Senin, 27 November 2017

Melalui Media Sosial, Santri Siap Cegah Radikalisme

Mataram, PMII Cabang Tegal. Perjuangan mencegah dan melawan paham radikalisme di dunia maya berupaya terus dilakukan oleh para santri melalui media sosial. Hal ini mereka lakukan dengan menghasilkan berbagai produk hasil Workshop Countering Violent Extremism (CVE), 9-11 September 2015 di Mataram, NTB.

Melalui Media Sosial, Santri Siap Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui Media Sosial, Santri Siap Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui Media Sosial, Santri Siap Cegah Radikalisme

Dari lima kelompok yang dibentuk, para peserta yang sebagian besar didominasi oleh santri dan mahasiswa ini menciptakan berbagai akun di media sosial, video kampanye damai, hingga memproduksi berbagai macam artikel.

“Dari kegiatan ini, para santri, mahasiswa, dan aktivis muda diajak untuk ikut aktif memberikan kontribusi pemikiran moderat, damai, dan toleran di media dan media sosial untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme,” ujar Muhammad Haidar, Jum’at (11/9), santri Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara yang kini mengambil jurusan Digital Communication di Surya University.

PMII Cabang Tegal

Dari kampus yang berbasis riset dan teknologi tersebut, ada empat santri yang mengikuti kegiatan Workshop, diantaranya, Muhammad Irsan Rasyad, santri Pesantren An-Nur Az-Zubaidi, Konawe Sulawesi Tenggara mengambil jurusan Digital Communication, Afiq Herdika Sulistya, santri Pesantren al-Ikhlas Pati yang mengambil jurusan Physics Energy Engineering, Muhammad Syafiuddin, santri Pesantren At-Tahdzib Rejo Agung Ngoro Jombang, mengambil jurusan Human Computer Interaction, dan Haidar sendiri.

Senada dengan Haidar, Nurul Fauzi, santri Pesantren Al-Iman, Bulus, Purworejo yang kini mengambil jurusan Hukum di Universitas Indonesia (UI) mengatakan, bahwa masih banyak dari mahasiswa yang cenderung pasif terkait kampanye damai di media sosial.

PMII Cabang Tegal

“Dari kegiatan workshop ini, saya akan menularkan pengalaman ke teman-teman agar lebih mengoptimalkan media sosial untuk menyebarkan informasi dan pesan damai, serta toleransi,” ujar Fauzi yang kini aktif sebagai Ketua KMNU UI.

Dari kegiatan yang difasilitasi oleh BNPT dan FKPT NTB ini, para peserta workshop berusaha memahami pencegahan radikalisme dengan pendekatan CVE. “Pendekatan berbasis pencegahan ini dikembangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia,” terang Imam Malik Riduan, salah satu Fasilitator workshop. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, News PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. Melalui Media Sosial, Santri Siap Cegah Radikalisme di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock