Minggu, 14 Januari 2018

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Konsep daulah Islamiyah yang diusung segelintir kelompok, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, daulah Islamiyah dalam perspektif mereka bergeser jauh dari prinsip dasar khalifatullah di muka bumi. Sementara khalifatullah dalam Islam merepresentasikan sebuah sistem negara yang dapat memenuhi kebutuhan dasar setiap warganya.

Demikian dikatakan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam diskusi Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Perspektif Pedesaan di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (16/7) sore.

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah

“Khalifatullah itu wakil Allah di muka bumi. Tidak main-main, wakil Allah! Khalifatullah bertanggung jawab memenuhi kebutuhan segenap warga dari pelbagai latar belakang,” kata Kiai Masdar menerangkan dasar pemikiran negara.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, lahirnya sebuah negara berawal dari kewajiban setiap individu dalam memenuhi tiga kebutuhannya yang meliputi kebutuhan primer, sekunder, tersier. Agama, kata Kiai Masdar, menyebutnya dengan istilah dharuri, haji, tahsini.

PMII Cabang Tegal

Ketika individu bersangkutan tidak mampu memenuhi kebutuhannya, maka tanggung jawab itu beralih kepada keluarga. Saat di mana keluarga lumpuh, maka masyarakat bertanggung jawab mengambil kewajiban itu.

Dari situlah sebuah negara hadir di tengah keterbatasan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan warga.

“Khalifatullah bisa dibilang pemimpin di negara manapun. Karena khalifah menjalankan pemenuhan Allah yang bersifat rahman di bumi tanpa diskriminasi. Khalifah yang menjalankan sebuah negara tidak boleh menomorduakan warga nonmuslim. Karena, sifat rahman-Nya umum mencakup muslim dan nonmuslim,” kata Kiai Masdar.

Berbeda dengan sifat rahim yang khusus diberikan kepada orang beriman di akhirat. Itulah kenapa surah al-Fatihah menyebut Hari Kiamat sebagai yaumid din, hari agama. Di sanalah agama diadili. Sedangkan di dunia, Allah lewat sifat rahman-Nya tidak menghakimi keyakinan.

“Mana bisa polisi menghakimi keyakinan warga? Keyakinan masalah batin. Itu nanti di Akhirat, yaumid din,” tandas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul Ulama, Doa, RMI NU PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock