Tangerang Selatan, PMII Cabang Tegal. Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq mengatakan, selama ini sejarah ditulis para pemenang sehingga banyak fakta-fakta sejarah yang tidak bisa dinikmati generasi selanjutnya.
Ia memberikan apresiasi atas terbitnya buku Tambak Beras: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah. Menurut dia, sudah seharusnya sejarah tentang Pesantren Tambak Beras ditulis dzuriyah atau keturunan langsung –baik keturunan biologis atau pun ideologis- pesantren tersebut.
“Sejarah harus ditulis dzuriyah,” kata Kiai Maman pada acara Bedah Buku Tambak Beras: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah di UIN Jakarta, Selasa (19/12).
| Terkait Buku Tambak Beras, Kiai Maman: Sejarah Harus Ditulis Dzuriyah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Terkait Buku Tambak Beras, Kiai Maman: Sejarah Harus Ditulis Dzuriyah
Kiai Maman menambahkan, pesantren memberikan keberkahan. Dengan menuliskannya, maka keberkahan Pesantren Tambak Beras tidak hanya dirasakan alumninya saja, tetapi juga orang lain.“Tambak Beras bukan hanya barokah bagi alumninya, tetapi juga orang lain,” ujarnya.
Ia menyebutkan, buku ibarat kotak emas pemikiran manusia. Siapa saja yang ingin kiprah, peran, dan pemikirannya terjaga maka harus dituliskan ke dalam buku. Termasuk ketika seorang santri yang berupaya mengabadikan kiainya, maka ia harus menuliskannya.
PMII Cabang Tegal
“Dimanapun kita berada, kita harus memulai menulis kiai kita,” ungkapnya.Buku Tambak Beras: Menelisik Sejarah, Memetik membahas banyak hal tentang Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras. Mulai dari asal usul pesantren ini didirikan hingga kisah-kisah kiainya. (Muchlishon Rochmat)
PMII Cabang Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idPMII Cabang Tegal AlaSantri, Quote, Sejarah PMII Cabang Tegal

EmoticonEmoticon