupan pesantren. Misalnya ada satu sinetron yang bercerita tentang hubungan suami istri yang begitu-itu, apa yang harus dilakukan. Pengarahan itu bisa dilakukan oleh pesantren karena orang pesantren sudah terbiasa hidup bersama, nonton bersama,” kata Lawang.

Dikatakan Lawang, pemerintah tidak mungkin dapat mengatasi semua persoalan masyarakat tanpa masukan dan dorongan dari masyarakat itu sendiri.

”Dalam Islam, menurut saya, kelebihan yang luar biasa itu adalah bisa mendesak pemerintah untuk melakukan sesuatu. Nah kekuatan Islam di Indonesia yang terbesar itu adalah pesantren,” kata Lawang.(nam)

PMII Cabang Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Nusantara, Makam PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 September 2017

Studi Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Lima Negara (Bagian II-Habis)

Pada tahun 2016 lalu Kementerian Agama melakukan penelitian tentang penanganan minoritas di lima negara yaitu India, Iran, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Dipilihnya lima negara tersebut sebagai area kajian adalah karena kelima negara tersebut memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing baik dalam hal sistem ataupun kondisi sosial antara mayoritas dan minoritas agama. 

Konsep Kehidupan Kegamaan

1. Definisi Agama

Setiap negara memiliki definisi yang berbeda soal agama sesuai dengan pemeluknya masing-masing. Muslim India mendefinisikan agama sebagai struktur Tuhan dan wahyu, penyampai pesan/rasul, kitab suci. Sedangkan dalam perspektif Hinduisme, Hindu sebagai agama dan sebagai kultur dominan di India. Adapun di Thailand. Di sana, pemerintah memberikan keleluasaan kepada para pemeluk agama untuk mendefinisikan agamanya masing-masing asal tidak menentang dan membuat ontran-ontran di Thailand.

Studi Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Lima Negara (Bagian II-Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Studi Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Lima Negara (Bagian II-Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Studi Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Lima Negara (Bagian II-Habis)

2. Pendirian Rumah Ibadah

Di India, pendirian rumah ibadah tidak diatur secara kaku dalam skala nasional mengingat India adalah negara federal yang memiliki kebijakan yang beragam antar satu negara bagian dengan yang lainnya. 

Di Thailand adalah salah satu negara yang cukup ‘unik’ dalam pendirian rumah ibadah. Penduduk Thailand beragama Buddha, namun ia tidak mengenal pembatasan pendirian rumah ibadah berdasarkan proporsi tertentu. Yakni mendirkan rumah ibadah di atas tanah yang bersertifikat warga Thailand. Meski demikian, ada beberapa wihara dan masjid yang dibangun di atas tanah kerajaan.

PMII Cabang Tegal

Sedangkan di Malaysia, pendirian rumah ibadah bisa dibilang cukup ketat dan cukup diskriminatif terhadap umat non-muslim. Ini diatur oleh pemerintah lokal. Misalnya rumah ibadah agama tertentu harus berjarak minimal 500 meter dari rumah ibadah agama lainnya, rumah ibadah non-muslim tidak boleh tinggi dari masjid dan dilarang menampakkan simbol-simbol agama. Hal ini tentu menimbulkan kecemburuan sosial bagi non-muslim. Meski demikian, Pemerintah Malaysia memberikan dana bantuan kepada umat muslim dan juga non-muslim.

Di Iran, Masjid Sunni dan Syi’ah diperlakukan ‘berbeda.’ Operasional Masjid Sunni mulai dari air, listrik, dan bisyaroh imam ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan, Masjid Syi’ah imamnya tidak digaji oleh pemerintah karena mereka sudah mendapatkan gaji dari khumus. Meski mayoritas penduduknya Syi’ah, namun kelompok Sunni tidak mengalami kesulitan ketika hendak membangun masjid baru. Saat ini ada empat belas ribu masjid Sunni di seluruh wilayah Iran.

PMII Cabang Tegal

3. Penyiaran Agama dan Perayaan Hari Besar

India dikenal sebagai negera sekuler. Oleh karena itu, kehidupan keagamaan termasuk penyiaraan agama tidak diatur oleh Pemerintah India. Namun, setiap negara memiliki kebijakan masing-masing soal penyiaran agama ini.

Thailand membebaskan penduduknya soal agama. Pemerintah tidak membatasi penyiaran agama dan hubungan antar satu agama dengan yang lainnya. Sedangkan Malaysia melarang umat agama non-Islam melakukan dakwah kepada kaum muslim. Akan tetapi, negara menjamin kebebasan merayakan hari besar keagamaan semua agama, bahkan negara menetapkan hari libur nasional terhadap perayaan hari besar agama agama.

Sama seperti Thailand, Iran juga membebaskan penduduknya untuk menyiarkan agamanya masing-masing. Tidak ada ketakutan adanya Kristenisasi, Yahudinisasi, atau Zoroasterisasi. Pun perayaan hari besar keagamaan tidak dibatasi negara karena berdasarkan agama. Semuanya dibebaskan untuk merayakan hari besar agamanya masing-masing dan bersatu dalam perayaan Nauruz, tahun baru kalender Persia.

4. Registrasi Agama dan Identitas

Tidak ada kolom agama dalam kartu identitas penduduk di India karena pemerintah tidak mengatur akan hal itu. Namun, masing-masing pemeluk agama mengekspresikan identitas agamanya di ruang publik tanpa ada gangguan dari yang lain. Di salah satu negara bagian, ada UU Anti Konversi yang melarang penduduknya untuk pindah agama.

Buddha, Islam, Protestan, Katholik, Hindu, dan Sikh adalah enam agama yang diakui Pemerintah Thailand. Setiap pemeluk agama wajib daftar pada rumah ibadat masing-masing agama.

Sedangkan di Filipina, registrasi agama diperlukan di beberapa sektor kehidupan seperti saat masuk sekolah. Filipina tidak mengenal pencantuman identitas agama pada KTP, SIM, dan Paspor. Begitu pun dengan Iran, ia tidak mengenal identitas pada kartu pengenal.

5. Perkawinan Beda Agama

Meski ada sebagian umat muslim yang ‘mengharamkan’ nikah agama, namun tidak reaksi yang signifikan terhadap praktik nikah agama di lima negara tersebut. Hanya di Iran pernikahan beda agama bisa dibatalkan oleh pengadilan.

6. Majelis Agama

Kelima negara ini memiliki lembaga agama di tingkat nasional. Di Thailand, setiap agama memiliki majelis agama yang otonom tanpa campur tangan pemerintah. Di Malaysia, majelis agama Islam ada Jawatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan di setiap negara negara bagian ada majelis agamanya masing-masing. Jawatan ini dan majelis agama Islam dalam institusi negara dan mendapat rekognisi dari negara untuk menjalankan syariat Islam dan mewadahi kegiatan-kegiatan keislaman di malaysia.  Lagi-lagi hal itu tidak terjadi kepada umat non-Islam. Mereka tidak mendapatkan rekognisi dari pemerintah.

Tidak ada majelis agama di Iran karena satu-satunya majelis Al Wilayatul Fakih telah menyatu dengan negara.

7. Pendidikan Agama

Bagi Pemerintah India, pendidikan agama adalah wilayah privat atau tanggungjawab kelompok agama itu sendiri. Namun, di sana ada lembaga pendidikan berbasis agama yang dibiayai oleh pemerintah seperti Aligarh Muslim University yang merupakan kelembagaan negara. Lainnya, lembaga pendidikan berbasiskan agama juga berdiri yang dibiayai oleh swasta atau yayasan berbasiskan agama masing masing.

8. Bantan Luar Negeri

Negara-negara tersebut tidak secara tegas membatasi bantuan yang datang dari luar negeri. Akan tetapi, karena maraknya isu terorisme, perdagangan senjata, dan narkotika maka kontrol ketat terhadap pergerakan keuangan dan lintas manusia antarnegara cukup diperketat.

Dari sedikit uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa penanganan minoritas di lima negara tersebut bisa dibilang cukup baik meski dengan beberapa catatan. India melakukan politik afirmasi terhadap minoritas agama dan suku untuk memperkuat konsolidasi nasional. Maka dari itu, misalnya, dibangun lah institusi minoritas terutama dalam sektor pendidikan.

Thailand cukup dipusingkan dengan wilayah selatannya yang ingin memisahkan diri meski mereka sudah diberi kelonggaran-kelonggaran, hak-hak minoritas dijamin dan tidak dibatasi. Berbeda dengan India yang melakukan afirmasi terhadap minoritas, Malaysia melakukan politik afirmasi kepada mayoritas penduduk yaitu mayoritas muslim. Meski demikian, kebebasan agama selain Islam terjamin dan terlindungi.

Sama seperti Thailand, Filipina juga mengalami kendala politik yakni Moro dan Mindanau yang ingin memisahkan diri. Iran juga baik dalam menangani minoritas. Opini negatif terhadap Iran lebih banyak dibangun oleh mereka yang bermusuhan dengan Iran, mulai dari isu diskriminasi terhadap Sunni dan penindasan terhadap penganut Zoroaster dan Baha’i.

Masalah keagamaan masing-masing negara memiliki karakteristik yang berbeda. Masing-masing memiliki kendala dan solusinya sendiri. Tetapi ada satu hal yang sama, urusan agama ternyata tetap berhubungan dengan urusan negara. (A Muchlishon Rochmat)



Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam, Pondok Pesantren PMII Cabang Tegal

Minggu, 27 Agustus 2017

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kader yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari pertanian menjadi seorang petani hingga di pemerintahan.

“(Kader NU) ada yang sudah jadi presiden, jadi menteri,” kata Tito saat memberikan sambutan dalam acara Pameran Tunggal Seni Rupa Nabila Dewi Gayatri di Grand Syahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (8/5).

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni

Tito juga mengatakan, kader NU memiliki kemampuan-kemampuan di luar bidang agama seperti pencak silat, karya seni, dan lain-lain. Bahkan, di dalam bidang karya seni lukis ia mengaku bahwa kader NU lebih unggul dari pada dirinya.

“Hari ini kita menyaksikan bagaimana kader NU (Nabila Dewi Gayatri) ternyata memiliki kemampuan seni yang luar biasa. Kalau kita lihat dari kaca mata umum untuk menilai kalau saya diminta membuat lukisan seperti ini, pasti kader NU lebih hebat dari pada saya,” katanya.

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Lebih jauh, ia menjelaskan, yang tidak kalah penting juga bagaimana perjuangan para ulama tersebut dalam menjaga dan merawat NKRI bisa diteruskan dan diteladani oleh generasi muda sekarang.

“Kader-kader muda kita paham. Inilah ulama-ulama yang harus ditiru. Yang dilukis Bu Nabila ini jelas ulama-ulama yang membangun NKRI,” lanjutnya.

Ia berharap, NU dan pemerintah bisa terus bergendengan tangan dan saling mendukung untuk menjaga keutuhan negeri ini. “Polri dan NU tidak boleh pecah. Selagi unsur ini solid, NKRI aman,” tegasnya. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kiai, Makam PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock