Sidoarjo, PMII Cabang Tegal
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Jawa Timur, H Maskhun, mengimbau kepada masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan hari pergantian tahun baru 2017. Pasalnya, dalam merayakan sesuatu ada batasannya.
| PCNU Sidoarjo Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Rayakan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online) |
PCNU Sidoarjo Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Rayakan Tahun Baru
"Orang-orang yang suka berlebihan itu temannya setan. Islam tidak melarang merayakan sesuatu tetapi yang jelas dan tidak madlarat," kata Abah Maskhun, sapaan akrabnya, kepada PMII Cabang Tegal, Kamis (29/12).Menurutnya, NU tidak melarang perayaan pergantian tahun baru, tetapi harus ada batasannya dan sebaiknya ada unsur dzikir dan shalawat atau kegiatan Islami lainnya. Jika dilakukan dengan dzikir dan shalawat, maka malaikat akan turun untuk memberikan rahmat.
PMII Cabang Tegal
"Islam punya konsep sendiri dalam merayakan akhir tahun yakni dengan cara muhasabah atau evaluasi. Selama setahun kita lihat plus minus (baik buruknya) di mana. Jika baik perbuatan kita selama setahun, ya kita lanjutkan di tahun akan datang. Intinya bagaimana tahun depan lebih baik dari tahun kemarin," jelasnya.Abah Maskhun menambahkan, NU mempunyai budaya dalam merayakan sesuatu atau yang biasa dikenal dengan bancaan (tasyakuran) sebagai bentuk syukur sosial yang manfaatnya bisa dirasakan orang lain. Syukur dengan hati, lisan dan sosial.
PMII Cabang Tegal
"Dalam melaksanakan itu semuanya tentu tidak mudah, harus mengubah pola pikir dari tidak islami menjadi islami dan butuh waktu yang lama," pungkasnya. (Moh Kholidun/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
PMII Cabang Tegal Tokoh, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

EmoticonEmoticon