Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, PMII Cabang Tegal. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada PMII Cabang Tegal saat dihubungi, Ahad (6/12).

PMII Cabang Tegal

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Fragmen, Syariah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) tengah mempersiapkan waktu dan tempat pelantikan pengurus baru pengurus PP IPPNU hasil pemilihan kongres ke-XVI di Pelembang akhir 2012 lalu.



IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Tsururoh kepada PMII Cabang Tegal per telepon, Senin (11/3) petang.

Menurut Wilda, kemungkinan pelantikan pengurus baru akan jatuh pada tanggal 15 Maret 2013. Karena, PP IPPNU mengikuti jadwal kosong Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang baru pulang umroh tanggal 11 Maret ini.

“Kita rencananya mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat. Namun, jadwal kegiatan di TIM sudah penuh pada tanggal rencana pelantikan,” kata Wilda.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, jajaran panitia pelantikan kini memiliki dua alternatif tempat, Hotel Akasia dan Perpustakaan Nasional. Kita akan mempertimbangkan kembali tempat yang cocok untuk pelantikan ke depan, tambah Wilda.

Pelatikan pengurus PP IPPNU masa bakti 2012-2015 meleset dari jadwal semula, awal Maret 2013. Perubahan jadwal pelantikan disebabkan antara lain penyesuaian dengan jadwal tamu undangan.

PMII Cabang Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Sholawat, Lomba PMII Cabang Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Daunnajah

Jakarta, PMII Cabang Tegal



Pesantren Darunnajah Jakarta mengelar Musabaqoh Hifzhul Quran yang ke-3 antar Pondok Pesantren se-Indonesia. Musabaqoh Hifzhul Quran merupakan acara rutin setiap tahun, yag pada tahun ini bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda  ke-89. 

Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Daunnajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Daunnajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Daunnajah

Ketua Panitia Sofwan Manaf megungkapkan Musabaqoh Hifzhul Quran ini adalah salah satu cara untuk mencerdaskan kader bangsa.

“Agar mencintai Agama dan Negara, para santri juga diharapkan membawa nilai-nilai Al Quran, mampu menjaga toleransi dan keberagaman yang ada di Indonesia serta berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan demi terciptanya cinta tanah air Indonesia raya," ungkapnya pada Jumat, (27/10).

Sofwan mengatakan sebanyak 426 hafidz dan hafidzah dari pesantren se-Indonesia menjadi peserta kegiatan tersebut. Mereka sebelumnya mengikuti seleksi di 14 kota meliputi Medan, Kuningan, Tidore, Maros,

Tenggarong, Martapura, Dumai, Palembang, DKI Jakarta, Magelang, Surabaya, Bondowoso, Sumbawa, dan Lombok.

PMII Cabang Tegal

Para pemenang (terbaik) pada tiap golongan, baik putra dan putri mendapatkan hadiah ibadah umroh. Sedangkan terbaik 2, 3, harapan 1, dan harapan 2 mendapatkan dana pembinaan. (Kendi Setiawan)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Fragmen, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan upaya untuk memindahkan makam suci Nabi Muhammad harus ditentang keras oleh umat Islam.

“Allah yang akan menjaga Utusan-Nya, semoga yang akan membongkar makam beliau dilaknat Allah,” tegasnya, Rabu.?

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, memang, ada kebencian mendalam orang-orang Wahabi terhadap jamaah yang menziarahi makam Rasulullah karena hal itu dianggap syirik.?

PMII Cabang Tegal

“Banyak orang Arab Saudi yang sudah bepergian ke pojok-pojok dunia, tetapi belum pernah ke Madinah,” jelasnya.

Ia menggambarkan hal ini, seperti orang Indonesia yang sudah pergi ke mana-mana, tetapi belum pernah mengunjungi Candi Prambanan atau Borobudur.?

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, harian The Independent melaporkan adanya proposal yang sudah disebarkan di lingkungan pengelola dua masjid suci, masjidil haram dan masjid nabawi, salah satunya berisi rencana tentang pemindahan makam nabi dari Masjid Nabawi ke pemakaman al Baqi, dan menjadikan makam nabi anonim sebagaimana makam-makam keluarga nabi yang sebelumnya sudah dipindah ke tempat tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Kajian, Fragmen PMII Cabang Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Ketua Baru IPNU Ponorogo Janji Tambah Anak Cabang dan Komisariat

Ponorogo, PMII Cabang Tegal

Ketua baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Roni Yudianto mengatakan, pihaknya akan segera bekerja dengan merumuskan? konsep pengembangan IPNU Ponorogo ke depan.? Rumusan tersebut akan ditindaklanjuti dengan langkah nyata, di antaranya pendirian PAC baru di beberapa kecamatan yang belum terbentuk.

“IPNU Ponorogo akan segera melakukan silaturahmi dan menjalin kerja sama dengan LP Ma’arif NU Ponorogo dalam usaha mendirikan komisariat di sekolah-sekolah yang berbasis NU,” katanya.

Ketua Baru IPNU Ponorogo Janji Tambah Anak Cabang dan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru IPNU Ponorogo Janji Tambah Anak Cabang dan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru IPNU Ponorogo Janji Tambah Anak Cabang dan Komisariat

Selain itu, hal krusial yang mendapat perhatian serius dari pengurus IPNU Ponorogo baru adalah terkait peningkatan sumber daya manusia pengurus dan anggota IPNU. Penataan kembali pola kaderisasi dalam tubuh IPNU juga dianggap perlu.

PMII Cabang Tegal

Roni terpilih sebagai ketua IPNU Ponorogo masa khidmah 2016-2018, menggantikan ketua IPNU Ponorogo domisioner, Muhammad Dardiri, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XXVI IPNU yang dirangkai dengan peringatan hari lahir (Harah) IPNU ke-62 di MTs MA Ma’arif Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Dalam forum musyawarah tertinggi pelajar NU Kota Reog yang berangsung 26-28 Februari 2016 tersebut Roni memperoleh suara terbanyak, yakni 22 suara. Ia mengungguli rekanya Eko Triono yang memperoleh 11 suara. Sedangkan 1 suara tidak sah. Peserta Konfercab yang memberikan suara terdiri dari Pengurus Anak Cabang (PAC), Pengurus Komisariat, dan Pengurus Ranting IPNU se-Kabupaten Ponorogo.

PMII Cabang Tegal

Konfercab bertema “Loyalitas dan Integritas Pelajar Islam untuk Ulama dan Bangsa” ini juga diisi dengan kegiatan seminar Extreme Motivation menyongsong generasi emas dengan pemateri Mufarrihul Hazin.

Selain dihadiri oleh puluhan kader, Konfercab juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Balong, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, Perwakilan Badan Otonom serta pengurus cabang IPNU Ponorogo. (Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen PMII Cabang Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Riyadh, PMII Cabang Tegal. Dikenal sebagai seorang moderat yang memahami tuntutan ulama konservatif, suku yang berkuasa dan populasi muda yang terus meningkat, Raja Salman bin Abdul Aziz akan melanjutkan reformasi sosial dan ekonomi yang dimulai Raja Abdullah, yang mangkat pada Jumat dini hari.

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

"Menurut saya dia bisa dengan baik menjaga keseimbangan rumit yang harus dia lakukan untuk menggerakkan masyarakat ke depan dengan tetap menghargai tradidi dan cara konservatif," kata Robert Jordan, yang menjadi duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001 sampai 2003.

Salman mengendalikan salah satu media terbesar di dunia Arab. Dia yakin demokrasi tidak cocok dengan kerajaan konservatif dan mendukung kehati-hatian dalam reformasi sosial dan budaya menurut kawat diplomatik Amerika Serikat tahun 2007 yang disiarkan oleh WikiLeaks.

PMII Cabang Tegal

Selama hampir 50 tahun Salman menjabat sebagai gubernur Provinsi Riyadh, satu peran yang melibatkan kerja dekat dengan konservatif tradisional dan teknokrat liberal dalam membangun ibu kota Arab Saudi dari kota gurun kecil menjadi metropolis utama.

PMII Cabang Tegal

Ketika kedua kakak, putra mahkota Sultan dan Nayef, wafat, Salman ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan pertama dan ahli waris.

Portofolio pertahanan melibatkan penyelenggaraan kementerian dengan pengeluaran terbesar itu, yang melakukan pembelian senjata masif untuk memperkuat ikatan dengan sekutu seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Dia telah menjadi bagian dari lingkaran dalam keluarga penguasa al-Saud, yang membentuk dan masih mendominasi kerajaan gurun itu bersama dengan ulama selama berpuluh tahun.

Dalam keluarga kerajaan yang menjadikan hak untuk menjaga dua tempat suci umat Islam, Makkah dan Madinah, sebagai landasan, Salman punya reputasi sebagai sosok yang saleh dan berpandangan ke depan.

"Dia pandai, politis, berhubungan dengan basis konservatif tapi juga berpikiran cukup modern," kata bekas diplomat di Riyadh itu dalam wawancara tentang proses suksesi kerajaan dengan kantor berita Reuters.

Gubernur Riyadh

Sebagai gubernur Riyadh dari tahun 1962 sampai 2011, Salman melakukan lebih banyak kerja sama dengan pemerintah asing dibandingkan dengan kebanyakan senior kerajaan.

Peran itu juga memberi dia tanggung jawab untuk menengahi sengketa antar anggota keluarga kerajaan yang bertikai, menempatkan dia di pusat struktur kekuasaan paling penting dalam kerajaan.

Dalam pertemuan dengan duta besar Amerika Serikat pada Maret 2007, kawat yang disiarkan oleh WikiLeaks menyebutkan bahwa Salman mengatakan reformasi sosial dan budaya yang dimulai Raja Abdullah mesti bergerak perlahan karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi dari kelompok konservatif.

Dia juga menentang pengenalan demokrasi di kerajaan, menyitir pembagian kawasan dan kesukuan, dan mengatakan kepada duta besar bahwa solusi konflik Palestina-Israel penting untuk stabilitas Timur Tengah.

Jordan mengatakan Pangeran Salman semula tidak mempercayai keikutsertaan warga Saudi dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat tapi sikapnya kemudian berubah setelah melihat bukti kuat bahwa 15 dari 19 pembajak pesawat adalah warga negaranya.

"Dia tidak begitu saja menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tapi pada waktu yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang melampaui minyak," kata Jordan.

Kekuasaan Kerajaan

Dengan sosok yang kuat dan berjenggot, Salman adalah pangeran yang dikatakan lebih mirip dengan sang ayah, Raja Abdul Aziz Ibn Saud, dibandingkan saudaranya yang lain.

Sebagai salah satu dari apa yang disebut "tujuh Sudairi" - saudara yang lahir dari istri kesayangan Ibn Saud, Hassa bint Ahmed al-Sudairi - Salman telah berada di pusat kekuasaan kerajaan selama puluhan tahun.

Saudara kandungnya dalam keluarga dengan lebih dari 30 saudara tiri itu termasuk mendiang Raja Fahd serta Putra Mahkota Sultan dan Nayef, dan bekas menteri dalam negeri Pangeran Ahmed.

Salman lahir tahun 1936 di Riyadh, yang dulu merupakan kota oasis dengan bangunan batu bata dari lumpur di dalam kerajaan baru yang belum menemukan sumber minyak serta menggantungkan pendapatan dari peziarah yang mengunjungi Makkah dan Madinah, perkebunan kurma dan penggembalaan unta.

Salah satu putranya, Pangeran Sultan bin Salman, menjadi astronot Arab pertama, terbang menggunakan pesawat antariksa Amerika Serikat, Discovery, pada 1985.

Pangeran Sultan sekarang menjadi menteri pariwisata, sementara putra yang lain, Pangeran Abdul Aziz, menjadi wakil menteri perminyakan.

Dalam lima dekadenya memerintah Riyadh dan sekitarnya, Salman mengawasi pembangunan ibu kota dari kota gurun besar menjadi metropolis berpenduduk 4,6 juta jiwa.

Pangeran Salman belajar di "sekolah pangeran" di istana Ibn Saud dari imam Masjidil Haram di Makkah, menandakan pentingnya Ibn Saud melekat pada keyakinan Islam murni, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen PMII Cabang Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sebagai salah satu pusat rujukan masyarakat, pesantren dituntut mengembangkan peran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungannya. Di samping menjadi wahana dakwah Islam dan kaderisasi ulama, pesantren bisa pula menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Semangat inilah yang diperjuangkan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama atau asosiasi pesantren NU melalui program “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pesantren”. Selama tiga bulan terakhir RMI secara gencar melatih ratusan santri dan masyarakat di sekitar pesantren untuk aktif di bidang kewirausahaan.

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Akhir April lalu (28-30/4), RMI menggelar pelatihan usaha kecil menengah (UKM) di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon. Sebelumnya, kegiatan serupa diadakan di Pesantren Al-Ikhlas, Boyolali, dengan segmen usaha penggemuakan sapi, serta di Pesantren Al-Huda, Ciamis, dengan segmen usaha pertukangan dan industri mebel.

PMII Cabang Tegal

Program yang diikuti para santri senior dan pemuda dari masyarakat di sekitar pesantren ini merupakan hasil kerja sama antara RMI dan Corporate Social Responbility (CSR) Bank Mandiri. Selain menggelar pelatihan, gerakan pemberdayaan ini disertai pendampingan selama kurang lebih satu tahun, untuk mematangkan kesiapan peserta menjadi wirausahaan sesuai bidang yang digelutinya.

PMII Cabang Tegal

Ketua Pengurus Pusat RMI KH Amin Haedari mengakui, pesantren sejak lama menyimpan potensi besar dan beragam. Karena itu, pesantren harus mampu berkontribusi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. “Yang penting, bagaimana semangat kita untuk membangun diri,” ujarnya.

Supaya tetap relevan, RMI sengaja memilih segmen pelatihan yang disesuaikan dengan potensi pesantren dan lingkungannya. Selanjutnya, pesantren bersangkutan diharapakan sanggup mengembangkan pengalaman ini kepada pesantren-pesantren lain.

Saat ini RMINU tengah mulai melakukan pendampingan dan bantuan modal usaha sebagai kelanjutan program ini. Di luar pembangkitan etos wirausaha, program kerja sama ini juga telah menyiapkan program pembangunan sanitasi dan air bersih di sejumlah pesantren di Indonesia.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Amalan, Fragmen PMII Cabang Tegal

Kamis, 30 November 2017

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Mimika, PMII Cabang Tegal



Hari Ahad pagi (02/10) yang cerah di pegunungan Tembagapura, Mimika Papua, sinar matahari menghangatkan badan para muslimin dan muslimat warga Tembagapura, Ridge Camp dan rombongan jamaah dari dataran rendah untuk melangkahkan kaki menghadiri shalawat akbar dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah 1438 H.

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Shalawat akbar dilaksanakan di Masjid Baiturrahman - Ridge Camp (RC), komplek tempat tinggal karyawan dari perusahaan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berada di ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Acara ini terselenggara atas kerjasama yang baik antara pengurus Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) PTFI dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) seluruh area PTFI dan MWC NU Tembagapura, Papua dengan tujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.?

Acara dihadiri oleh muslimin dan muslimat kurang lebih 700 orang jamaah YMM dan Warga Nahdliyin di Tembagapura dan Mimika

Acara dimulai tepat pukul 10:00 WIT dengan pembuka lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Ust Asep Maosul. Sambutan dari YMM disampaikan oleh H Zulfallah dengan menekankan pentingnya acara seperti ini selain untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW juga untuk menjalin silaturahim antar jamaah YMM. Acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh para Ust YMM dan diiringi oleh tiga grup shalawat, yaitu grup shalawat Syifaul Qolbi dari DKM Darus Saadah TPRA dengan vokalis Pengurus MWC NU Tembagapura, Ust Hasyim Asari, Asyiqol Musthofa dari DKM Baiturrahman RC dan dari DKM Baiturrahim Kuala Kencana.

PMII Cabang Tegal

Waktu shalat Dhuhur tiba, acara dihentikan sementara untuk melaksanakan shalat barjamaah dan makan siang bersama. Waktu menunjukkan pukul 13:00 WIT, acara dilanjutkan dengan ceramah akbar oleh Ust Al-Habib Alwi Bin Ahmad bin Shahab dari Hadratulmaut Yaman dan Al-Habib Alawi Abdullah Hussein Al Aidrus dari Jakarta. Mereka berdua mengkisahkan bagaimana para sahabat Rasulullah mencintai Nabi Muhammad SAW dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Dikisahkan juga bagaimana unta dan bahkan tumbuhan mencintai Rasulullah dan ingin selalu dekat dengan Rasulullah SAW.

H Ernanto selaku Ketua YMM, dan Mustasyar MWCNU Tembagapura mengharapkan acara seperti ini dapat istikomah dijalankan untuk ajang silaturahim warga YMM dan warga NU di area kerja PTFI. Ia menyampaikan bahwa YMM saat ini sedang berusaha untuk membukukan sejarah dan dakwah YMM di tanah Papua bersama tim PCNU Kab Mimika (Akhyar/Mukafi Niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Sholawat, Internasional PMII Cabang Tegal

Selasa, 28 November 2017

MTs Abu Amr, Hadir di Tengah Minimnya Kesadaran Pendidikan

Perkembangan pendidikan formal melaju pesat di tengah tuntutan administratif masyarakat modern. Orang-orang mulai sukar memasuki pos-pos strategis dunia industri atau jabatan di pemerintahan tanpa bukti ijazah resmi yang diakui. Zaman sudah berubah, meski masyarakat belum tentu sepenuhnya turut berubah.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan formal tetap saja ditemukan di sejumlah sudut daerah di Tanah Air. Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, adalah salah satu contohnya. Para remaja di kampung dekat Gunung Bromo ini cukup banyak yang tak melanjutkan pendidikan formal tingkat menengah, hingga berdirilah Madrasah Tsanawiyah Abu Amr di tengah-tengah mereka.

MTs Abu Amr, Hadir di Tengah Minimnya Kesadaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Abu Amr, Hadir di Tengah Minimnya Kesadaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Abu Amr, Hadir di Tengah Minimnya Kesadaran Pendidikan

Nama madrasah itu diambil dari nama mendiang kiai terpandang di Pasuruan, KH Abu Amar Chotib, pendiri Pondok Pesantren Ar-Raudloh yang teguh selama puluhan tahun dengan sistem pembelajaran salafiyah. Awal berdiri pada tahun 2012, MTs Abu Amr mesti bekerja keras merayu masyarakat setempat agar mau bersekolah di madrasah baru ini.

Ahmad Suadi Abu Amar, sang pendiri MTs tersebut, mengaku berat menarik minat warga Tambakrejo pada masa-masa rintisan itu kendati sudah mengerahkan santri-santrinya di Pesantren Ar-Raudloh untuk mencari murid baru. Tapi ia amat sadar, ini hanya bagian dari proses, yang kelak pasti membuahkan hasil.

PMII Cabang Tegal

Jika mau, warga di Tambakrejo sebetulnya bisa menyekolahkan anaknya di MTs atau SMP di Kecamatan Pasrepan. Jaraknya bervariasi, dari dua kilometer hingga empat kilometer. Tapi hal itu tak terjadi memuaskan. Mereka butuh sentuhan personal untuk membangkitkan kesadaran berpendidikan. Dan itulah yang dilakukan MTs Abu Amr dengan mendatangi rumah door to door, membujuk warga untuk bersama menghidupkan MTs.

PMII Cabang Tegal

Jerih payah pun berbuah. MTs gratis yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Ar-Raudloh ini sukses merekrut murid, menjalankan proses belajar-mengajar, hingga mewisuda 33 anak untuk angkatan pertama pada tahun 2015.

Soal kurikulum, MTs Abu Amr Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran agama dan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) untuk mata pelajaran umum. Pola rencana belajar semacam ini mengikuti anjuran dari Kementerian Agama, sebagaimana lazim dilakukan madrasah-madrasah lainnya.

Selain pembelajaran di kelas, para siswa MTs Abu Amr juga dilibatkan dalam berbagai ajang kompetisi di tingkat kabupaten maupun provinsi. Lomba-lomba yang pernah diikuti madrasah rintisan ini antara lain lomba kaligrafi (pernah juara II tingkat kabupaten), lomba catur (pernah juara II tingkat kabupaten), lomba mata pelajaran agama, dan lomba mata pelajaran sains.

Berbasis Pesantren

Selain warga Tambakrejo dan sekitarnya, peserta didik di MTs Abu Amr berasal dari dari para santri Pesantren Ar-Raudloh yang sehari-hari tinggal di gothaan (kamar asrama). Semula untuk bisa sekolah formal, mereka mesti keluar desa. Tapi sejak MTs Abu Amr berdiri, para santri remaja ini beralih ke MTs baru yang letaknya tak jauh dari Pesantren. Mereka berasal dari dalam dan luar kota Pasuruan.

Pesantren Ar-Raudloh memang mewajibkan para santri usia produktif berpendidikan formal. Tapi santri tetap menjalani aktivitas pesantren seperti umumnya santri. Ada sorogan kitab kuning, wirid rutin, dan kewajiban sembahyang berjamaah. Pada pagi hari, santri (remaja) wajib belajar di sekolah formal, dilanjutkan di madrasah diniyah ula dan wustha di siang hari, lalu sorogan mengaji berbagai kitab pada sore dan selepas maghrib. Bakda isya’ adalah saat santri belajar santri membaca ulang pelajaran yang seharian diterima.

Nuansa pesantren juga menjiwai MTs Abu Amr. Sejumlah kebijakan penting di madrasah ini tak boleh melenceng dari prinsip Pesantren Ar-Raudloh yang menaunginya. Pendidikan karakter menjadi tujuan yang dikedepankan bagi para peserta didik. Pesantren yang semula hanya diisi santri lelaki ini, sejak tahun 2013 lalu mendirikan Pondok Pesantren Putri Ar-Raudloh di lokasi terpisah yang tidak terlalu jauh.

Sang pendiri tak ingin MTs sebagai ujung dari pendidikan formal para siswa. Untuk kepentingan ini, Madrasah Aliyah Abu Amr segera dibangun begitu MTs Abu Amr meluluskan siswa untuk pertama kalinya. Hampir seluruh alumni menyambung pendidikan aliyah mereka di sini. Hanya satu dua melanjutkan ke sekolah menengah atas di luar. Selain itu, MA Abu Amr juga menerima murid keluaran dari MTs lain.

Ahmad Suadi, pengasuh Pesantren Ar-Raudloh itu, merasa senang hingga kini lembaga pendidikannya berkembang sehat. Menurut Kepala Tata Usaha MTs Abu Amr, Abdul Azis, saat ini MTs Abu Amr memiliki 117 murid, sementara MA Abu Amr 37 murid. Acara kirab dan perayaan pada momen-momen tertentu terus digelar untuk kian mengembangkan syiar madrasah.

Madrasah ini didirikan atas semangat gotong royong. Guru-gurunya tak digaji dengan nominal pasti. Ahmad Suadi, pengasuh Pesantren Ar-Raudloh itu, percaya, jalur pendidikan adalah strategi efektif untuk memperbaiki perilaku dan kondisi masyarakat. Ketika lulusan madrasah setempat memiliki ijazah formal, mereka juga diharapkan dapat memperluas bidang perjuangan, tak hanya di mushala atau pesantren tapi juga di perusahaan atau di posisi-posisi strategis pemerintahan. (Mahbib)







Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tegal, Fragmen, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Minggu, 26 November 2017

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

Jeddah, PMII Cabang Tegal. Menteri Agama RI Suryadharma Ali meminta agar pemerintah Kerajaan Saudi memperbanyak tanda-tanda dan arahan berbahasa Indonesia di Masjidil Harram, Armina dan Masjid Nabawi untuk mempermudah jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah.

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

"Jamaah Indonesia lebih banyak dari pada jamaah Turki, Malaysia, Pakistan, India dan jamaah lainnya jadi sudah sepatutnya Kerajaan Saudi memberi kemudahan dengan memberi tanda dan arah berbahasa Indonesia," kata Suryadharma di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Kamis.

Di sisi lain, dia memberi apresiasi kepada Kerajaan Saudi yang sudah membangun dan memperlebar tempat pelontaran jumrah yang lebih besar dan luas sehingga jamaah tidak berdesak-desakan.

PMII Cabang Tegal

"Sekarang melontar jumrah lebih leluasa tanpa perlu khawatir akan jatuh kurban seperti dahulu," kata Menteri. Dia juga menyebut fasilitas ke Arafah, Muzdalifah dan Mina juga akan semakin baik dengan adanya monorel.

Suryadharma juga memberi apresiasi atas perluasan Masjidil Harram yang akan memberi kenyamanan kepada jamaah untuk beribadah.

PMII Cabang Tegal

Di sisi lain, menjelang wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah dan Mina, Suryadharma mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kesehatan.

"Jangan sampai pada saat wukuf yang menjadi rukun haji, jamah jatuh sakit," katanya. 

Dia menungkapkan sejumlah jamaah haji mengabaikan makan tiga kali sehari dan menyisihkan biaya hidup dari Kementerian Agama untuk membeli oleh-oleh.

Jamaah mendahulukan oleh-oleh untuk sanak keluarga dan tetangga sementara kesehatannya terganggu lalu jatuh sakit.

Wukuf di Arafah adalah rukun haji, artinya jika tidak wukuf maka haji seseorang tidak sah. Pada jamaah yang sakit di rumah sakit, petugas Indonesia mengangkut mereka dengan ambulans untuk berwukuf di Arafah. Tindakan ini dikenal dengan safari wukuf.

Praktik safari wukuf hanya diberlakukan pada jamaah sakit yang memungkinkan secara medis berjalan dengan ambulans hingga ke Arafah lalu kembali lagi ke rumah sakit.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Pertandingan, Fragmen PMII Cabang Tegal

Minggu, 05 November 2017

Ekspedisi Islam Nusantara di Hari Ke-24 di Kota Ke-15

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal

Tim Ekspedisi Islam Nusantara telah melakukan perjalanan ke-25 hari. Setelah menjelajah Jawa Timur, kini kembali lagi ke arah barat melalui jalur selatan.? Sabtu (23/4) dini hari memasuki kota ke-15, yakni Yogyakarta.? Di kota tersebut, mereka berisitrahat di pesantren Sunan Pandanaran.

Ekspedisi Islam Nusantara di Hari Ke-24 di Kota Ke-15 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekspedisi Islam Nusantara di Hari Ke-24 di Kota Ke-15 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekspedisi Islam Nusantara di Hari Ke-24 di Kota Ke-15

Pagi-pagi, mereka berangkat ke Kepatihan Yogyakarta sebagai kulo nuwun untuk menjelajah jejak Islam Nusantara di provinsi tersebut. Mereka diterima Asisten III Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian dilakukan dialog antar-agama di tempat yang sama.

Kemudian ke Kraton Ngayogyakarto, menonton wayangan yang kebetulan sedang dipentaskan di belakang kraton tersebut. Kemudian ke Masjid Gedhe. Meseum Pangeran Diponegoro.

PMII Cabang Tegal

Di tempat-tempat tersebut, tim ekspedisi melakukan pengambilan gambar dan video, serta wawancara dengan narasumber yang berkaitan.

Kemudian selepas ashar berziarah ke Kiai Nur Iman Mlangi, Kabupaten Sleman, yang berada di samping masjid Pathok Negoro Mlangi. ?

PMII Cabang Tegal

Di beranda masjid tersebut telaah berkumpul jamaah yang rata-rata keturunan Kiai Nur Iman. Salah seorang kiai menunjukkan naskah-naskah karya Kiai Nuriman. Kemudian dilakukan dialog kedua belah pihak sampai waktu maghrib datang.

Selepas itu, tim Ekspedisi bertandang ke salah satu pesantren di Mlangi, Al-Falahiyyah. Kemudian berkembang diskusi ringan perjalanan dan Islam Nusantara. Ngobrol ngalor ngidul sampai mendekati pukul 22.00.

Di Yogyakarta, Tim ekspedisi akan berada selama tiga hari. Kemudian Senin malam bertolak ke Pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat. Lalu ke Serang, Banten, yang merupakan kota terakhir yang dijelajahi di pulau Jawa. Selepas itu, akan menjelajah Sumatera yang dimulai dari Aceh. (Abdullah Alawi) ?



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Fragmen PMII Cabang Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin

Selain Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al Muawwidzatain, mungkin surat Yasin adalah surat yang paling banyak berinteraksi dengan kaum Muslim. Yasin dibaca dalam setiap pertemuan kaum Muslim, ketika tahlilan, ziarah kubur, bahkan dijadikan amal wasilah demi terkabulnya hajat. Yasin menjadi perekat sosial secara horizontal dan media berdialog dengan Allah secara vertikal. Disinilah urgensi Yasin menjadi penting. Hakikatnya yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat baik individu maupun sosial menjadikan Yasin begitu dibutuhkan bukan cuma sebagai ayat suci dalam relasi khalik dan makhluk tapi ayat sosial dalam relasi masyarakat.

Karenanya, menjadi wajar dan begitu urgen kalau surat Yasin dihaturkan ke hadapan masyarakat dengan disertai pemahaman. Misi agar Yasin menjadi nilai-nilai hidup dalam masyarakat inilah yang mengilhami penulis, KH Abd Basith AS menghadirkan buku ini. Surat Yasin yang telah melembaga dalam batin masyarakat akan lebih bernilai jika dia hidup, lebih-lebih jika amanat dalam surat Yasin menjadi perilaku teladan masyarakat kita.

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin

Buku ini terbagi dalam 4 bab dengan menyajikan Yasin secara per kelompok mengikuti sistematika ayat yang tematik. Rujukannya sudah lebih dari cukup untuk menyajikan Yasin dari berbagai perspektif. Beberapa kitab muktabarah dijadikan rujukan dalam buku ini sehingga warna intelektualnya begitu mewarnai. Perspektif ilmu Tafsir dan Ulumul Quran tercermin dari referensi Tafsir Jalalain, Tafsir Al Maraghi, Hasyiyatul Allamah As Shawi Ala Tafsiril Jalalain, Tafsiru Surat Yasin Syekh Hamami Zadah, juga Qabas min Nuril Quran Muhammad Ali Asshabuni. Sementara tasawuf dan pendidikan adab menggunakan rujukan Ihya’ Ulumuddin, Sirajut Thalibin dan Mau’idhatul Mu’minin.?

PMII Cabang Tegal

Dimulai dengan tafsir ayat pertama Surat Yasin yang sifatnya diskursus. Penulis nampaknya memilih pendapat jumhur ulama ahlusunnah untuk menyerahkan penafsiran lafal Yasin di pembuka surat pada Allah. Meski penulis juga menyebutkan penafsiran Yasin menurut sejumlah ulama. Aspek keragaman nampak diperhatikan, meski penulis hanya menyebutkan arti Yasin menurut Ibnu Katsir dan Jalalain. Keragaman pemaknaan lafal Yasin yang disebut penulis, sebenarnya ditemukan sejak tafsir Abdullah bin Abbas, Qatadah, Ikrimah, Al Mawardi dan Tafsir Al Kasyaf. Selain itu, pada bab pertama ini penulis menyebut identitas penyantun sebagai manifestasi rahmah dalam Islam. Sebuah upaya tak terputus untuk menyambungkan aspek sakral Al Rahim pada ayat kelima Yasin dengan aktivitas sosial.

Pemilihan referensi sebagai rujukan nampaknya jitu dan mengena. Ambil contoh, dalil tentang keesaan tuhan yang dirujuk dari As Shabuni menyebutkan bahwa tanda-tanda di alam semesta sejak relasi bumi dan hujan, siang dan malam, peredaran bulan dan matahari serta fakta transportasi (19-23). Pemilihan tema ini sifatnya mengena karena bersifat identifikatif-observasif bagi setiap Muslim. Artinya setiap Muslim pasti menjumpai fenomena alamiah di atas sehingga tadabbur lebih mudah diaktifkan sesuai tingkat keilmuan masing-masing individu.?

Selain aspek intelektual, sosial dan tauhid, buku ini juga menyertakan kekhasan sebagai buku warga NU. Di awal buku dicantumkan dalil tentang fadhilah Yasin yang mungkin bagi kalangan Wahabi bersifat problematik serta tak lupa di akhir buku penulis mencantumkan doa populer surat Yasin karya Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad.

PMII Cabang Tegal

Walhasil, buku ini ternyata tak sesederhana tampilannya. Meski hanya 54 halaman, ilmu yang dituangkan Kiai Abd. Basith menjangkau jauh lebih banyak dari sekedar 54 halaman. Ada kalimat-kalimat tak tercetak yang disuguhkan penulis yang hanya bisa dipahami jika buku ini dibaca dengan penuh penghayatan dan ghirah untuk menghidupkan kesalehan. Sesuai misinya, buku ini cocok dibaca sejak lapisan elit, intelektual sampai masyarakat bawah.

Judul Buku: Surah Yasin: Menghadirkan Nilai-nilai Al Quran Dalam Kehidupan

Penulis: KH Abdul Basith AS

Penerbit: LTN NU Sumenep dan Muara Progresif

Halaman: XII dan 53 Halaman

Tahun terbit: Juni 2013

ISBN: 978-602-17206-5-3

Peresensi:Syarif Hidayat Santoso, pustakawan, warga NU Sumenep.

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Ahlussunnah, IMNU PMII Cabang Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, terlebih lagi menuntut ilmu agama yang kerap disebut aktivitas “ngaji ilmu”. Sebelum dan sesudah mengaji, kita dianjurkan berdoa agar Allah SWT membuka dan memudahkan pemahaman kepada kita.

Kita juga berharap Allah SWT menjaga ingatan atas ilmu yang telah kita hafal dan pahami. Berikut ini doa yang dianjurkan dibaca usai mengaji ilmu.

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Setelah Aktivitas Ngaji Ilmu

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

Subhânallâh walhamdu lillâhi wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar ‘adada kulli harfin kutiba aw yuktabu abadal âbidîn wadahrad dâhirîn.

Artinya, “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang disembah selain Allah, Allah Tuhan Maha Besar sebilangan huruf dari huruf-huruf yang telah tertulis atau lagi akan tertulis selama-lamanya dan bertahun-tahun adanya,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Meme Islam PMII Cabang Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

Duet Kiai Muda Zaman Now Pimpin NU Pekalongan 2017-2022

Pekalongan, PMII Cabang Tegal - Sidang pleno pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua PCNU Kota Pekalongan digelar pada Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kota Pekalongan ke-17 yang dihelat Ahad (29/10) di Gedung Aswaja. Forum ini memilih Rais Syuriyah dan Ketua PCNU yang baru, yakni KH Zakaria Ansor sebagai Rais dengan jabatan sebelumnya sebagai Wakil Rais dan H Muhtarom sebagai Ketua PCNU Pekalongan dengan jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris PCNU.

Pemilihan berlangsung cukup singkat. Pasalnya sidang pleno kelima yang diagendakan pada malam hari bada Isya, berlangsung jam 17.00 WIB. Proses pemilihan dipimpin langsung oleh Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hafsin yang dimulai dengan agenda tahap pertama pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).

Duet Kiai Muda Zaman Now Pimpin NU Pekalongan 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)
Duet Kiai Muda Zaman Now Pimpin NU Pekalongan 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)

Duet Kiai Muda Zaman Now Pimpin NU Pekalongan 2017-2022

Dari proses pemungutan suara dengan masing-masing peserta menuliskan lima nama, terpilih lima anggota Ahwa, yakni KH Zaenuri Zainal Mustofa, KH Zakaria Ansor, KH Abdul Fatah Yasran, KH Zimam Hanifun Nusuk, dan KH Ahmad Rofiq. Setelah sidang yang memakan waktu sekitar 1 jam, anggota Ahwa sepakat menunjuk KH Zakaria Ansor yang juga pengasuh Pesantren Al-Mubarok Medono sebagai Rais Syuriyah.

PMII Cabang Tegal

Usai pemilihan anggota Ahwa, sidang dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Tanfidziyah periode 2017 - 2022. Dari proses pemilihan tahap pertama, H Muhtarom mendapat suara mutlak sebanyak 39 suara dari 45 suara yang sah. Dengan demikian, putaran kedua ditiadakan karena hanya ada satu calon yang memenuhi syarat dukungan minimal 9 suara.

H Muhtarom mengatakan, dirinya mengaku siap menerima amanah konfercab ke-17. Dalam waktu dekat dirinya bersama Rais Syuriyah terpilih dan 7 anggota formatur lainnya akan segera menggelar rapat untuk melengkapi susunan pengurus yang baru baik untuk pengurus harian dan pengurus lembaga sehingga PCNU bisa segera bergerak khususnya untuk segera menggelar musyawarah kerja (muskercab) dalam rangka menjabarkan dan menyusun skala prioritas program.

PMII Cabang Tegal

"Keputusan komisi organisasi, program dan rekomendasi untuk secepatnya akan ditindaklanjuti dengan menyusun pengurus baru dan menggelar muskercab, oleh karena itu dirinya mohon dukungan penuh dari para kiai, pengurus MWC dan ranting NU untuk merealisasikan keputusan keputusan konfercab," ujarnya.

Tampilnya KH Zakaria Ansor dan H Muhtarom merupakan wujud dari NU generasi now. Pasalnya, kedua sosok ini meskipun berusia masih cukup muda, akan tetapi pengalaman mengelola organisasi tidak perlu diragukan lagi.

KH Zakaria Ansor adalah kiai muda jebolan Pesantren Al-Anwar Sarang asuhan KH Maemoen Zubair sosok yang sangat aktif dalam kegiatan NU bahkan kemarin berhasil menghelat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kota Pekalongan. Sedangkan H Muhtarom tokoh muda yang sukses dalam dunia usaha perbatikan asal Kabupaten Klaten yang memulai kiprahnya di PCNU sebagai Wakil Sekretaris, Sekretaris, dan sekarang menjadi Ketua PCNU.

Para kiai dan musyawirin berharap di tangan dingin kedua sosok muda ini, NU Kota Pekalongan dapat tampil lebih baik dan kehadirannya bisa dirasakan oleh warga nahdliyyin Kota Pekalongan terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kesehatan. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Hadits, Fragmen PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 September 2017

PMII Bandung Gelar PKD di Pesantren

Bandung, PMII Cabang Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) dengan peserta dari Pengurus Cabang PMII Se- Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kota Bandung, 5-8 Juli 2012.

PMII Bandung Gelar PKD di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandung Gelar PKD di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandung Gelar PKD di Pesantren

Pembina PC PMII Kota Bandung, Saepu Huda Syafi saat mengisi PKD mengingatkan, generasi bangsa ke depan ini ditentukan oleh generasi-generasi sekarang yang tengah duduk di bangku kuliah.

"Anda-anda lah generasi penerus bangsa kita ini, untuk itu dispilinlah belajar karena kesempatan terbaik itu adalah hari ini," ungkapnya.

PMII Cabang Tegal

Dia juga mengatakan, sungguh sangat ironis jika kader-kader PMII bermalas-malasan untuk belajar dan tidak memanfaatkan waktu ini untuk belajar. "Kita juga meminta kepada semua untuk terus bersemangat membaca dan membaca realitas ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC PMII) Jawa Barat, Agus Jalani mengungkapkan, PKD yang di gelar di kota bandung ini yang dihadiri delegasi dari berbagai Pengurus Cabang, dengan tema: membentuk Kader PMII yang Berkarakter Ulul Albab dalam tangtangan Era- Gelobalisasi.

PMII Cabang Tegal

"Saya berharap PKD ini bisa benar-benar membangun kualitas kader PMII sesuai dengan harapan tema PKD ini," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Agus menambahkan, dengan diperketaatnya syarat para peserta yang bisa mengikuti PKD yang di gelar di kota Bandung ini, diharapkan menjadi contoh  bagi cabang-cabang yang ada di Jawa Barat dalam melakukan kaderisasi.

"Kita menaruh harapan besar dengan disiplinya PKD ini bisa menjadi contoh cabang-Cabang lain, karena dengan disipilinlah akan melahirkan kader-kader yang ulil albab," pungkasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zenal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Fragmen PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 September 2017

NU Baru Tetapkan 11 Oktober, Muhammadiyah Pasti 12 Oktober

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Nahdlatul Ulama (NU) baru akan menetapkan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1428 H pada 11 Oktober 2007. Berbeda dengan ormas Islam terbesar di Indonesia itu, Muhammadiyah sejak dini sudah memastikan Lebaran jatuh pada Jumat 12 Oktober 2007.

Ketua Umum Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah NU KH Ghazalie Masroerie mengatakan, sikap NU tersebut karena masih akan menunggu sidang isbat (penentuan) yang akan diselenggarakan oleh Departemen Agama (Depag) pada 11 Oktober 2007 mendatang.

NU Baru Tetapkan 11 Oktober, Muhammadiyah Pasti 12 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Baru Tetapkan 11 Oktober, Muhammadiyah Pasti 12 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Baru Tetapkan 11 Oktober, Muhammadiyah Pasti 12 Oktober

"NU belum bisa menetapkan, NU baru bisa menetapkan itu setelah dilakukan sidang isbat bersama sejumlah organisasi Islam lainnya di Depag," ujar Kiai Ghazalie—begitu panggilan akrabnya, Jumat (21/9).

PMII Cabang Tegal

Dalam sidang isbat, Depag akan menggunakan metode dari berbagai cara termasuk menggunakan rukyat (melihat bulan) dan hisab (perhitungan astronomi). "Setelah itu, baru NU bisa menetapkan, namun kalau Depag dalam penetapannya berbeda dengan cara NU, maka NU tidak akan mengikuti pemerintah," terangnya.

Namun, saat disinggung apakah nantinya hasil sidang isbat akan sama dengan yang ditetapkan oleh Muhammadiyah, Kiai Ghazalie mengatakan, bisa saja sama. Namun dirinya belum bisa memastikan karena metode yang digunakan berbeda. "Kita juga mengharapkan adanya persamaan dalam penetapan Idul Fitri 1428 H," terangnya.

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1428 H pada 12 Oktober. Pernyataan ini dimuat dalam maklumat PP Muhammadiyah nomor: 03/MLM/1.0/E/2007. Dalam penetapan ini, Muhammadiyah menggunakan metode hisab.

Berikut isi rilis yang menetapkan Idul Fitri 1428 H tersebut:

"Setelah sebelumnya sempat dinyatakan H. Muchlas Abror di tengah materi pertama Pengajian Ramadan 1428 H, selasa 18 September malam, penetapan Muhammadiyah untuk satu syawal 1428 H? terbit dalam bentuk maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor : 03/MLM/1.0/E/2007.

"Terbitnya maklumat ini sempat disingung dalam pidato penutupan pengajian Ramadan yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir. Menurutnya, maklumat ini memang sengaja terbit tidak bersamaan dengan penetapan awal Ramadhan, dan tidak perlu dipermasalahkan. (rif/okz/sm)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen PMII Cabang Tegal

Senin, 14 Agustus 2017

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui program NUpreneur, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) mengadakan pelatihan pembuatan nasi goreng daun mengkudu khas Betawi, Ahad, 2 Juni 2013 di gedung Ki Ageng Serang, Kuningan Jakarta.

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara LAZISNU, Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dan Rassa Indonesia. Hadir dalam acara pembukaan Ketua LKB Tatang Hidayat, Nur Rohman Suwardi, dari Lazis NU dan Markus Benno, dari Rassa Indonesia. Pelatihan ini dibuat dalam format kelompok, yang masing-masing terdiri dari 5 orang. 

Tatang Hidayat menyatakan dukungannya atas program ini karena seniman harus berdaya dan mandiri supaya budaya bisa terjaga dengan baik. 

PMII Cabang Tegal

Program NUpreneus menargetkan 1000 usahawan di bidang UKM sebagai entrepreneur yang tangguh dan berakhlak mulia. 

Sebelumnya Ketua LAZISNU KH Masyhuri Malik menyatakan program ini akan difokuskan pada pemberdayaan potensi lokal. Untuk di Jakarta, potensi kuliner Betawi merupakan salah satu yang dibidik dan memiliki pasar yang luas untuk dikembangkan.

PMII Cabang Tegal

“Kami ingin lebih fokus pada upaya mendidik masyarakat dengan pola mengembalikan dana program kepada kelompoknya,” kata Kiai Masyhuri Malik.

 

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Fragmen PMII Cabang Tegal

Selasa, 08 Agustus 2017

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, Jumat (14/11) petang, meluncurkan Perkemahan Pramuka Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas) Ke-1 di gedung PBNU, Jakarta. Perhelatan ini mengusung tema “Pramuka Ma’arif NU Bersatu, Berkarya, Membangun Karakter Bangsa”.

Acara peluncuran dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Ketenagakerjaan Muh Hanif Dhakiri, dan sejumlah perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian Pemuda dan Olaraga, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana

Menurut rencana, Pergamanas perdana ini diselenggarakan secara nasional pada 7-15 Januari 2015 di Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat. Sekitar 4000 siswa tingkat penggalang dari berbagai provinsi bakal meramaikan kegiatan akbar tersebut.

PMII Cabang Tegal

Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi mengatakan, Pergamanas digelar setelah pihaknya sukses melaksanakan Perwimanas (Perkemahaan Wirakarya Ma’arif NU Nasional) pada 2013 lalu. Kegiatan ini menitikberatkan pada pembinaan karakter pelajar agar berguna bagi diri, keluarga, bangsa, dan negara.

“Karena itu, dalam kegiatan kemah pramuka di LP Ma’arif NU selalu ada olimpiade keislaman, olimpiade kebangsaan, wisata religi, pentas budaya-budaya Indonesia, penanaman seribu pohon, bazar khas makanan Indonesia dan lainnya,” imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Saat ini panitia penyelenggara telah menerima konfirmasi kesanggupan peserta dari 25 provinsi. Jumlah ini sudah melewati angka peserta Perwimanas tahun lalu yang diikuti 16 provinsi atau sekitar 3000 siswa.

Arifin juga menyampaikan, untuk memperkuat ciri khas, Pergamanas memasukkan olimpiade Aswaja sebagai bagian dari kegiatan utama. Pergamanas menghadirkan pula para peninjau dari luar negeri, antara lain Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan Mesir. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Fragmen PMII Cabang Tegal

Sabtu, 05 Agustus 2017

Banser NU Kalimatan Mulai Bangkit

Tabalong, PMII Cabang Tegal

Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) Kalimantan mulai bangkit dan telah menyebar sampai ke pelosok pulau, di wilayah propinsi Kalimantan Selatan paling timur, tepatnya di Kabupaten Tabalong.



Banser NU Kalimatan Mulai Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser NU Kalimatan Mulai Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser NU Kalimatan Mulai Bangkit

Awal pekan lalu diadakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser yang dibuka oleh Polres Tabalong, dihadiri oleh pejabat-pejabat pemkab, kepala pengadilan negeri, kejaksaan negeri dan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Tabalong, serta para pengurus wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Propinsi Kalimantan Selatan.

Kasatlantas Polres Tabalong mewakili Kapolres dalam sambutannya mengatakan, Banser sebagai salah satu potensi Masyarakat perlu membangun kerjasama dengan semua pihak, sehingga diharapkan kedepan dapat bekerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia khususnya Polres Tabalong dalam memberikan bantuan keamanan kepada masyarakat sebagai salah satu tugas dan fungsi Banser.

PMII Cabang Tegal

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tabalong mengatakan, Diklatsar Banser secara langsung maupun tidak akan berpengaruh terhadap profesionalitas kader-kader NU dimasa mendatang.

”Jika mereka mendapatkan tempaan keilmuan keorganisasian GP Ansor dan berbagai macam teknik kegiatan lapangan serta penguatan Aswaja, maka akan menjadi bekal bagi mereka tatkala terjun ditengah-tengah masyarakat nanti, mereka tidak akan merasa canggung karena lebih kenal medan perjuangan,” Katanya.

PMII Cabang Tegal

Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, H Tatang Hidayat yang juga hadir pada kegiatan pembukaan menegaskan bahwa tujuan orientasi medan laga banser secara Nasional perlu diarahkan pada “paradigma baru? banser”, yaitu setiap anggota Banser harus ”terlatih, terampil dan berdaya guna atau profesional”. Hal ini harus dipahami oleh seluruh anggota melalui pendidikan dan pengkadenan semacam ini.

Pengertian terlatih adalah, bahwa ke depan tidak ada Anggota Banser yang rekrutmennya tidak melalui prosedur pendidikan dan pelatihan yang berlaku di lingkungan Banser, yaitu Diklatsar untuk pendidikan-pelatihan anggota baru, Susbalan (Kursus Banser Lanjutan) untuk penyelenggara organisasi tingkat menengah (PAC-Cabang) dan Susbanpim (Kersus Banser Pimpinan) untuk penyelenggara organisasi tingkat Tinggi antara Satkorwil dan Satkornas.

Terampil merupakan bekal bagi para anggota untuk memiliki kecakapan hidup sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidup mereka, sehingga disamping berjuang di dalam Banser namun disisi lain telah memiliki sumber pencaharian yang cukup, sehingga komitmen menghidupi organisasi bisa terwujud.

Sedangkan pengertian profesional, bahwa Banser kedepan diarahkan agar memiliki? ketrampilan khusus yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya masing-masing. Misalnya tersedia Banser yang ahli di bidang pengamanan dan kelau lintasan karena telah ditempa oleh Kepolisian melalui pendidikan garda pratama.

Diperlukan juga Banser yang ahli dalam bidang Search and Rescue (SAR) dan telah menerima pelatihan dari Badan SAR Nasional. Juga Banser yang sigap dalam pemadaman kebakaran karena telah dididik dalam penanggulangan kebakaran dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan perjuangan dalam membantu masyarakat sebagai tugas pengabdian Banser.? ? ? ?

Dalam Diklatsar itu para peserta digembleng dengan orientasi medan dan materi lapangan oleh Asrendiklat Satkornas Banser yang diikuti oleh peserta dengan penuh semangat.

Diklatsar dihadiri oleh perwakilan pengurus pusat GP Ansor. Tampak hadir Wakil Sekjen PP GP Ansor Muhtar Hadyayu, Asiten Perencanaan, Pendidikan dan Pelatihan Satuan Koordinasi Nasional Banser Drs H Abdul Mujib Syadzili, dan Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Propinsi Kalimantan Selatan Drs Hadnan. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul Ulama, Fragmen, IMNU PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock