Selasa, 02 Januari 2018

Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran

Jember, PMII Cabang Tegal

Salah satu tradisi masyarakat Jember dan rumpun Madura umumnya dalam mengisi Lebaran adalah “ter-ater”. Ter-ater adalah bahasa Madura yang bisa diterjemahkan dengan bahasa Indonesia antar-mengantar. Maksudnya saling mengantar kue dan nasi antartetangga dekat. Kegiatan ter-ater ini biasanya dilakukan 3 hari sebelum Lebaran sampai 6 hari seteleh Lebaran.

“Tradisi ini juga berfungsi sebagai perekat persaudaraan antartetangga,” ujar Wakil Ketua MWCNU Ajung, Nurhadi kepada PMII Cabang Tegal di Jember, Ahad (10/7).

Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran

Selama Lebaran, tradisi ter-ater tetap jalan. Namun sasarannya adalah sanak famili. Jadi antar famili saling mengunjungi dengan membawa kue dan nasi. Tidak hanya di sekitar rumah tapi juga meluas ke tempat lain di mana si famili bertempat tinggal. Setelah dikunjungi, sekian hari kemudian, si famili itu akan melakukan kunjungan balasan dengan “oleh-oleh” yang sama. Biasanya tradisi kunjung-mengunjungi itu akan berakhir setelah Lebaran ketupat, yaitu hari ketujuh idul fitri. Yang menarik, selama Lebaran, siapapun yang berkunjung antar tetangga apalagi famili, pasti disuguhi makanan berat (nasi).

PMII Cabang Tegal

“Suguhan itu sebaiknya memang dimakan. Sebab kalau tidak, terkadang? si tuan rumah tersinggung. Ya kalau kunjungan hari raya, kita harus pintar-pintar mengatur makan. Jangan banyak-banyak makan, agar bisa makan di rumah yang akan dikunjungi berikutnya,” lanjut Nurhadi.

PMII Cabang Tegal

Itulah sebabnya kenapa Lebaran seolah menjadi hari-hari yang sangat sibuk. Sebab, selain menyediakan suguhan makanan, setiap rumah juga menyediakan kue. Kue tersebut biasanya dibuat beberapa hari sebelum Lebaran tiba. Selain itu, yang sudah pasti adalah baju baru.

Selain ter-ter, tradisi yang lain adalah mengunjungi makam leluhur. Itu pasti. Terkadang dilakukan sehari sebelum Lebaran, atau pagi-pagi setelah shalat idul fitri. Setelah shalat idul fitri,? saling minta maaf antar tetangga. Semua pinta terbuka dengan jajanan dan kue yang berjejer? di atas meja. Sujurus kemudian, sebagian warga menghilang untuk mengunjungi sanak saudaranya di tempat lain. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock