Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Sedikitnya 25 orang kader Muslimat NU utusan dari masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan olahan makanan dari Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/2).

Pelatihan yang digelar di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala serta narasumber Aris Purnama Seta.

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Selama pelatihan ini para pengurus dan anggota Muslimat NU ini dilatih proses pembuatan sempol daging ayam dan empek-empek dari ikan tongkol. Selain materi, mereka juga langsung melakukan praktik dengan beragam alat yang sudah disediakan.

PMII Cabang Tegal

Hj Nurayati mengatakan, pelatihan olahan makanan ini bertujuan untuk melatih ekonomi kreatif serta menambah income keluarga.

“Setidaknya dengan pelatihan ini para pengurus dan kader Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo bisa memiliki bekal ketrampilan memasak yang memadai, minimal untuk keperluan keluarganya,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Melalui pelatihan ini Nurayati mengharapkan para kader Muslimat NU mampu memberdayakan diri agar mandiri dalam usaha ekonomi dan mengoptimalisasi kelompok-kelompok usaha di masing-masing PAC.

“Serta, bisa mengembangkan usaha-usaha ekonomi yang sesuai dengan potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Jika semua kader Muslimat NU memiliki keterampilan tentunya akan mampu mewujudkan kesejahteraan individu dan masyarakat,” harapnya.

Sementara Andjar Noermala mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru dari kalangan Muslimat NU.

“Dengan pelatihan ini saya mengharapkan nantinya mampu mengembangkan sendiri kemampuan yang dimilikinya serta bisa menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Nusantara, RMI NU PMII Cabang Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Para dosen Pascasarjana Program Magister (PPM) Islam Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar diskusi pemantapan kurikulum tahun akademik 2015/2016 di ruang Media Center lantai 5 Gedung PBNU Jakarta, Rabu (7/10) sebelum proses perkuliahaan perdana dimulai.

“Rapat dan diskusi ini digelar guna mengevaluasi proses perkuliahaan yang telah lalu sehingga bisa memperbarui kualitas kurikulum dan proses perkuliahaan ke arah yang lebih baik,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA.

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

Dari dinamika diskusi berdasarkan beberapa semester lalu yang sudah berjalan, para dosen sepakat untuk memasukkan matrikulasi bahasa. Antara lain bahasa Belanda, Arab, dan Jawa.

PMII Cabang Tegal

“Alasannya jelas, karena literatur-literatur terkait sejarah Islam di Nusantara sangat banyak yang masih berbahasa Belanda dan Jawa selain Arab dan Arab pegon,” terang Ulin.

Diskusi ini dihadiri oleh narasumber diantaranya, Prof Dr M Dien Madjid, Dr Rumadi, Dr Mastuki Hs, dan Hamdani, PhD. Serta para staf akademik, Muhammad Afifi, MH, Ayatullah, MFil, dan Muhammad Idris Masudi, Lc, SThI.

PMII Cabang Tegal

Angkatan pertama, PPM Islam Nusantara STAINU Jakarta berhasil mencetak magister pertama sebanyak 45 orang dengan mengkaji tesis mengenai khazanah Islam Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Tahun akademik 2015/2016 ini, pascasarjana menerima sebanyak 90 mahasiswa dari berbagai program beasiswa. Program beasiswa Kemenag untuk guru sebanyak 20 orang, beasiswa program pendidikan kader ulama (PKU) sebanyak 25 orang, program beasiswa 1 tahun STAINU Jakarta 30 orang, dan 25 orang lagi dari program beasiswa Yayasan Said Aqil Siroj. Perkuliahaan perdana akan dilaksanakan mulai Jumat, 9 Oktober 2015 besok. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Nusantara, Sejarah PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Meskipun secara formal, jumlah cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) lebih dari 300, tetapi harus diakui bahwa tak semua cabang tersebut benar-benar hidup dan mampu menjalankan aktifitasnya secara baik.

Untuk itu, Ketua Umum IPPNU periode 2009-2011 Margareth Aliyatul Maemunah menargetkan mampu membangun 1000 komisariat yang berada di sekolah dan pesantren dan struktur organisasi yang benar-benar hidup dan menjadi lahan pengkaderan yang baik.

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

“Masak dalam waktu 3 tahun ngak cukup, masak tak tercapai, yang penting ada keinginan bareng untuk mendirikan komisariat bersama-sama. Tak hanya ada struktur di pusat atau wilayah saja,” katanya, Kamis.

PMII Cabang Tegal

IPPNU saat ini masih dalam tahap transformasi dari organisasi Pemuda menjadi organisasi pelajar. Hal ini juga berpengaruh terhadap keberadaan struktur paling bawah yang dulu ranting, yang berbasis di desa menjadi komisariat yang berbasis di sekolah dan pesantren.

PMII Cabang Tegal

"Sekarang juga masih menjadi perdebatan apakah akan menghapus struktur ranting karena perubahan IPPNU menjadi organisasi pelajar sehingga basisnya harus di sekolah," katanya.

Evaluasi terhadap program 1000 komisariat ini menjadi salah satu agenda Rapimnas yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, salah satu strategi untuk mengembangkan organisasi sampai tingkatan basis yang dilakukannya adalah memperkuat komunikasi dan jejaring sehingga bisa setiap fihak dapat menceritakan kiat sukses atau memberi solusi untuk menutupi kelemahan yang lain.

Dikatakannya, mengajak berorganisasi remaja sekarang cukup sulit karena kecenderungan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan atau ke mall, apalagi harus keluar duit. "Mereka yang mau berorganisasi harus benar-benar ikhlas atau memiliki latar belakang keluarga yang mendidiknya untuk aktif di NU sejak kecil," paparnya.

Beragam Minat

Ia menambahkan, para kader IPPNU juga memiliki keragaman minat, mulai dari kepanduan, pecinta alam, jurnalistik, konseling Palang Merah Remaja (PMR) dan lainnya. Ia juga berusaha menyalurkan kader-kader tersebut sesuai dengan bidang yang diminatinya.

Seringkali, terdapat pilihan berat yang harus ditempuh, ketika menyalurkan seorang kader pada bidang tertentu, waktu yang mampu diberikan pada organisasi menjadi semakin berkurang.

“Saya memikirkan arah teman-teman ke mana, rata-rata pengurus kalau di tingkatan pusat kan guru, terserah, mereka mau masuk ke birokrasi atau apa, tergantung orangnya,” paparnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Hikmah, Berita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Bengkulu, PMII Cabang Tegal. Menyambut tahun baru 1 Muharram 1438 H, shalawat, takbir, dzikir panjang nan syahdu, serempak terlantun ke langit-langit gemerlap Kota Bengkulu.

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Ratusan santriwan-santriwati dari Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu, tumpah ruah turun ke jalan, berjalan kaki, mengangkat obor sambil terus melantunkan lafadz-lafadz Qur’an, dalam pawai obor menyambut tahun baru 1438 Hijriah, Sabtu malam (01/10/2016).

Bertitik tolak dari Kompleks Pondok Pesantren Darussalam, mereka berjalan dengan rute Dusun Besar-Panorama-Jembatan Kecil dengan berjalan kaki. Total ada 1438 obor dinyalakan, jumlah yang disesuaikan dengan angka tahun Hijriah yang dirayakan walaupun di tengah jalan karena hujan turun menyambut keberkahan pawai ini.

Jika biasanya mobil dan sepeda motor berjejalan, dengan deru mesin dan klakson bersahut-sahutan tak berkesudahan, jalan Kota Bengkulu dengan rute yang dilalui dipenuhi para santri yang menyerukan asma Allah, dengan pakaian khas santri, dengan nyala obor yang dijunjung tinggi-tinggi.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh santri Pondok Pesantren Darussalam menyambut tahun baru Hijriah. Dengan kegiatan ini diharapkan para santri bisa merenungi makna hijrah yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW dengan jalan menuntut ilmu, hingga akhirnya para santri bisa mengaplikasikan keilmuannya di masyarakat kelak, kata Ust. Ahmad Walid selaku penanggung jawab acara tersebut

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Darussalam kota Bengkulu sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ust. Rahmat Ramdhani mengapresiasi apa yang telah dilakukan para santri untuk menggaungkan syiar dakwah Muharram tahun ini. Dengan kegiatan ini santriwan/wati tentu sangat bisa diandalkan dari semua sisi.

PMII Cabang Tegal

Salah satu santri yang ikut dalam pawai obor tersebut mengungkapkan rasa bahagianya bisa melantunkan shalawat sambil berjalan menggunakan obor, maklum selama ini biasanya duduk ngaji dan belajar saja, jarang ada hiburan seperti ini. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Warta PMII Cabang Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Lawatan Heboh Raja Salman

Oleh M Kholid Syeirazi

Rencana lawatan Raja Arab Saudi, al-Malik Salman bin Abdulaziz al-Saud, bikin heboh. Para pendukungnya di Indonesia sorak sorai. Ada yang bikin meme: “Raja akan datang bawa duit US$25 miliar, pinjaman tanpa bunga, untuk bebaskan Indonesia dari jerat utang Cina dan komunisme.” Kalian boleh terpingkal! Angka US$25 miliar disiarkan oleh istana sebagai ekspektasi investasi. Tiba-tiba disulap dengan opini seolah-olah Raja dan rombongannya bawa uang untuk dipinjamkan ke Indonesia agar terbebas dari gurita komunisme laknatullah. Sebelum tambah keblinger, saya ingin mengajak publik menggunakan nalar dan akal sehat.

Lawatan Heboh Raja Salman (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawatan Heboh Raja Salman (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawatan Heboh Raja Salman

1. Investasi itu beda dengan utang/pinjaman. Kalau utang, ada bunga. Kalau investasi, ada hasil. Namanya yield atau ROI (return on investment). Dalam bahasa Arab, investasi disebut istitsmâr. Asal katanya tsamar/tsamrah, artinya buah. Istitsmâr berarti mengharap buah atau hasil. Tidak ada orang mau nanam kalau tidak ada hasil untuk dipanen. Itu hukum besi ekonomi. Kalau Arab Saudi punya rencana investasi, pasti mengharap hasil. Pemerintah pantas mengharap kenaikan nilai investasi Arab Saudi yang terbilang rendah. Menurut BKPM, Arab Saudi adalah investor Indonesia peringkat ke-57, dengan nilai investasi hanya US$900 ribu atau sekira Rp 11,97 miliar. Jumlah ini sangat kecil, tidak sepadan dengan devisa haji dan umrah yang disumbangkan Indonesia ke Arab Saudi.

2. Di tengah kondisi ekonomi Kerajaan yang sulit, apa mungkin Indonesia berharap nilai investasi Arab Saudi bisa tembus US$25 miliar atau sekitar Rp332 triliun? Mungkin saja. Sebagaimana diketahui, jatuhnya harga minyak dan anggaran perang telah membuat ekonomi Arab Saudi limbung.? Minyak menyumbang lebih 75 persen penerimaan Kerajaan. Begitu harga minyak terpuruk di bawah US$100 per barel, Arab Saudi bersama Venezuela, Nigeria, Rusia, dan Irak paling terpukul. Meski biaya produksi minyak di tempat mereka rendah, negara-negara tersebut butuh harga minyak tinggi untuk menopang APBN. Anjloknya harga minyak membuat APBN Arab Saudi defisit sebesar SAR 366 miliar pada 2015 dan SAR 297 miliar pada 2016. Jumlah itu setara dengan Rp 1.062 triliun. Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan fiskal Kerajaan, antara lain dengan memangkas subsidi energi, memotong gaji pegawai, memangkas belanja modal, utang kepada asing, dan melepas saham Saudi Aramco. Pada akhir 2016, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Arab Saudi berutang kepada asing dan memperoleh dana segar sebesar US$175 miliar. Arab Saudi juga akan melepas saham Saudi Aramco, mesin utama ekonomi kerajaan, dalam IPO yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Economic Times menyebut, lawatan yang dilakukan oleh Raja Salman ke Asia antara lain bertujuan untuk mencari calon pembeli 5 persen saham Saudi Aramco dalam rencana IPO terbesar dalam sejarah.

PMII Cabang Tegal



(Lihat: Saudi King Salman goes on Asia tour to sell a stake in worlds biggest IPO)


3. Dari kaca mata ini, agak menggelikan propaganda pendukung Wahabi bahwa mereka akan membantu perekonomian Indonesia dari cengkeraman Cina dengan pinjaman tanpa bunga. Arab Saudi justru tengah menggalang dana untuk menyelamatkan perekonomian Kerajaan. Bagaimana dengan investasi? Investasi jelas berbeda dari pinjaman. Investasi tidak harus dilakukan oleh Pemerintah. Fiskal Kerajaan yang tengah berdarah-darah tidak berarti Arab Saudi miskin. Uang yang dipegang para pengeran masih sangat besar. Ekspektasi investasi hingga US$25 miliar bisa dilakukan oleh para pengeran. Artinya pakai dana di luar APBN. Dikabarkan Raja Salman mengajak serta 25 pangeran dalam lawatan ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Belum diketahui apakah al-Waleed bin Talal, pangeran superkaya dengan total harta mencapai US$28 miliar (+ Rp 372 triliun), ikut serta dalam rombongan. Keponakan Raja Salman ini telah bertemu Presiden Jokowi pada 22 Mei 2016, difasilitasi oleh Dubes Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Jika dihitung, harta pangeran terkaya Arab ini jauh lebih besar ketimbang total nilai pasar Freeport-McMoRan yang berkisar US$21,8 miliar. Dari para pengeran superkaya inilah nilai investasi Arab Saudi diharapkan bisa meningkat. Sekali lagi ekspektasi! Mereka belum tentu mau investasi. Rencana investasi yang sudah clear hanya upgrading kilang Cilacap sebesar US$6 miliar. Nah, di sinilah perlunya Raja Salman meyakinkan para pangeran itu bahwa Indonesia layak sebagai tujuan investasi.

PMII Cabang Tegal

4. Kita perlu menyambut baik dan proporsional kedatangan Raja Salman. Dikabarkan beliau termasuk figur moderat, modern, saleh, dan berwawasan luas. (Lihat: New Saudi ruler King Salman bin Abdulaziz). Selain sebagai pemimpin negara terbesar kedua di Timur Tengah setelah Turki, kita juga harus hormati beliau sebagai pelayan dua tanah haram (khâdimul haramain as-syarifain). Namun, mengglorifikasi kedatangan beliau dan rombongan bak pahlawan sembari menjelek-jelekkan pemimpin sendiri bukanlah bentuk terbaik dari sikap warga negara terhormat. Kita merasa terhormat dan senang dikunjungi Raja Salman dalam sikap sebagai warga negara Indonesia yang cinta negaranya, bukan berlagak seperti orang Indonesia yang ‘ngampet’ ingin jadi warga negara Arab Saudi.

Penulis adalah Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Daerah, Nusantara PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Musibah gempa dan tsunami yang melanda NAD, hingga mendorong berbagai negara datang ke Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan, mengakibatkan berbagai rahasia militer yang selama ini tertutup bisa diketahui pihak asing.

Pengamat politik dari Univ. Bengkulu (Unib), Drs. Lamhir Syam Sinaga MSi, Jumat, mengatakan, posisi global permukaan (Global positioning for landscape) dikhawatirkan tidak ada yang menjadi rahasia lagi. Bahkan tiap jengkal wilayah NAD dan mungkin juga Indonesia sudah difoto, disaat perhatian aparat tercurah dalam penanganan masalah korban dan pengungsi.

Pihak asing, mungkin saja sudah tahu berapa Indonesia memiliki kapal perang, pesawat tempur, meriam dan senjata lainnya. Indonesia kini dalam kondisi yang sudah bisa diprediksi kekuatan militernya, bahkan bila pihak asing menyerang Indonesia dengan mudah mereka melumpuhkan pusat kekuatan militer yang dimiliki. Peta udara melalui foto satelit disatu sisi menguntungkan karena bisa melihat kerusakan yang diakibatkan gempa dan tsunami, tapi disisi lain bisa saja dimanfaatkan untuk keperluan militer dan politis oleh pihak asing. Dengan foto udara bisa diketahui mana yang pangkalan militer, masjid serta fasilitas umum.

Apalagi dengan kemajuan yang begitu pesat dibidang persenjataan, sasaran yang diinginkan akan mudah dihancurkan asalkan sudah jelas posisi dan kordinatnya. "Rudal balistik jarak jauh kini sudah bisa diprogram untuk melumpuhkan pertahanan Indonesia dari jarak jauh," ujar alumni Fisip UI dan master dibidang kajian ketahanan nasional UI itu.Keberadaan pihak asing sebaiknya memang betul-betul digunakan untuk keperluan kemanusiaan. Jangan sampai tujuan kemanusiaan membungkus maksud yang lebih besar.

Lamhir menegaskan, tidak ada bantuan yang betul-betul murni untuk tujuan kemanusiaan. Akan selalu ada unsur politis dibalik bantuan itu. "Itulah manusia, tindakannya selalu ada pamrih," ujarnya. Indonesia tidak mungkin menolak bantuan asing, bila tidak ingin korban selamat jadi meninggal akibat terlambat mendapat bantuan medis, begitu juga dengan pengungsi yang jumlahnya mencapai ratusan ribu sehingga perlu penanganan oleh berbagai pihak. Bahkan upaya untuk merekonstruksi dan rehabilitasi NAD perlu biaya dan dukungan dana dari luar negeri. Dalam konvensi nasional setiap negara yang dapat musibah wajib dibantu negara lain, apalagi posisi Indonesia sebagai negara pengutang, tentunya bantuan asing sangat diharapkan.

Ia meminta agar setiap detik aparat dan seluruh warga waspada. Disisi lain, Lamhir menegaskan, tindakan AS mengembargo sukucadang pesawat dengan dalih pelanggaran HAM telah mengakibatkan bantuan terhadap korban gempa dan tsunami di NAD tidak berjalan maksimal, hingga aparat TNI terkendala dalam mengirimkan pesawat dan helikopter. Desakan dunia yang menyalahkan AS atas kebijakan mengembargo, akhirnya melunakkan hati negara adidaya itu dengan mencabut embargo untuk pesawat hercules. Orang diseluruh dunia menyalahkan AS yang dinilai tidak adil dengan kebijakannya.  Apalagi AS juga sepertinya setengah hati dalam membantu Indonesia, terutama bila dilihat dari nominal bantuan. Seorang artis seperti Sandra Bullock saja membantu satu juta dollar AS. Dengan kedatangan Menlu Collin Powel dan Gubernur Jeff Bush menurut Lamhir, suatu perubahan sikap yang bagus.

Hal senada juga diungkapkan, peneliti Lp3es, Abdul Munim, menurutnya kewaspadaan terhadap pihak asing yang ada di tanah air atas nama bantuan kemanusiaan juga harus ditingkatkan. Karena selain ancaman pertahanan negara juga sangat dimungkinkan terjadinya pencurian naskah dan benda budaya lainnya baik oleh pendatang domestic dan terutama pihak asing yang saat ini banyak terdapat di sana, sementara demi alasan darurat, proses exit-permit yang sangat longgar itu bisa digunakan untuk menyelundupkan naskah-naskah keluar negeri.

"Tidak menutup kemungkinan tim penyelamat asing terdiri dari para etnolog, arkheolog, antropolog atau sosiolog, yang tahu adanya barang berharga di sana. Sebab dalam keadaan normal meraka lihai memperdagangan naskah dan benda budaya secara gelap, maka dalam situasi keruh dikhawatirkan pencurian juga marak." paparnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Makam, Doa PMII Cabang Tegal

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer

Rabu, 10 Januari 2018

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pemimpin Tarekat Naqsabandi Haqqani Amerika Serikat Syekh Muhammad Hisyam Kabbani dijadwalkan akan mengikuti istighotsah kubra yang digelar di Masjid Jami’ al-Munawwarah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).

Rencananya, acara dimulai selepas sembahyang isya’ atau sekitar pukul 19.30 WIB. Akan hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mantan ibu negara Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, guru sufi Tarekat Syadziliyah KH Luqman Hakim.

”Sebetulnya, Syekh Hisyam ingin bertemu dengan Ibu Shinta Nuriyah. Karena bertepatan dengan momen istighotsah di Masjid al-Munawwarah, kita undang beliau sekalian,” kata salah seorang panitia, Darul Qutni.

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur

Selain istighotsah, pihak penyelenggara juga memberikan waktu khusus kepada Syekh Hisyam Kabbani untuk memberikan tausyiyah. ”Mudah-mudahan beliau dapat hadir bersama kita semua,” harap Darul.

Ketua Harian DKM Masjid Jami’ al-Munawwarah H Syaifullah Amin mengatakan, Syekh Hisyam Kabbani diketahui sudah berada di Indonesia, 18 Mei lalu. Diperkirakan, ulama sufi kelahiran Lebanon 28 Januari 1945 ini akan berada di Tanah Air selama 10 hari.

PMII Cabang Tegal

Pihak panitia mengundang masyarakat secara umum untuk bergabung dalam majelis istighotsah kubra yang digelar di kompleks Yayasan Abdul Wahid Hasyim ini.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal AlaSantri, News, Nusantara PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock