Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah

Banda Aceh, PMII Cabang Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Teungku H? Faisal Ali mengatakan masyarakat tidak perlu terlalu jauh mengkaji persoalan bank syariah dalam bertransaksi.?

PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah

“Pengawasan terhadap bank syariah dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional,” katanya saat mengisi seminar Memahami Hakikat Muamalah dalam Sistem Perbankan syariah di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (28/9).

Dalam transaksi, lanjut pria yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawatan Ulama Aceh ini, terpenting adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkannya kepada Allah.?

“Masyarakat, dalam hukum fikih, hanya perlu melihatnya secara zahir saja, tidak perlu mendalami dan mengkajinya, karena sudah ada pihak yang menanganinya. Jika melihat petunjuk bank itu syariah berarti sudah bisa," kata Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah.

PMII Cabang Tegal

Jika seandainya pihak bank tidak menjalankan prinsip syariah, sementara manajemen memastikan produk mereka sesuai dengan syariah, kata Faisal, masyarakat terlepas dari tanggung jawabnya terhadap Tuhan.

"Yang bertanggung jawab kepada Allah itu pihak bank, masyarakat tidak berdosa," ujar Lem Faisal, sapaan akrabnya.?

"Kalau tidak paham tapi mau mendalami itu namanya cari perkara. Serahkan saja kepada pengawasnya. Persoalan ibadah saja masyarakat banyak yang awam, apalagi soal muamalah," lanjutnya.

Tengku Faisal menganalogikan hal ini seperti warung nasi. Masyarakat hanya perlu melihat makanan yang disajikan tidak mengandung najis dan penjualnya orang Islam. Pembeli, kata dia, tidak perlu memeriksa dapurnya.

PMII Cabang Tegal

Perihal pengawasan MPU Aceh terhadap Bank Syariah, Tengku Faisal mengatakan MPU hanya bertugas sebagai pihak yang mengeluarkan fatwa. Pengawas DSN di Aceh, kata dia, adalah Ketua MPU yang saat ini diemban oleh Tengku H Muslim Ibrahim, yang juga Mustasyar PBNU.

"Mereka yang nantinya bertanggung jawab (kepada Allah) jika pelaksanaan bank syariah tidak menjalankan prinsip-prinsip syariah," ujar pria yang juga dipanggil Abu Sibreh.

Seminar yang terselenggara atas kerja sama Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dengan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, juga menghadirkan tiga pemateri lainnya, yaitu Rektor UIN Ar-Raniry, H Farid Wajdi Ibrahim; Kepala Kantor OJK Aceh, Achmad Wijaya Putra; serta pakar perbankan syariah Ahmad Ifham Sholihin. (Indra Kariadi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan pelatihan pesantren hijau, manajemen bank sampah, dan pengelolaan sampah kepada santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (16/5).

Rombongan LPBI PBNU yang datang ke Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyaj berjumlah lima orang, Ai Rosita yang menjabat sebagai kepala sekretariatan LPBI, Yusuf Dullah sebagai Wakil Ketua LPBI, Ersuwanda sebagai anggota tanggap darurat LPBI,  M Lukman sebagai anggota perubahan iklim LPBI, dan Binti Soleha sebagai anggota tanggap darurat LPBI.

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Lurah Santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Dede Rohmat Apandi mengatakan, hal yang melatarbelakangi kegiatan ini dilaksanakan yaitu sampah yang ada di pesantren saat ini sudah semakin banyak dan belum ada solusi yang tepat bagaimana cara pengelolaan sampah tersebut.

PMII Cabang Tegal

"Seiring dengan berjalannya waktu, santri Al-Hikamussalafiyyah saat ini semakin banyak. Sekitar 700 santri setiap hari mengonsumsi makanan yang berpotensi menyisakan sampah. Sampah ini manjadi masalah utama di pesantren dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat untuk menyelesaikannya," kata Dede.

PMII Cabang Tegal

Solusi saat ini yang dilakukan yaitu semua jenis sampah dikumpulkan di suatu tempat dan dibakar. Ketika sampah dibakar, asap yang dikeluarkannya malah memunculkan masalah baru.

“Saya yakin jika sampah-sampah tersebut dimanfaatkan dengan baik bisa dijadikan sebuah produk yang lebih bermanfaat. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa menjadi solusi yang tepat. Sampah uang asalnya selalu jadi masalah bisa membawa berkah,” tutup Dede.

Sementara perwakilan dari LPBI PBNU, Lukman mengatakan, tujuan kami datang ke pesantren-pesantren untuk melatih santri-santrinya mengolah sampah menjadi barang baru yang bermanfaat. Mereka dilatih membuat bros, kerajinan, membuat tempat duduk, membuat meja untuk mengaji, membuat pupuk kompos, dan lain-lain yang bahan dasarnya dari sampah yang berada di pesantren.

Lukman berharap Pesantren Al-Hikamussalafiyyah menjadi contoh pesantren-pesantren lain yang ada di Sumedang dalam hal mengelola sampah. Semoga manajemen bank sampahnya juga berjalan. Jika produk-produk hasil dari pengolahan sampahnya sudah layak jual, LPBI LBNU siap menampung hasilnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Pertandingan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Batalkah Mengecap Masakan ketika Berpuasa?

Sebelum dihidangkan masakan harus dikecap terlebih dahulu di dapur. Rasa masakan harus dipastikan demi kepuasan koki dan penyantapnya. Terlebih lagi kalau masakan akan dihidangkan kepada mereka yang tengah berpuasa. Kepastian rasa masakan ini tentu memberikan nilai tersendiri di sisi Allah.

Rasa masakan mesti pas. Masakan tidak boleh terlalu banyak garam, atau terlalu hambar karena kurang perasa. Kepastian rasa ini bertujuan untuk menjaga selera makan penyantapnya. Karena itu ada baiknya koki mengecap dan mencicipi terlebih dahulu masakan yang akan dihidangkan di meja makan.

Batalkah Mengecap Masakan ketika Berpuasa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Batalkah Mengecap Masakan ketika Berpuasa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Batalkah Mengecap Masakan ketika Berpuasa?

Untuk koki atau ibu rumah tangga yang sedang berpuasa tetap harus mengecap masakannya. Mereka tidak boleh canggung untuk mencicipi masakannya. Kalau hanya mengecap dan mencicipi, hukum Islam tidak mempermasalahnnya. Bahkan makruh pun tidak.

Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dalam karyanya Hasyiyatusy Syarqawi ‘ala Tuhfatith Thullab menyebutkan sebagai berikut.

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

Artinya, “Di antara sejumlah makruh dalam berpuasa ialah mencicipi makanan karena dikhawatirkan akan mengantarkannya sampai ke tenggorokan. Dengan kata lain, khawatir dapat menjalankan makanan itu ke teggorokan lantaran begitu dominannya syahwat. Posisi makruhnya itu sebenarnya terletak pada ketiadaan alasan atau hajat tertentu dari orang yang menngecap makanan itu. Berbeda lagi bunyi hukum untuk tukang masak baik pria maupun wanita, dan orang tua yang berkepentingan mengobati buah hatinya yang masih kecil. Bagi mereka ini, mengecap masakan tidaklah makruh. Demikian Az-Zayadi menerangkan.”

Singkat cerita, mengecap masakan bagi mereka yang tengah puasa karena hajat yang dibenarkan syar’i (agama) tidak masalah. Bahkan makruh pun tidak. Asal saja, usai dicicipi koki harus segera mengeluarkannya. Kalau kelamaan di dalam mulutnya, khawatir tertelan. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Meme Islam PMII Cabang Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Kebumen, PMII Cabang Tegal. Pawai ta‘aruf yang digelar pesantren Roudlotul Huda desa Kebadongan kecamatan Klirong kabupaten Kebumen, berlangsung meriah, Ahad (18/1) kemarin. Pawai ini tidak lepas dari aksi puluhan grup drumben Banser dari sejumlah kabupaten di wilayah eks karesidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas.

Sepanjang perjalanan pawai, kerap kali para anggota Banser memamerkan ketangkasanya dalam memainkan alat musik tersebut seperti halnya grup drumben TNI dan Polri. Pawai ini juga tampak meriah oleh ratusan sepeda hias dan 50 grup jaran joged yang ditunggangi santri pesantren setempat.

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Wakil Bupati Kebumen Hj Djuwarni melepas langsung pawai ta‘aruf yang diadakan dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Lepas pawai, panitia maulid menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu .

PMII Cabang Tegal

"Kegiatan pawai ta‘aruf ini merupakan rangkaian peringatan Maulid tahun ini yang dilaksanakan selama dua hari," kata Pengasuh pesantren Raudlotul Huda KH Khafi Mahfud di sela-sela kegiatan.

Pihak pesantren, kata Kiai Khafi, sengaja mengundang Banser dari berbagai daerah. Ia berharap, setelah melihat adanya ribuan anggota Banser warga NU di Kebumen akan merasa bangga sekaligus tumbuh semangatnya untuk menghidupkan organisasi NU.

PMII Cabang Tegal

Pihaknya juga ingin mengenalkan keberadaan Banser kepada masyarakat terutama generasi muda. Mengingat semakin berkembangnya zaman, generasi muda NU yang tahu dan mengenal Banser semakin jarang.

"Dengan kedatangan ribuan anggota Banser di Kebumen ini, kita ingin menunjukan bahwa warga NU Kebumen tetap solid untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia dari gangguan gerakan-gerakan Islam radikal," imbuh Kiai Khafi didampingi Komandan Banser Kebumen Juni Awaludin. (Beni Yanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Pesantren PMII Cabang Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia

Sukabumi, PMII Cabang Tegal. Ketua PBNU H. Eman Suryaman mengatakan, Islam Nusantara adalah penamaan lain dari Ahlussunah wal-Jama’ah ala Indonesia. Islam tersebut tumbuh di Indonesia yang memiliki karakter menghargai kebudayaan.

Ia menyampaikan pada pembukaan Taushiyah Kebangsaan dan Musyawarah Kerja Cabang Ke-1 PCNU Kabupaten Sukabumi bertema "Telaah Paradigma Islam Nusantara dan Telisik Perspektif Ideologi Teroris" di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (27/2).

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia

Eman memberi catatan, bahwa budaya yang bisa diterima Islam ala NU tersebut adalah sepanjang tidak bertentangan dengan syari Islam.

PMII Cabang Tegal

Maka dengan itu, kata dia, Islam Nusantara yang dikemukan NU sangat cocok d Indonesia. Islam Nusantara tersebut berwatak ramah, sejuk, aman, dan toleran. Tidak seperti Islam garis keras yang mengkafir-kafirkan pihak lain yang belum tentu kafir.

PMII Cabang Tegal

Ia juga membahas perjuangan para santri dan kiai. Menurut dia, kalangan pesantren tersbut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. salah satu contohnya adaah Resolusi Jihad oleh Hadrotusyekh KH Hasyim Asari, pendiri NU.

Sementara Asda III Kabupaten Sukabumi Asep Abdulwasit mengatakan, NU adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya dan agama dan juga di berbagai aspek lainnya.

“Tentu sangat besar memberikan kontribusi? kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi, terutama dalam membina sumber daya manusia,” katanya. ?

Sebagai organisasi masyarakat, program NU mempunyai kesamaan dengan visi misi Kabupaten Sukabumi, yaitu mewujudkan? masyarakat yang religius, meningkatkan sumber daya manusianya.

Mukercab tersebut mengundang 47 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan masing-masing mengirim 5 peserta. Dihadiri banom NU seperti GP Ansor dan Bansernya, IPNU, IPPNU, Muslimat, Fatayat, Lazisnu, LBHNU, LPPNU, dan pengurus PCNU Kota Sukabumi.

Pada pembukaan hadir Ketua Majelis Ulama Indonsia Kabupaten Sukabumi yang juga Wakil Rais PCNU KH M. Oman Komarudin, Mayjen TNI Kivlan Zen. Sementara dari PWNU Jawa Barat diwakili KH Nuh Addawami. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Sunnah, Quote PMII Cabang Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Forum Gusdurian Yogyakarta kembali mengadakan kelas pemikiran Gus Dur yang ketigaselama dua hari pada Sabtu dan akan berakhir Ahad 25-26 Oktober. Kelas pemikiran Gus Dur ini diadakan di Yayasan LKiS Yogyakarta.

Ketua Panitia Kelas Pemikiran Gus Dur, Sarjoko, mengatakan kelas ini kembali diadakan untuk mengenalkan pemikiran Gus Dur lebih mendalam. “Pemikiran-pemikiran Gus Dur sangat banyak. Dengan forum ini kita akan menggali lebih dalam, mulai tentang politik, ekonomi, keislaman,” katanya.

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Lebih lanjut, Sarjoko menjelaskan bahwa kelas pemikiran Gus Dur ini merupakan awal dari kita mengkaji pemikiran Gus Dur. "Kegiatan ini insya Allah berkah karena dengan kreativitas panitia untuk mengadakan acara ini," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Seknas Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan bahwa Gus Dur tidak terkenal dengan pemikiran-pemikirannya saja. Ia juga terkenal karena sepak terjangnya. "Gus Dur terkenal dengan kerendahan hati, beliau tidak pernah mengambil ilmu begitu saja,” ungkapnya.

Putri sulung Gus Dur tersebut menambahkan, ayahnya mengambil ilmu dari mana-mana, tapi kemudian diolah dan menggunakan ilmu itu.

PMII Cabang Tegal

Kelas pemikiran  tersebut dibuka Alissa Wahid yang sekaligus memberikan materi. Selain dia, pemateri lain adalah Hairus Salim HS, Gaffar Karim, Nur Khalik Ridwan, dan Heru Prasetyo. (Nur Solikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Meme Islam, Tokoh PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sejumlah pengurus harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan tamu dari Yordania. Pada kunjungan persahabatan ini, kedua pihak menyepakati kerja sama kemanusiaan antara keduanya terkait pendidikan, kesehatan, dan bidang kemanusiaan lainnya.

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania

Pada pertemuan ini, pihak PBNU menyatakan kesiapannya untuk memberikan beasiswa bagi 10 pelajar Yordania untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Rombongan tamu yang terdiri atas Ketua Dewan Pengurus Rumah Sakit Islam Yordania DR Jamil Duhaisat, Wakil Ketua Dewan Pengurus Rumah Sakit Islam Yordania Bidang Pendidikan Mamduh Muhaisin, Dubes RI untuk Yordania, dan seorang penerjemah.

PMII Cabang Tegal

Mereka diterima Ketua PBNU H Sulton Fathoni, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini. Helmy menjelaskan singkat profil NU dan Indonesia. Di hadapan rombongan tamu, ia menybutkan keanekaragaman suku, agama, aliran kepercayaan, bahasa, dan watak penduduknya.

PMII Cabang Tegal

“Selamat datang di Indonesia. Meskipun muslim merupakan unsur mayoritas ? di Indonesia, kita berasas kebangsaan, bukan agama. Karenanya, candi Borobudur tetap terjaga, gereja, maupun wihara tetap bebas menjalankan aktivitas ibadahnya. Tak ada negara di dunia seperti di Indonesia,” kata Helmy.

Sementara DR Jamil menerangkan pergeseran politik di Timur Tengah akibat dilanda konflik. Karenanya, Kerajaan Yordania kini menampung banyak pengungsi Suriah dan dan pengungsi Palestina.

“Terima kasih menerima kami sebagai negara sahabat. Yordania hanya negara kecil yang dikelilingi negara yang sedang berkonflik. Akibat konflik, bantuan luar negeri berhenti. Kita hanya fokus terima bantuan dari dalam negeri,” kata DR Jamil.

Jamil menyatakan bangga dan senang berkenalan langsung dengan ormas terbesar di dunia. Pertemuan ini ditutup dengan saling tukar cenderamata. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Nasional, Meme Islam PMII Cabang Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Bagi Aktivis Dakwah di Papua, Nama Gus Dur adalah Kunci

Pemalang, PMII Cabang Tegal

Kiprah dan jasa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selama hidup masih membekas di hati masyarakat Papua. Tak heran bila ada semacam keseganan ketika nama Gus Dur disebut di sana.

"Bagi kami aktivis dakwah di Papua , nama Gusdur adalah sebuah kunci," tutur Abdul Hamid, aktivis NU di Papua, saat menjadi pembicara pada bedah novel "Mata Penakluk, Manakib Abdurahman Wahid" di? GOR Mahardika Desa Cikasur, Kecamatan Belik, Kabupten Pemalang, ? Jawa Tengah, Ahad (27/09/15).

Bagi Aktivis Dakwah di Papua, Nama Gus Dur adalah Kunci (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Aktivis Dakwah di Papua, Nama Gus Dur adalah Kunci (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Aktivis Dakwah di Papua, Nama Gus Dur adalah Kunci

Abdu, sapaan akrabnya, menceritakan tentang sebuah kisah yang terjadi pada bulan Desember 2012 . Saat itu Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengadakan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) di Jayapura. Kegiatan tersebut, menurut Abdu, diikuti tak kurang oleh 500 kader PMII. Kala itu keamanan di Jayapura yang merupakan daerah merah cukup mencekam karena menjadi salah satu basis OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Menurutnya, dalam acara berskala nasional itulah kebesaran nama KH Abdurrahman Wahid? kembali terbukti. Ia menjadi kunci suksesnya perhelatan akbar waktu? itu. Tanpa membawa nama Gus Dur,? kegiatan yang dihelat sepekan itu memang menuai banyak tentangan. Apalagi kegiatan diikuti ratusan pemuda dari luar Papua.

"Alhamdulillah berkah Gus Dur acara bisa diselenggarakan Papua dengan aman," ujar Abdu.

Tak hanya aman, tambah Abdu, salah satu budayawan di Papua, bernama Engel, bahkan dengan suka rela mengkoordinasi anak-anak adat binaanya untuk menampilkan? sejumlah tarian adat dalam Festival Budaya dalam salah satu agenda Muspimnas PMII, yang digelar selama sepekan.

PMII Cabang Tegal

“Menurut Engel, ? para tokoh adat di Sentani juga turut mengerahkan pasukannya untuk mengamankan kegiatan PMII yang dihelat di Hotel Sentani, Jayapura. ‘Kalian cukup berani mengadakan kegiatan di sini. Kalau saja kalian bukan anak-anak Gus Dur, mungkin kami juga pikir-pikir untuk terlibat’,"? tutur Abdul Wahab menirukan tokoh Papua itu.

PMII Cabang Tegal

Abdul Wahab mengungkapkan, selama kegiatan itu berlangsung, sampai anggota OPM juga ikut menjaga acara akbar yang diselenggarakan oleh PMII itu.

Acara bedah novel karya Abdullah Wong tersebut digelar Komunitas Gusdurian Gunung Selamet. Selain sang penulis, hadir pula antara lain Eko Wahyudi (Ketua UKM Sugih Bareng),? Haris Burhani MAP dari Puslitbang Kehidupan Keberagamaan Kemenag RI, Gus Yusuf (budayawan Purwokerto), dan H Shaleh, Kordinator Gusdurian Tegal yang juga memimpin jalannya diskusi sebagai moderator.? (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam PMII Cabang Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Polarisasi Anak Bangsa yang Semakin Memprihatinkan

Perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara belakangan ini menunjukkan situasi yang memprihatinkan yang mana masyarakat terbelah dalam dua pandangan yang dikotomis. Ada kelompok yang menganggap salah apa saja yang dilakukan oleh pemerintah. Sedangkan di sisi lain ada yang mendukung pemerintah mati-matian. Berbagai berita yang menjelek-jelekkan pemerintah disebarkan dari grup ke grup media sosial dengan mudahnya. Kelompok seberangnya merespon dengan membuat opini negatif atas lawannya. Media sosial dan dunia maya pun menjadi hiruk-pikuk dengan cacian dan makian. Sementara itu, jika pemerintah bertindak benar, kelompok oposan diam saja atau bahkan mencari sudut pandang negatif dari tindakan tersebut.

Yang lebih celaka lagi, mereka menciptakan kesan bahwa pemerintah bersikap zalim terhadap umat Islam, semantara di sisi lain pemerintah dianggap mengakomodasi kepentingan PKI. Mereka membangun sentimen keagamaan tertentu untuk merawat sikap oposan ini. Jika informasi seperti itu setiap hari secara terus-menerus disebarkan kepada masyarakat umum yang kurang kritis, rawa sekali berubah menjadi sebuah “kebenaran”. Padahal, ada kepentingan besar yang sengaja didesain untuk menciptakan kondisi tertentu guna mendelegitimasi pemerintahan, sekalipun hal tersebut merugikan kepentingan bersama.

Polarisasi Anak Bangsa yang Semakin Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Polarisasi Anak Bangsa yang Semakin Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Polarisasi Anak Bangsa yang Semakin Memprihatinkan

Jika ditelusuri lebih dalam ke belakang, kelompok-kelompok antipemerintah tersebut sebagian merupakan orang yang kalah dalam pertarungan politik pada 2014 lalu. Mereka ingin memelihara dukungan yang secara emosional sudah terbentuk untuk kepentingan politik tahun 2019. Dengan merawat sikap oposisi terhadap pemerintah, maka suara mereka bisa dimanfaatkan lagi untuk pertarungan selanjutnya.

PMII Cabang Tegal

Ada pula yang merasa, pemerintah saat ini kurang memberi ruang kepada kelompok umat Islam tertentu. Mereka merasa, pemerintah bersikap keras, tidak sebagaimana pemerintahan periode sebelumnya. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah menjaga ideologi negara, yaitu Pancasila. Ada sekelompok kecil umat Islam yang ingin mengubah dasar negara dengan sistem khilafah atau ideologi transnasional lainnya. Tentu saja, pemerintah memiliki kewajiban menjaga kelangsungan NKRI yang merupakan hasil konsensus dari para pendiri bangsa yang latar belakangnya beraneka ragam.

Mempertahankan eksistensi NKRI dengan menghalangi tumbuh suburnya aliran-aliran radikal yang mengatasnamakan Islam tidak dapat disamakan dengan memusuhi Islam. Sejumlah UU seperti UU Haji, UU Zakat, UU Halal, dan berbagai peraturan pemerintah lainnya mengakomodasi kepentingan umat Islam sebagai pemeluk agama mayoritas di Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah tentu saja tidak sepenuhnya benar. Ungkapan kekuasaan rawan terhadap penyalahgunaan mengajarkan kita untuk selalu mengawasi perilaku pemerintah. Persoalan seperti korupsi, birokrasi yang lamban, penegakan hukum yang lemah, dan ketimpangan sosial merupakan sebagian masalah yang saat ini belum terselesaikan. Mungkin dari zaman Indonesia merdeka hingga sekarang. Siapa pun presidennya akan menghadapi persoalan tersebut.  Yang harus kita lakukan adalah mengapresiasi kerja-kerja baik yang sudah dilakukan oleh pemerintah, sementara di sisi yang lain harus mengawasi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh para pejabat yang sedang berkuasa.

PMII Cabang Tegal

Nahdlatul Ulama dalam berbagai kesempatan menegaskan, bukan bagian dari pemerintah atau koalisi dan bukan juga oposisi. NU mendukung jika kebijakan pemerintah memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi NU juga akan mengingatkan pemerintah jika beleid yang dikeluarkan merugikan masyarakat. Dalam hal kebijakan sekolah lima hari, NU menentang habis-habisan. Sementara di satu sisi, NU mendukung Perpu ormas sebagai upaya untuk mengekang tumbuh suburnya organisasi radikal yang ingin menggantikan Pancasila dengan ideologi yang mereka usung.

Kehidupan berbangsa dan bernegara memang memerlukan kedewasaan. Kekalahan dalam kontestasi politik adalah hal yang lumrah. Toh ada kesempatan dalam lima tahun berikutnya untuk bertarung kembali. Tetapi jangan sampai rakyat dikorbankan demi kepentingan politik sekelompok kecil orang dengan merusak tatanan bernegara.

Sebagai bangsa yang masih berproses, mengingat latar belakangnya yang sangat beragam, upaya untuk menyamakan visi dalam bernegara harus terus dibangun. Polarisasi-polarisasi yang terjadi saat ini merenggangkan kembali ikatan berbangsa. Bung Karno meminta nasihat Mbah Wahab atau KH Wahab Chasbullah ketika menyadari adanya polarisasi antara kelompok setelah kemerdekaan RI. Mbah Wahab menyarankan diadakannya halal bihalal, atau silaturahim seusai Lebaran, yang kini menjadi tradisi di Indonesia. Upaya-upaya serupa untuk membangun komunikasi antarkomponen bangsa harus terus dilakukan supaya ketika ada kesalahpahaman segera bisa dijelaskan duduk perkaranya. (Ahmad Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Berita, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Jumat, 17 November 2017

Diatur 2 UU, Dasar Hukum Pemenuhan Hak Korban Terorisme Kuat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dasar hukum pemenuhan hak-hak korban tindak pidana terorisme diatur oleh dua undang-undang, yaitu Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Undang-undang Perlindungan Saksi dan Korban.

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai mengatakan, karena diatur oleh dua undang-undang sekaligus, maka perlindungan dan pemenuhan hak korban terorisme dianggap sudah sangat kuat, baik hak untuk mendapatkan bantuan medis, rehabilitasi psikologis dan psikososial maupun kompensasi.

Diatur 2 UU, Dasar Hukum Pemenuhan Hak Korban Terorisme Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Diatur 2 UU, Dasar Hukum Pemenuhan Hak Korban Terorisme Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Diatur 2 UU, Dasar Hukum Pemenuhan Hak Korban Terorisme Kuat

"Bagaimana mekanisme korban terorisme mengakses hak-haknya, termasuk dalam hal kompensasi, ini yang belum diatur perundang-undangan. Dalam pembahasan revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, inilah salah satu hal yang akan disempurnakan," kata Semendawai saat jumpa pers di ruang Media Centre Gedung LPSK, Jakarta, Rabu (11/10).

Semendawai mengungkapkan, hingga saat ini, LPSK tengah memberikan sebanyak 118 layanan bagi korban terorisme, terdiri dari bantuan medis sebanyak 38 layanan, rehabilitasi psikologis 29 layanan, rehabilitasi psikososial 28 layanan dan fasilitasi kompensasi sebanyak 18 layanan.

PMII Cabang Tegal

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menuturkan, awalnya fokus pada pembahasan revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme hanya fokus pada pencegahan, penindakan dan deradikalisasi. Kemudian LPSK berinisiatif agar perlindungan saksi dan korban dapat diatur dalam revisi UU.

"Hanya ada 6 pasal tentang perlindungan saksi dan korban dalam UU tersebut," katanya.

Menurut Edwin, pada kenyataannya banyak hal yang dibutuhkan korban namun belum ter-cover dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban dan harus dimasukkan dalam revisi UU Terorisme. Hal tersebut belajar dari pengalaman LPSK dalam melakukan pemenuhan hak korban terorisme selama ini, seperti penanganan sesaat bagi korban setelah terjadinya peristiwa terorisme.

Dalam memberikan bantuan kepada korban, lanjut Edwin, juga dibutuhkan surat keterangan korban dari penyidik. Terkait itulah, dalam pembahasan revisi UU Terorisme, dimasukkan kewajiban penyidik untuk menetapkan siapa saja korban dalam suatu peristiwa terorisme. Sedangkan untuk kompensasi, dalam praktik selama ini dimasukkan dalam tuntutan. "LPSK meminta agar kompensasi sudah masuk sejak penyidikan. Ini penting agar proses kompensasi terus dibawa dari mulai penyidikan hingga sidang," ujar Edwin. (Red: Kendi Setiawan)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Berita PMII Cabang Tegal

Rabu, 15 November 2017

Gus Mus: Jangan Biarkan Kebencian dan Dendam Merusak Fitrah Muliamu

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri menegaskan bahwa fitrah manusia sesungguhnya mulia. Tetapi kemuliaan tersebut akan rusak bilamana manusia memelihara kebencian dan dendam.

Gus Mus: Jangan Biarkan Kebencian dan Dendam Merusak Fitrah Muliamu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Biarkan Kebencian dan Dendam Merusak Fitrah Muliamu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Biarkan Kebencian dan Dendam Merusak Fitrah Muliamu

Hal ini diungkapkan oleh kiai yang akrab dipanggil Gus Mus ini dalam Tweet Jum’atnya di akun twitter pribadinya, Jumat (14/10).?

Gus Mus juga menjelaskan bahwa kebencian dan dendam dapat merusuhkan suasana hati. Suasana hati di sini bukan hanya suasana hati sang pembenci dan pendendam, tetapi suasana orang yang dibenci dan didendami yang akhirnya berdampak pada tidak kondusifnya kehidupan sosial-masyarakat.

“Jangan biarkan kebencian dan dendam merusakkan fitrah muliamu dan merusuhkan suasana hatimu,” tulis Gus Mus.

PMII Cabang Tegal

Secara jelas, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah ini menggarisbawahi sifat dasar kemuliaan seseorang yang harus terus dijaga demi mewujudkan suasana hati yang damai, tenang, dan tentram.?

Jika suasana hati damai, hal ini akan berdampak pada lingkungan di mana masyarakat tinggal. Secara luas akan terwujud apa yang disebut Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (Negeri yang baik dengan Allah Yang Maha Pengampun) sehingga akan terwujud negara yang damai, adil, dan makmur yang diberkahi dan diampuni Allah.?

Gus Mus secara rutin memberikan kalam hikmah setiap Jumat datang yang secara konsisten diberi tajuk Tweet Jum’at. Tweet Jum’at Gus Mus ini hanya satu-dua kalimat, namun memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat. Terbukti dengan ribuan respon yang mengalir deras dari tweetnya itu, baik yang me-retweet, like, dan me-replay. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pesantren, Meme Islam, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Senin, 06 November 2017

LPBHNU NTB Rintis Pertemuan Dengan Pemuka Agama dan BPN

Mataram, PMII Cabang Tegal. Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Nusa Tenggara Barat mengadakan seminar agraria, Senin (16/3). Seminar yang dihadiri Kepala BPN NTB, Kepolisian, dan pengadilan tinggi agama NTB ini, digelar untuk mengurai konflik pertanahan yang selama ini terjadi terutama di Lombok NTB.

Seminar ini dipandu oleh Ketua GP Ansor kota Mataram Hasan Basri. Acara yang berlangsung di aula kantor PWNU NTB jalan Pendidikan nomor 6 Mataram ini, mengangkat Kepala BPN Lombok Barat dan dua orang perwakilan Kapolda NTB sebagai narasumber.

LPBHNU NTB Rintis Pertemuan Dengan Pemuka Agama dan BPN (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU NTB Rintis Pertemuan Dengan Pemuka Agama dan BPN (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU NTB Rintis Pertemuan Dengan Pemuka Agama dan BPN

Sekretaris PWNU NTB Winengan M Yunus dalam sambutan pembukaan acara berharap agar ? pada pertemuan selanjutnya panitia harus mengundang para tokoh agama sedaerah NTB.

PMII Cabang Tegal

“Pada pertemuan pertama ini kita perlu menyatukan pandangan terlebih dahulu untuk mengatasi sengketa lahan yang selama ini terjadi di Lombok,” kata Hasan mengawali diskusi. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Meme Islam, News PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Minggu, 05 November 2017

GP Ansor: Berdirinya NKRI Telah Sesuai dengan Syariat Agama

Metro, PMII Cabang Tegal. Sekretaris Jendral Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor Abdul Rochman menegaskan bahwa Indonesia adalah merupakan Negara yang majemuk dengan mayoritas beragama Islam terbesar di dunia. Kerukunan dan kedamaian dalam kebhinekaan dapat terwujud di Indonesia yang jumlah ummat muslimnya 11 kali lipat dari Saudi Arabia yang hanya berjumlah 22 juta orang.

Kerukunan dan kedamaian antar ummat beragama yang dapat terangkai dengan baik ini merupakan keberkahan yang luar biasa bagi umat muslim di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat menjadi Pembicara pada Dialog Kebangsaan yang merupakan rangkaian kegiatan Harlah GP Ansor ke 83 dan Pelantikan Masa Khidmat 2017-2021 di Kampus IAIM NU Metro Lampung, Kamis (27/4).

GP Ansor: Berdirinya NKRI Telah Sesuai dengan Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Berdirinya NKRI Telah Sesuai dengan Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Berdirinya NKRI Telah Sesuai dengan Syariat Agama

Menurutnya hal ini tidak terwujud apabila para Ulama terdahulu tidak ikut berjuang dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasar Pancasila dengan tujuan proklamasi kemerdekaan yang ditetapkan dalam UUD 45.

"Bukan hanya pada saat menjelang tahun 45, tetapi dalam sejarah 4 Wali dari Aceh pada tahun 1876 (70 tahun sebelum kemerdekaan) telah mewasiatkan bahwa akan lahir suatu bangsa yang bernama Al-Jumhuri Al-Indonesia (Kerajaan Indonesia), hal ini menggambarkan bahwa Indonesia akan tegak sebagai sebuah Republik, bukan daulah ataupun khilafah" tegasnya.

Terwujudnya NKRI harus dibayar dengan harga mahal di atas tetesan darah kader-kader bangsa ulama terdahulu kita. Yang salah satunya diabadikan dengan hari santri 22 Oktober yang merupakan awal Resolusi Jihad.

PMII Cabang Tegal

Merujuk pada kondisi dan sejarah ini, Ketua PW Ansor Khidir Ibrahim yang hadir pada acara tersebut menegaskan bahwa Ansor dan Banser harus menjadi barisan terdepan dalam mengibarkan panji-panji dan bendera Gerakan Pemuda Ansor di seluruh penjuru tanah air dalam membela dan menyangga Nahdlatul Ulama.

PMII Cabang Tegal

Oleh karenanya Ia mengajak anggota Ansor dan Banser untuk mengambil kepeloporan dan kepemimpinan yang ada di masyarakat.?

"Kita lahir sebagai pendiri Republik, kita harus tegas dan jelas dalam mengambil sikap bahwa Negara kita telah sesuai dengan syariat," tegasnya pada aacara yang mengangkat tema Meneguhkan Tekad Menjaga Keutuhan NKRI. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam PMII Cabang Tegal

Jumat, 03 November 2017

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan “penggila” sepak bola. Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak ribuan bahkan puluhan ribu jiwa dengan segala atribut kreatifitasnya.

Puncaknya, ketika Timnas Indonesia bertanding di level Internasional yang dianggap mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, para suporter dari berbagai daerah rela antri berjam-jam untuk memperoleh tiket demi menjadi saksi perjuangan punggawa Timnas Merah Putih.

Akan tetapi, yang tak luput dari kaca mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.? Sebagai seorang Muslim, kewajiban shalat 5 waktu tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Para suporter sepak bola Indonesia yang mayoritas Muslim tidak boleh meninggalkan kewajiban ini. Mungkin bagi mereka yang menyaksikan lewat siaran televisi dapat mengatur waktu lebih mudah antara menunaikan shalat dengan menyaksikan pertandingan. Akan tetapi, bagi mereka yang menyaksikan langsung di stadion justru menjadi masalah pelik. Lama waktu mengantre tiket, berjubelnya suporter dan minimnya fasilitas musholla seolah menjadi alasan mereka untuk “pasrah”. Akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban shalat begitu saja.

Lantas, siapa yang “paling” bertanggungjawab terhadap masalah ini ? Dalam Islam, Nabi Muhammad telah bersabda: “kullukum rầ’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatihi”. Jika ditempatkan dalam konteks persepakbolaan Indonesia, pemimpin dalam hal ini adalah pengurus PSSI. Sebagai penyelenggara Liga Indonesia dan pertandingan internasional, seharusnya mereka mengerti dan memahami bahwa mayoritas suporter adalah Muslim.

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Apalagi Ketua dan mayoritas pengurus PSSI juga Muslim. Tidak selayaknya mereka sibuk dengan masalah internal yang ujung-ujungnya berebut kekuasaan. Tidak selayaknya pula hanya melakukan komersialisasi demi meraih kuntungan yang sebesar-besarnya, hingga melupakan masalah yang urgent, hak dan kewajiban suporter sebagai umat Islam. PSSI harus mengayomi mereka dengan melakukan beberapa hal.

Pertama, mengatur waktu penyelenggaraan pertandingan. PSSI hendaknya menentukan waktu-waktu pertandingan yang tidak mepet dengan batas waktu shalat. Shalat yang paling “rawan” hilang adalah shalat Dzuhur (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan sore), shalat Ashar dan Magrib (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan malam). Waktu yang paling pas menurut bagi pertandingan sepak bola Indonesia adalah ba’da shalat Ashar dan ba’da shalat Isya’. Alasannya, jarak kedua waktu shalat ini dengan shalat sesudahnya cukup panjang. Dari Ashar ke Magrib sekitar tiga jam, sedangkan dari Isya’ ke Subuh malah lebih panjang lagi. Akan tetapi, hal ini harus didukung dengan penjualan tiket yang professional.

Kedua, memperbaiki manajemen penjualan tiket. Apabila penjualan tiket masih saja seperti saat ini dengan cara mengantre berjam-jam di hari H, tentu akan membuang banyak waktu hingga shalatnya “bablas”. Karena itu, system penjualan tiket secara online hendaknya semakin diutamakan dengan waktu pengambilan tiket beberapa hari sebelum hari H. Minimal menjual tiket lebih pagi. Dengan itu para suporter bisa datang ke stadion beberapa menit sebelum kick off dimulai, tanpa kehilangan shalatnya.

PMII Cabang Tegal

Ketiga, penyediaan fasilitas shalat di dekat stadion. PSSI bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun masjid di dekat stadion yang sanggup menampung ratusan hingga ribuan jamaah. Hal ini penting agar penonton tidak terlalu jauh dan membuang-buang waktu mencari tempat untuk menunaikan shalat. Selain itu, masjid yang dekat dengan stadion juga mempengaruhi mood para suporter terhadap kewajibannya agar tidak dilupakan begitu saja.

PMII Cabang Tegal

Keempat, sosialisasi dalam internal PSSI maupun dengan elemen-elemen masyarakat. Berawal dari Pengurus Besar PSSI disalurkan kepada Pengprov PSSI, Pengcab PSSI hingga ke akar rumput perkumpulan suporter, dan akhirnya sampai ke sanubari pribadi suporter. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan elemen-elemen masyarakat, di antaranya dengan ulama’ atau kyai. Pengurus PSSI bisa terjun dalam pengajian-pengajian bersama ulama’ membahas pentingnya shalat bagi umat Islam mekipun dalam keadaan hendak menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga shalatnya tidak terlewatkan.

Terakhir, petinggi dan pengurus PSSI (banyak yang telah Haji) mestinya memahami arti pentingnya shalat. Tentunya mereka menginginkan terwujudnya ketertiban dan sportifitas pada persepakbolaan Indonesia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal itu dapat terwujud setelah elemen-elemen persepakbolaan Indonesia melaksanakan shalat. Setelah shalat, hati dan fikiran mereka akan terasa “adem ayem”, tenang, damai, dan terhapuslah rasa dengki yang dapat menciptakan anarkisme. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ashsholatu tanha ‘an al-fakhsya’i wa al-munkar” (Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar).

Mengingat masih sedikitnya yang membahas masalah ini, semoga saran dalam tulisan ini diperhatikan dan ditindak lanjuti demi keseimbangan dunia dan akhirat kita sebagai umat Islam. Boleh kita menyaksikan pertandingan sepak bola, namun jangan sampai meninggalkan shalat. Hendaknya masalah pelaksanaan shalat ini menjadi tanggungjawab bersama antara PSSI, Suporter, dan elemen-elemen masyarakat.

Di dalam momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, dan sebelum dimulainya kompetisi musim depan, saatnya PSSI mulai berpikir dan berhijrah ke arah yang lebih baik dengan mengatur jadwal pertandingan sepak bola supaya tidak bentrok dengan waktu shalat. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi dan didukung oleh suporter yang mempunyai akhlak mulia, sebagai akibat dari pelaksanaan shalat. Amin.

?

Riza Nur Fikri

Alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Santri, Makam PMII Cabang Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin menanggapi pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menganggap bahwa putusan pemerintah terkait pembubaran HTI sebagai bentuk perlawanan terhadap Islam.

“Pemerintah sama sekali tidak melawan dakwah Islam. Pemerintah Republik Indonesia tidak melawan agama Islam sama sekali. Yang dilawan adalah gerakan politik Hizbut Tahrir,” kata Kiai Ishom saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk “Khilafah dalam Pandangan Islam” di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/5).

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal HTI, Pemerintah RI Tidak Aniaya Agama Islam

HTI, kata Kiai Ishomuddin, merupakan gerakan politik yang menggunakan simbol bendera putih dan hitam yang bertuliskan tauhid dengan menempuh jalan dakwah di negara Republik Indonesia.

Ia menambahkan, HTI seringkali mengatasnamakan umat Islam untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya, yaitu menegakkan khilafah yang sifatnya internasional.

PMII Cabang Tegal

“Mereka ingin membuat sistem negara khilafah yang dipimpin khalifah mulai dari Sabang sampai Maroko, bukan Sabang sampai Merauke, tapi dari Sabang sampai Maroko,” terang Kiai Ishomuddin.

PMII Cabang Tegal

“Mereka menentang nation-state, negara bangsa,” tambahnya.

Diskusi ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kang Said menguraikan singkat sejarah Hizbut Tahrir dari mulai Palestina sampai masuk ke Indonesia. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Meme Islam, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, terlebih lagi menuntut ilmu agama yang kerap disebut aktivitas “ngaji ilmu”. Sebelum dan sesudah mengaji, kita dianjurkan berdoa agar Allah SWT membuka dan memudahkan pemahaman kepada kita.

Kita juga berharap Allah SWT menjaga ingatan atas ilmu yang telah kita hafal dan pahami. Berikut ini doa yang dianjurkan dibaca usai mengaji ilmu.

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

Subhânallâh walhamdu lillâhi wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar ‘adada kulli harfin kutiba aw yuktabu abadal âbidîn wadahrad dâhirîn.

Artinya, “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang disembah selain Allah, Allah Tuhan Maha Besar sebilangan huruf dari huruf-huruf yang telah tertulis atau lagi akan tertulis selama-lamanya dan bertahun-tahun adanya,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Meme Islam PMII Cabang Tegal

Senin, 28 Agustus 2017

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah

Bojonegoro, PMII Cabang Tegal. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Jauhari Hasan mengatakan, ajaran Islam melarang berhubungan suami istri tanpa akad pernikahan (zina). Bahkan, prilaku mengarah zina, seperti pergaulan bebas pun tidak dibolehkan.

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah

Selain terlarang dalam agama, pergaulan bebas juga bisa menyebabkan penyakit HIV/AIDS. “Pergaulan bebas menyimpang dari syariat islam. MUI miris melihat pergaulan bebas yang semakin marak terjadi,” ujarnya kepada PMII Cabang Tegal saat ditemui di masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Rabu, (26/2).

Pria asal Kabupaten Tuban tersebut juga berpendapat, tidak mempersoalkan penggunaan kondom agar tidak terjangkit HIV/AIDS. Tapi jangan sampai perzinaan terjadi.

PMII Cabang Tegal

“Jika sudah berkeluarga dengan pernikahan sah, karena suami atau istri terkena HIV/AIDS, diperkenankan menggunakan kondom agar tidak terjangkit penyakit berbahaya tersebut.

Ia menambahkan, untuk menyikapinya soal pergaulan bebas, MUI akan meningkatkan dakwah dan penyuluhan. “Solusinya sulit karena nafsu, tetapi kalau tidak dibentengi akan merusak umat. Apalagi MUI prihatin, remaja sekarang 90% pacaran menjurus perzinahan,” ucapnya.

PMII Cabang Tegal

Guru MAN 2 Bojonegoro itu setiap mengajar, selalu memberikan motivasi kepada siswa-siswinya agar tidak pacaran. Serta memotivasi, untuk menjauhi pergaulan bebas.

Perhatian orang tua juga memberikan peran sentral dalam melakukan pengawasan pada anaknya, karena seorang anak juga menjadi tanggung jawab orang tua selain pihak sekolah. “MUI mengimbau kepada orang tua mengawasi putra-putri agar bertindak positif dan tidak melanggar aturan Allah,” imbuhnya. [M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Sholawat, Amalan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 26 Agustus 2017

Ini Makna Lambang NU Afganistan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Lima bintang, satu bintang besar di atas dan empat kecil di kanan dan kiri bola dunia dalam lambang NU Afganistan mempunyai dua makna. Pertama, lima bintang itu mencerminkan rukun Islam yang lima: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji.

Ini Makna Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Makna Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Makna Lambang NU Afganistan

“5 stars One Big and 4 small are put for two meaning, The five Pillars of Islam 1. Tauhid 2. Salah (5 prayer) 3. Sawm (Ramadhan) 4. Zakah (Charity) 5. Hajj,” kata Fazal Ghani Kakar, Program Coordinator NECDO kepada PMII Cabang Tegal, Sabtu (14/6) melalui pihak kedutaan besar Indonesia di Afganistan.

NEDCO atau Noor Educational and Capacity Development Organization adalah pihak yang memfasilitasi pertemuan sejumlah ulama Afganistan di Kabul pada 5 Mei 2014 lalu. 20 perwakilan ulama yang berasal dari propinsi Maidan Wardak, Propinsi Pansjir, Kota Kabul, Propinsi Parwan dan beberapa Ulama dari Propinsi Jalalabad dalam pertemuan itu sepakat membentuk organisasi Nahdlatul Ulama seperti Indonesia, namun disesuaikan dengan situasi dan aturan resmi pemerintah Afganistan serta mempunyai lambang tersendiri.

PMII Cabang Tegal

Makna lain dari lima bintang: Satu bintang besar melambangkan Nabi Muhammad SAW. Sementara empat bintang kecil lainnya melambangkan empat sahabat Nabi (khulafa’ur rasyidin) Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Dengan demikian lima bintang itu sekaligus melambangkan Ahlussunnah wal Jamaah, atau jamaah yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan semua sahabatnya.

Gambar mihrab dan mimbar di tengah bola dunia, atau tepat di tengah peta negara Afganistan menunjukkan ciri khas Islam sekaligus menyimbolkan dakwah dengan cara damai. “Afghan Map in the middle of the glob represents the Afghan Ulama, there is Mihrab and Minbar and minarets represents the Islamic values and the Dawah through peaceful means,” demikian Fazal Ghani Kakar.

PMII Cabang Tegal

Adapun warna dasar hijau dalam lambang itu menunjukkan kemakmuran. Lalu hadits “Ulama adalah Pewaris Nabi” dimaksudkan untuk mengingatkan para ulama mengenai posisi dan tanggung jawab kepada umat. Sementara dahan zaitun yang menopang bola dunia melambangkan pesan perdamaian.

Lambang Nahdlatul Ulama Afganistan atau NUA juga mewadahi dua bahasa nasional setempat, tercermin dari dua abjad yang disertakan yakni “Pashot” dan “Dari”. Lalu dua tahun yang tertulis menunjukkan tahun berdirinya NU sekaligus dua sistem penanggalan yang berlaku: 1393 (kalender Matahari/Syamsiyah) dan 1435 (kalender bulan/qamariyah). –Dua-duanya dihitung dari hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah: Red)

Satu lagi lafadz "Bismillahirrahmanir rahim" yang tertulis dalam lambang NU Afganistan menunjukkan kalimat pembuka yang menunjukkan niat dan keseriusan ulama setempat dalam mendirikan organisasi, dalam rangka menjalankan perintah agama.

“Bismillah is written on the Afghan map obeying the Hadith of “Kolo Amren Zibalen Lam Yabdaa Be Ismillah-e- Fa Howa Aqtaa,” demikian Fazal Ghani.

Ditambahkan, saat ini Nahdlatul Ulama Afganistan sedang dalam proses legalisasi oleh kementerian hukum setempat dan akan dideklarasikan dalam waktu dekat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Meme Islam, Tegal PMII Cabang Tegal

Senin, 07 Agustus 2017

Mbah Moen: Muktamar NU Ke-33 Muktamar Siklus

Jombang, PMII Cabang Tegal. Kaum Muda Nahdlatul Ulama (NU) berhimpun dalam satu musyawarah dihelat 2-3 Agustus di Universitas Wahab Chasbullah, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur. Pada kesempatan itu, KH Maimoen Zubair yang hadir memberikan tausyiah menyambut baik kegiatan berlangsung pada muktamar yang menurutnya muktamar siklus.

Mbah Moen: Muktamar NU Ke-33 Muktamar Siklus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Muktamar NU Ke-33 Muktamar Siklus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Muktamar NU Ke-33 Muktamar Siklus

"Ini muktamar siklus. Saya sebut demikian karena 33 merupakan putaran sempurna, bertemunya matahari dan rembulan itu setiap 33 tahun," kata sesepuh NU yang biasa dipanggil Mbah Moen itu, Ahad (2/8).

Di hadapan sekitar 2.000 kaum muda NU, mustasyar PBNU meminta jika nanti hadirin meninggal dan ditanya siapa bapaknya dalam kubur, maka jangan ragu menjawab Ibrahim.

PMII Cabang Tegal

"Ibrahim mengetahui adanya manusia khos, tertentu, dan manusia biasa yang tahunya peristiwa ditimbulkan dari mata dua. Ibrahim ialah satu-satunya nabi yang menegaskan, Islam akan berkembang terus-menerus. Apalagi setelah Allah mengangkat Nabi Besar Muhammad SAW," ujar Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang-Rembang, Jawa Tengah itu lagi.

PMII Cabang Tegal

Agama adalah garis vertikal bukan horizontal. Namun demikian, Mbah Moen bertutur, agama tidak bisa menjadi agama yang benar-benar maju tanpa memikirkan yang horizontal.

Menurut Mbah Moen, Ibrahim mengetahui putaran matahari dari barat ke timur. Berbeda dengan Kaisar Babilonia ke-1, Raja Namrud yang hanya tahu matahari datang dari timur ke barat.

"33 dikali 3 itu Asmaul Husna," ujar Mbah Moen pada kegiatan yang juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdaltul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, Koordinator Seknas Gusdurian Alissa Wahid, dan Presidium I Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) M Zimamul Adli. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Foto: KH Maimoen Zubair memberikan tausyiah pada Musyawarah Kaum Muda NU di Universitas Wahab Chasbullah, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Ahad (2/8).

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam PMII Cabang Tegal

Rabu, 26 Juli 2017

Pesan Kapolda DIY kepada Para Santri di Yogyakarta

Sleman, PMII Cabang Tegal - Bhineka Tunggal Ika di tengah kemajemukkan kehidupan berbangsa dan bernegara, jangan hanya dijadikan semboyan saja. Melainkan, harus direalisasikan sebagaimana mengamalkan prinsip-prinsip dalam beraswaja, seperti tawasuth, tawazun, tawazun, dan itidal.

Demikian sambutan Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri saat menghadiri majelis rutin Mujahadah, Kamis Wage di Pesantren Sunan Pandanaran, Kamis (30/3) sore. Kegiatan yang rutin digelar saban empat puluh hari sekali di pesantren setempat ini untuk mengenang kiprah Ny Hj Jauharoh Munawwir, istri mendiang Pendiri Pesantren Pandanaran KH Mufid Masud.

Pesan Kapolda DIY kepada Para Santri di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Kapolda DIY kepada Para Santri di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Kapolda DIY kepada Para Santri di Yogyakarta

Ahmad Dofiri menyampaikan, komitmen pesantren untuk senantiasa mengawal NKRI nyata telah terbukti sebelum kemerdekaan. Hal ini didukung oleh fakta yang menyebut pesantren merupakan salah satu pilar kemerdekaan Indonesia.

PMII Cabang Tegal

"Dengan hubbul wathan minal iman, pesantren menggugah para santri untuk berdedikasi dalam merebut serta mengisi kemerdekaan," katanya.

Menurut jenderal bintang satu ini, salah satu keunggulan pesantren dibanding institusi pendidikan lainnya adalah metode pengajarannya, yakni adanya proses talim yang meniscayakan transfer keilmuan secara ikhlas antara kiai dan santri.

Selain itu, lanjutnya, pesantren juga mengenal konsep tazhim, tarbiyah, dan tadris. Dimana hal-hal tersebut saling berkaitan dalam rangka membentuk generasi yang disiplin, beradab, membuka wawasan dan keahlian, serta mampu mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

PMII Cabang Tegal

Kepada para santri dan masyarakat umum yang hadir, ia mengingatkan terkait hal-hal yang mesti diwaspadai dewasa ini. Bahwa, internet yang menjurus ke isu hoax, penggunaan narkoba, dan perilaku terorisme serta radikalisme merupakan tiga hal yang perlu digarisbawahi.

"Hingga sekarang, media sosial menjadi pilar kelima dalam laku kriminalitas. Sebab itu, kita harus berhati-hati dengan isu hoax apalagi membuat dan menyebar hoax," katanya. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Meme Islam, Budaya PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock