Sabtu, 23 Desember 2017

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi

Cirebon, PMII Cabang Tegal



Cendekiawan Muslim Nahdlatul Ulama Marzuki Wahid menilai, pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait dengan pentingnya kepala daerah menjadi pelopor kebhinekaan dan pelindung toleransi merupakan sikap yang baik untuk disambut para kepala daerah lain.

Karena itu menurut Marzuki Wahid, kepala daerah di seluruh Indonesia harus menjadikan pesan presiden itu sebagai modal untuk melakukan tindakan-tindakan konkret dalam pencegahan gerakan Islam radikal dan gerakan-gerakan intoleran.

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi

"Pesan presiden itu menandakan ada situasi yang harus direspon secara cepat. Kalau tidak ada persoalan serius di lapangan tentu presiden tidak perlu berpesan karena kebhinekaan dan toleransi merupakan amanat mendasar bagi kepala daerah. Lebih penting lagi, pesan presiden ini cocok untuk kepala-kepala daerah di Jawa Barat," kata Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU ini di Kantor Fahmina Cirebon, Kamis, 11/2/2016.

Dalam pandangan Marzuki, kepala-kepala daerah di Jawa Barat kebanyakan tidak sensitif dengan isu radikalisme dan intoleran, padahal Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang banyak dijadikan aksi-aksi kelompok radikal.

PMII Cabang Tegal

"Kecuali Bupati Purwakarta, (Dedi Mulyadi-red) kepala daerah di Jawa Barat ini tidak punya strategi jitu. Dedi Mulyadi melangkah lebih maju memperjelas dirinya adalah pelindung rakyat, pengawal Pancasila dan secara tegas berani berada di barisan Islam moderat untuk melindungi toleransi dan kebhinekaan. Itu Bupati Dedi Mulyadi patut dicontoh kepala daerah lain,” katanya.?

Ia mencontohkan Sekolah ideologi kebangsaan Pancasila merupakan bukti konkret Dedi Mulyadi. Demikian juga sikap-sikap politiknya yang selalu pro kebhinekaan dan pro toleransi.?

“Dalam urusan kebangsaan, kepala daerah di Indonesia perlu meneladani Dedi Mulyadi," terangnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Marzuki, kepala daerah merupakan pihak yang paling strategis untuk membendung paham radikalisme yang sering menimbulkan kerusakan di masyarakat dengan aksi-aksi politik radikalnya seperti menuduh Bupati Purwakarta sebagai penyebar kemusyrikan, menghasut masyarakat untuk menekan kelompok Ahmadiyah, mengobarkan kebencian terhadap Syiah dan lain sebagainya.

"Gubernur Aher mestinya tegas terhadap kelompok itu. Tapi tampaknya Aher punya cara pandang lain yang entah kenapa kemudian sering membiarkan kelompok-kelompok intoleran seperti FPI, Annas, FUUI bebas berkeliaran di Jawa Barat," terangnya. (Amin/Husain/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, Daerah PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock