Selasa, 28 November 2017

PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Kebebasan agama dan gerakan takfir (eks-komunikasi) adalah dua hal yang sangat berbeda bahkan bertentangan. Kebebasan agama mensyaratkan pengakuan akan hak pribadi seluruh orang untuk meyakini dan tidak meyakini sebuah ajaran agama. Sementara takfir merupakan upaya menjaga integritas keimanan umat beragama.

Hal tersebut dikatakan Direktur International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Syafiq Hasyim saat memberi sambutan pada seminar "Kebebasan Beragama, Gerakan Takfir, dan Deradikalisasi" di lantai 8 Gedung PBNU, Senin (22/2) siang.

PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama

"Dalam konteks negara teokratis, kebebasan agama biasanya dijamin oleh negara dalam batas-batas konstitusi mereka," ujar Syafiq yang juga pengurus LBM PBNU ini.

Di Saudi Arabia, lanjut dia, orang-orang non-Muslim dibolehkan untuk mempraktikkan agama mereka namun kebebasan mereka diatur oleh Konstitusi Saudi Arabia yang berasas lslam.

"Artinya, yang dijadikan standar adalah iman negara bersangkutan. Di negara sekuler, kebebasan agama dijamin sepenuhnya. Orang tidak hanya dijamin untuk berbeda agama, namun juga berbeda keyakinan. Di Jerman, warga Ahmadiyah memiliki hak setara dengan kaum Sunni dan Syiah kendati kalangan mayoritas tidak bisa menerima sepenuh hati," paparnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut dia, seminar tersebut hendak mencari proyeksi-proyeksi ke depan tentang pilihan hubungan antara agama dan negara dalam kebebasan beragama serta peran apa yang bisa dimainkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

PMII Cabang Tegal

Seminar yang digelar dalam dua sesi ini menghadirkan beberapa narasumber. Untuk sesi pagi, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Masud, dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

Untuk sesi sore, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, peneliti LIPI Jaleswari Pramodhawardhani, Direktur Rumah KITAB Lies Markus, dan Ketua Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SeJuk) Ahmad Djunaidi. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. PBNU Fasilitasi Seminar Kebebasan Beragama di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock