Cirebon, PMII Cabang Tegal - Santri Buntet Pesantren mengeluarkan deklarasi hantam hoax pada acara pelatihan jurnalistik dan seminar internet sehat di aula Gedung Guest House Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (25/2). Kegiatan dengan 59 peserta ini digelar atas kerja sama Forum Silaturahim Buntet Pesantren Cirebon (Forsila BPC) Jakarta Raya dan Tim Media Buntet Pesantren.
Sebanyak 33 santri peserta pelatihan dan seminar berjajar rapi sembari mengangkat tinggi kertas yang berisikan satu huruf. Keseluruhannya jika dibaca akan menghasilkan tulisan Santri Buntet Pesantren Hantam Hoax.
| Santri Buntet Pesantren Deklarasi Tolak Hoax (Sumber Gambar : Nu Online) |
Santri Buntet Pesantren Deklarasi Tolak Hoax
Ahli Teknologi Buntet Pesantren Mubarok Hasanuddin memberikan materi tentang internet sehat. Menurutnya, santri harus melek (baca: paham) media, terutama internet. Hal ini agar tidak dikuasai oleh orang yang hendak memecah belah bangsa.“Santri harus melek media, terutama internet, supaya jangan dikuasai oleh orang-orang yang hendak memecah belah bangsa,” kata Wakil Ketua Tim Media Buntet Pesantren itu.
PMII Cabang Tegal
Sementara itu, dalam pemaparannya tentang jurnalistik, wartawan Metrotvnews.com Ahmad Rofahan menyampaikan bahwa santri harus bisa menulis. Menurutnya, hal ini guna memberitakan informasi yang benar dan guna menangkal hoax. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa menulis dapat menjadi media syiar Islam rahmatan lil alamin.PMII Cabang Tegal
“Santri harus bisa menulis untuk dapat memberikan inforasi yang benar, menangkal hoax, dan syiar Islam Rahmatan lil Alamin,” ujar Direktur Jingga Media itu.Rencananya, menurut Rofahan, 10 peserta terbaik akan dipilih untuk bergabung di Tim Media Buntet Pesantren.
“Follow up dari kegiatan ini, nantinya akan dipilih 10 santri terbaik untuk bergabung di Tim Media Buntet Pesantren,” kata Ketua Tim Media Buntet Pesantren itu. (M Syakir Niamillah/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
PMII Cabang Tegal Hadits PMII Cabang Tegal

EmoticonEmoticon