Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal, nama saya Ruslan. Saya mau bertanya perihal salah satu prosesi pernikahan yang pernah ada, yaitu tukar cincin. Apa hukumnya secara Islam? Berdosakah kita? Jika hal itu dilakukan setelah akad nikah, (apakah) diperbolehkan? Apakah tukar cincin itu hanya untuk perempuan saja atau juga diperbolehkan untuk laki-laki karena setahu saya lelaki tidak boleh menggunakan perhiasan atau emas? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Jawaban

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Acap kali kita menyaksikan dalam acara pernikahan, setelah akad nikah sepasang suami-istri melakukan tukar cincin, suami memakain cincin di jari istrinya. Sebaliknya istrinya juga melakukan hal yang sama. Hal ini seperti sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat kita.

PMII Cabang Tegal

Prosesi tukar cincin yang terjadi di masyarakat kita itu pada dasarnya lebih pada acara seremonial tambahan saja. Hal ini tidak terkait dengan soal keyakinan atau akidah yang dianut. Pasangan laki-laki dan perempuan setelah melakukan akad nikah maka sah menjadi sepasang suami-istri.

PMII Cabang Tegal

Kemudian melakukan tukar cincin secara simbolik menggambarkan keduanya adalah pasangan yang siap berbagi, saling memberi, saling melayani, dan menunaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing.

Sampai di sini sebenarnya tidak ada persoalan berarti. Persoalan kemudian muncul ketika dalam prosesi tukar cincin tersebut adalah cincin yang terbuat dari emas, di mana pemakaian cincin emas bagi laki-laki adalah tidak diperbolehkan atau diharamkan. Sedangkan pemakaian cincin emas bagi perempuan diperbolehkan.

Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama, kecuali apa yang dikemukakan dari riwayat Ibnu Hazm yang menyatakan kebolehannya dan dari segelintir ulama sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam Syarhu Shahihi Muslim-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaum Muslim sepakat atas kebolehan perempuan memakai cinci emas untuk dan mengharamkannya untuk laki-laki kecuali pendapat yang diriwayatkan dari Abi Bakr Muhammad bin Umar bin Muhammad bin Hazm yang membolehkannya dan dari sebagian ulama yang menganggap makruh bukan haram,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahihi Muslim bin Al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya`it Turats Al-‘Arabi, cetakan kedua, 1392 H, juz XIV, halaman 65).

Dari penjelasan ini, maka tukar cincin kemudian menjadi bermasalah apabila cincin yang diberikan atau dipakaikan kepada suami adalah cincin emas. Sebab, pemakaian cincin emas untuk laki-laki diharamkan sebagaimana dikemukakan di atas. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkannya seperti Ibnu Hazm, tetapi pandangan ini dianggap tidak sahih.

Selanjutnya, untuk menghindari hal-hal yang dilarang dalam Islam, maka sebaiknya sebelum prosesi tukar cincin sebaiknya dibicarakan baik-baik dan disepakati, misalnya untuk cincin perempuan terbuat dari emas, tetapi untuk pihak laki-laki bisa menggunakan selain emas seperti perak karena cincin emas untuk laki-laki diharamkan.

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa tukar cincin atas setelah prosesi akad nikad adalah dapat ditoleransi atau diperbolehkan. Tetapi dengan catatan cincin yang dipakaikan kepada pihak laki-laki bukan emas.

Di samping itu juga tidak mengaitkan dengan keyakinan tertentu seperti keyakinan jika tidak tukar cincin maka pernikahannya tidak langgeng. Keyakinan seperti jelas keliru dan tidak dibenarkan dalam pandagan Islam.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima dan kritik dari pembaca.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwmith Thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, AlaNu, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Selasa, 06 Maret 2018

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Selama lima tahun periode pemerintahan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan dapat mengentaskan sebanyak 80 dari 122 daerah tertinggal di Indonesia. Mendes Marwan Jafar menegaskan, dari jumlah tersebut dia optimis dapat mengentaskan sebanyak 40 daerah tertinggal tahun ini.

"Potensi tersebut dilihat dari indikator-indikator tertentu, yang secara berkelanjutan diamati Kemendes PDTT di 40 daerah tertinggal tersebut. Indikator tersebut berpijak pada 2 hal, yakni dilihat dari kondisi wilayah dan kondisi masyarakat setempat," kata Marwan, di Jakarta, Selasa (28/6).

Marwan mencontohkan, beberapa daerah tersebut seperti halnya Lombok, Parigi Moutong, dan Pandeglang. Menurutnya, bantuan stimulan yang diberikan kepada beberapa daerah tersebut sudah mulai memperlihatkan hasil signifikan.

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini

"Hal ini menguatkan tercapainya target pemerintah, yang akan mengentaskan 80 daerah tertinggal di tahun 2019. Ini adalah hasil kerjasama dari semua pihak, baik berbagai kementerian dan lembaga, Pemerintah Daerah dan masyarakat," ujarnya.

Marwan menjelaskan, terdapat enam item yang menjadi penentu sebuah daerah dikategorikan tertinggal, di antaranya dari sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi daerah, infrastruktur ? dan daerah dengan karakterisitik tertentu yakni daerah rawan bencana serta daerah pasca konflik.

"Itulah kenapa di tahun ini, yang menjadi fokus kita adalah pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar. Tapi tidak hanya itu, kita juga membuat program-program untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya manusia) kita," katanya.

PMII Cabang Tegal

"Memang untuk di tahun ini, yang menjadi fokus kita masih pada infrastruktur dasar. Tapi tidak hanya itu, sumber daya manusia juga harus ditingkatkan kualitasnya," imbuh Marwan.

Ia juga mengakui adanya ketimpangan pembangunan antar wilayah menyebabkan adanya daerah yang memiliki kemajuan yang rendah dibandingkan daerah lain. Hingga saat ini, mayoritas daerah tertinggal berada di kawasan Indonesia Timur.

"Pembangunan yang secara komprehensif akan terus dilakukan, untuk mengentaskan kemiskinan dan upaya mengurangi kesenjangan antar wilayah," tutup Marwan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Daerah, AlaNu PMII Cabang Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Kapolda Lampung Minta Dukungan Ulama Atasi Pemecah Belah Bangsa

Bandarlampung, PMII Cabang Tegal - Kapolda Lampung Irjen. Pol. Sudjarno mengatakan, Indonesia dibangun dengan berbagai keragaman sejak zaman dahulu dan keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam merebut kemerdekaan. Keberagaman tersebut dipertahankan hingga saat ini dengan ideologi Pancasila.

"Jika ingin Negara Indonesia tetap utuh seperti sekarang ini maka? ideologi Pancasila harus dipertahankan," katanya di depan peserta Rapat Koordinasi Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Sumatera Bagian Selatan yang dilaksanakan di Hotel Nusantara Syariah Bandarlampung, Sabtu (6/5/17).

Kapolda Lampung Minta Dukungan Ulama Atasi Pemecah Belah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Minta Dukungan Ulama Atasi Pemecah Belah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Minta Dukungan Ulama Atasi Pemecah Belah Bangsa

Oleh karenanya ia meminta para ulama untuk dapat bersuara dan memberikan dukungan kepada pemerintah dan Polri dalam upaya penanganan terhadap tindakan kelompok yang berupaya memecah belah bangsa dan berupaya mengganggu ideologi Pancasila.

Ia mencontohkan kebijaknnya beberapa waktu lalu dengan melarang aksi pawai kelompok yang mengusung ideologi khilafah. "Saya melihat dalam kegiatan tersebut tidak ada satu pun simbol-simbol NKRI. Yang ada hanya bendera hitam dan putih yang mencirikan kelompok ini," katanya.

PMII Cabang Tegal

Selain itu Sudjarno juga berharap para ulama turut berperan serta dalam memberikan pemahaman kepada umat untuk bijak dan berhati-hati dalam penggunaan media sosial.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya peran media sosial saat ini sangat vital dalam pembentukan pola pikir dan perilaku masyarakat. Ia mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat saat ini sedang dalam penjajahan media sosial. "Media Sosial saat ini sudah menjajah kita. Dan kita yang dijajah tidak merasa dijajah," katanya.

Hal ini bisa dilihat dari kerelaan kita selaku masyarakat untuk mengeluarkan anggaran uang untuk keperluan bermedia sosial. "Penjajahan itupun saat inipun sudah sampai kedalam rumah," tegasnya seraya mencontohkan betapa saat ini banyak ditemukan orang berkumpul namun tidak melakukan interaksi dengan baik.

"Masing-masing sibuk dengan android mereka masing-masing," katanya melihat fenomena efek yang timbul dari media sosial yaitu menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Hal ini menurutnya dapat menjadi ancaman persatuann dan kesatuan bangsa dan dapat menjadi embrio perpecahan karena minimnya kepedulian kepada sekitarnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menjelang Hari Lahir Pancasila, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa akan mengumpulkan 13 ribu pendekar se-Provinsi Lampung, untuk menggelar apel akbar pada Selasa (31/5) besok. Apel akbar bertema “Pagar Nusa Bela Bangsa dan Ulama” itu akan digelar di sejumlah daerah sebagai sarana untuk konsolidasi para pesilat se-Nusantara.

“Pagar Nusa sebagai Badan Otonom NU punya ratusan ribu kader yang konsen dalam melestarikan tradisi pencak Silat. Sebelum Apel Akbar, di Jawa Timur, Pagar Nusa baru saja mengadakan turnamen pencak silat se-Jawa dan Bali. Nanti setelah apel di Lampung, kami akan menggelar apel akbar ini di Kalimantan dan enam daerah lainnya," ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Ajengan Mimih Haeruman, Senin (30/5).

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Pengasuh Pesantren Manuk Heulang, Tasikmalaya ini menguraikan, apel akbar itu akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI, Jendral (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai inspektur upacara, sementara Rais Amm NU, KH Makruf Amin akan memberikan tausiyah kebangsaan. Selain itu, juga akan menampilkan sejumlah atraksi para pesilat muda NU setempat. Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Pagar Nusa Lampung dan Pengurus Cabang Pagar Nusa se-Provinsi Lampung.

“Apel dan sejumlah atraksi itu bukan ajang pamer atau unjuk kekuatan. Tapi sebagai bentuk tasyakkur Pagar Nusa yang dalam kurun waktu sekian tahun ini telah turut mewarnai khazanah persilatan di Indonesia. Dalam apel nanti juga disampaikan ikrar sebagai komitmen para pendekar Pagar Nusa dalam membela para ulama dan keutuhan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Wakil Ketua PBNU, Aizzuddin Abdurrahman yang biasa disapa Gus Aiz mengungkapkan, tradisi silat di pesantren-pesantren NU telah terawat sejak era Wali Songo. “Di mana para kiai, menjadikan silat dan olah spiritual sebagai sarana mengenal keagungan Tuhan. Maka kredo Pagar Nusa adalah La ghaliba Illa billah” paparnya.

Mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa ini menjelaskan, perguruan silat yang bernaung di bawah bendera NU ini, didirikan secara kolektif oleh para pendekar NU dari sejumlah pesantren di Nusantara. Karena itu, Pagar Nusa kemudian berkembang dan didirikan di berbagai daerah di Indonesia. “Pagar Nusa itu besar karena konfederasi perguruan-perguran pencak silat, yang didalamnya ada para pendekar NU. Kami mengajak para pendekar NU dan perguruan-perguran pencak silat untuk bersama-sama membesarkan Pagar Nusa,” tandasnya. ( Abd Malik/Zunus)?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, Jadwal Kajian, Sunnah PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama

Bogor, NU Onlline

Fenomena antusiasme belajar agama, terutama melalui internet mendapat perhatian serius Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin. Kiai kelahiran Lampung ini merasa prihatin karena semangat belajar agama tidak diimbangi dengan kemampuan memahami agama.

Hal itu ia katakan ketika menjadi narasumber pada kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai 2017, Selasa (5/12) di Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren (PSP). Dalam kegiatan bertema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama ini, Kiai Ishom menjelaskan, mereka selalu mengatakan kembali ke Al-Qur’an dan Hadits.

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama

“Ternyata yang dimaksud kembali ke Al- Qur’an dan Hadits terjemahan,” ujarnya disambut tawa peserta.

Dosen UIN Raden Inten Lampung ini menegaskan, Al-Qur’an turun dalam bahasa Arab, sehingga terjemahan bahasa lain bukan Al-Qur’an. 

“Terjemahan Al-Qur’an tidak benar-benar mewakili makna sebenarnya. Contoh, Al-Baqarah sering diterjemahkan sebagai sapi betina karena ada ta marbuthah. Padahal ta marbuthah di sini tidak bisa menunjukkan betina,” jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Al-Qur’an, sambungnya, kadang membuang kalimat yang panjang sehingga tidak bisa diterjemahkan begitu saja. Slogan untuk kembali ke Al-Qur’an dan Hadits, kata Kiai Ishom, hanya cocok untuk ulama yang memiliki kemampuan untuk menafsir atau mufassir.

Sehingga menurutnya, menjadi bahaya ketika ada anak muda yang sedang bersemangat belajar agama kemudian menafsirkan ayat-ayat qitali (bersifat perang). Padahal ayat-ayat jihad yang turun di Mekkah tidak bersifat qitali. 

Barulah ketika Rasulullah hijrah ke Habasyah ayat jihad bersifat qitali. Ini karena saat itu Rasulullah dan para sahabatnya terlebih dahulu diperangi dan diancam dibunuh. 

“Selain itu, dakwah Rasulullah tidak boleh dihalangi siapapun karena itu adalah hak Rasulullah dan para sahabat untuk menyampaikan kebenaran. Itulah sebabnya turun ayat yang bersifat qitali, jadi bukan karena alasan kafir,” papar Kiai Ishom.

PMII Cabang Tegal

Dia menerangkan, Rasulullah memerangi non-muslim bukan karena mereka kafir, tapi karena ada permusuhan terlebih dahulu yang mereka lakukan dan menghalangi dakwah Islam. 

Jika alasan perang adalah kekafiran, imbuhnya, maka seorang bisa mengkafirkan orang-orang yang tidak sejalan dengan dirinya. Muslim bisa mengkafirkan orang Nasrani demikian sebaliknya. 

“Ini tidak ada manfaatnya bagi dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Kiai Ishom.

Jihad qitali, tandasnya, adalah pintu darurat jika adanya penyerangan atau permusuhan lebih dahulu kepada orang Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, AlaNu, RMI NU PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU!

Pekalongan, PMII Cabang Tegal



Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas memberikan semangat kepada para kader Gerakan Pemuda Ansor, yang di masa mendatang bakal menjadi para pemimpin NU.

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU!

Hal tersebut disampaikan Gus Tutut pada Konferwil GP Ansor Jawa Tengah 2017 di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11).

“Ansor itu masa depan NU. Kita harus optimis, NU ke depan adalah NU yang luar biasa!” kata Gus Tutut disambut sorak-sorai ribuan peserta Konferwil.

Ia juga meminta kepada kader Ansor untuk tidak takut kepada kelompok-kelompok radikal, memaksakan paham, dan kelompok anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya meyakini ketika kiai-kiai mendirikan Nahdlatul Ulama tujuannya adalah untuk mendirikan Indonesia. Ketika ada orang yang ingin merubuhkan Indonesia, kita tidak peduli siapa pun, harus kita lawan,” tandas Yaqut.

PMII Cabang Tegal

Gus Tutut menyerukan agar para kader NU, utamanya GP Ansor dan Banser untuk melawan gerakan radikal itu. Ansor tidak perlu takut dengan gerakan mereka saat ini yang memang menguasai media sosial. Dengan media sosial itu juga kaum radikal tersebut menjadikan Islam sebagai alat politik.

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar berani menyuarakan keberanian melawan kelompok radikalisme, yang notabene berjumlah sedikit dibandingkan kelompok yang menginginkan perdamaian. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Budaya, AlaNu PMII Cabang Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Solo, PMII Cabang Tegal

Melalui Badan Semi Otonom (BSO) yaitu Terkepal, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan mengadakan kegiatan diklat jurnalistik Solo, selama dua hari (25-26/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat PC PMII Kota Solo Jl Sawo III No 25 Klangsuran, Karangasem, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan bertema ‘Menumbuhkan Budaya Literasi dalam Menjawab Tantangan Zaman’ tersebut memiliki tujuan yaitu sebagai salah satu sarana untuk mendorong anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dalam dunia literasi. Selain itu, kegiatan ini sebagai sarana open recruitmen di dalam BSO Terkepal sendiri.

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Joko Priyono selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini selain mendorong dalam hal literasi kepada setiap peserta yang mengikuti diklat ini namun juga menekankan pada peran dan tanggung jawab sebagai anggota maupun kader PMII Komisariat Kentingan.

Dalam sambutannya dia menyampaikan kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

“Yang perlu digaris bawahi dari kutipan tersebut adalah masyarakat dan sejarah, kalau dihubungkan dengan organisasi PMII, bahwasannya dua tanggung jawab kita adalah memperjuangkan NKRI dan menyiarkan Islam yang berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Tentu dengan melihat tanggung jawab tersebut harapannya melalui dunia literasi kita akan selalu berusaha untuk mewujudkan dua hal tersebut,” papar Joko.

PMII Cabang Tegal

Dalam kesempatan lain, Tsaniananda, Ketua PMII Komisariat Kentingan, mengatakan bahwa literasi merupakan kata lain dari keberaksaraan yang mengandung dua hal yang pokok yaitu membaca dan menulis.

“Untuk memulai menumbuhkan budaya tersebut tentu kita harus memulai dengan hal yang sederhana seperti membiasakan untuk membaca, dan kemudian dikembangkan melalui metode berpikir yang nantinya bisa disampaikan lewat tulisan. Kalau budaya literasi tidak dikembangkan apakah kita akan masih berharap seperti para pejuang-pejuang literasi terdahulu seperti Al-Ghozali, Al-Kindi, Hatta, Pramoedya ataupun yang lainnya”, Terang Ninda.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 17 peserta yang terdiri dari anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dengan cakupan lima materi yakni masing-masing adalah Penulisan Keilmiahan, Pengenalan Pers dan Jurnalistik, Pelatihan Desain Grafis, Teknik Penulisan Berita dan Opini di Media dan Gerakan Sosial Media. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, Tegal PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock