Senin, 27 Agustus 2007

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa

Wageningen, PMII Cabang Tegal

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Belanda menyelenggarakan seminar tentang “Halal Certification: Promoting Sustainability and Fairness in Halal Concept” di Wageningen University & Research, 23 Agustus 2017.

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Wageningen, Wageningen University & Research, dan didukung oleh Atdikbud KBRI Den Haag ini menghadirkan Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin sebagai pembicara utama (keynote speaker).

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa

“Seminar ini dimaksudkan untuk mendiskusikan perkembangan sertifikasi halal di Indonesia dan di dunia secara umum,” ujar Rais Syuriah PCINU Belanda KH Nur Hasyim. Karena itu, seminar ini mengahdirkan pembicara dari berbagai lintas disipilin ilmu, agama, pangan, hukum, dan praktisi halal di Eropa.

PMII Cabang Tegal

KH Ma’ruf Amin dalam ceramahnya menyampaikan materi tentang “The root of halalan tayyiban concept in Islamic tradition and its contextualisation in the modern world.”

Ia memulai dengan penjelasan tentang sejarah berdirinya lembaga sertifikasi halal di Indonesia yang dimulai sejak 1985. Ketika itu, menurutnya, terjadi keresahan di kalangan Muslim atas isu tercampurnya lemak babi dalam susu. Atas dasar ini, MUI kemudian melakukan sertifikasi halal terhadap makanan obat-obatan, dan kosmetik.

PMII Cabang Tegal

KH Ma’ruf Amin menambahkan bahwa sertifikasi halal MUI tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi di beberapa negara di Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Selain itu, MUI memberi pengakuan terhadap lembaga-lembaga halal di dunia. Tidak kurang dari 50 lembaga halal di dunia memperoleh pengakuan dari MUI.

Sistem halal yang diterapkan MUI mengikuti paham yang paling ketat. Hal ini, menurutnya, didasarkan pada kaidah “halal itu jelas, haram itu jelas. Di antara itu, ada yang abu-abu (syubhat). Ia mencontohkan tentang perbedaan pendapat tentang status kehalalan binatang yang disembelih oleh non-Muslim.

Dalam kasus seperti ini, maka jelas bahwa MUI menganut pendapat yang lebih ketat dan hati-hati, yaitu mengharamkan.

Ia juga mengapresiasi atas terselenggaranya seminar ini dan berharap agar PCINU Belanda dapat mengambil peran untuk mengembangkan kajian sertifikasi halal di Eropa.

Katib Syuriah PCINU Belanda, M. Latif Fauzi, menyatakan bahwa “penguatan integrasi halal dan thayyib merupakan aspek terpenting yang ingin ditekankan dalam seminar ini”.

Ketika dikonfirmasi, ketua panitia seminar, Ahmad Sahri, menegaskan, tidak hanya aspek kehalalan saja, tapi keberlanjutkan (sustainability) dan kepatuhan pada standar keamananan pangan (fairness), menjadi isu penting sertifikasi halal dalam konteks masyarakat Eropa.” (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah, Budaya PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock