Senin, 01 Juni 2015

Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah

Rembang, PMII Cabang Tegal. Batu prasasti “Perang Sabil” di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, yang menggambarkan kisah perlawan warga Lasem terhadap penjajah Belanda pada tahun 1751 menyedot perhatian warga.

Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah

Hal ini terbukti dengan banyaknya para peziarah yang berziarah di makam para kiai di Lasem berhenti sejenak untuk melihat prasasti yang bercerita tentang perjuangan para ulama yang ada di Rembang, khususnya Lasem, saat itu.

Wakhidi, salah satu peziarah asal Jepara, mengaku dirinya termenung ketika membaca sepenggal kalimat yang mengkisahkan KH Ali Baedlawi yang membakar semangat warga Lasem melalui mimbar khotib jumat.

PMII Cabang Tegal

"Kata-kata yang terukir di atas batu prasasti ini memang sangat menyentuh hati, jika kita memang orang yang beriman dan mencintai bumi pertiwi kita. Jujur saya sangat terharu dengan sepenggal kisah yang ditulis dalam batu itu meski saya tak tau persis sosok KH Ali Baedlawi,” ujarnya kepada PMII Cabang Tegal.

PMII Cabang Tegal

Salah satu pengurus Masjid Jami Lasem Abdullah Hamid yang juga salah seorang pemerhati sejarah di Lasem menjelaskan, keberadaan batu prasasti ini menjadi pengingat dan simbol bahwa peranan kiai bersama masyarakat bukan isapan jempol belaka.

"Ini bukti nyata yang disebut pahlawan bukan hanya mereka yang mendapatkan gelar pahlawan nasional. Tetapi para kiai dan alim ulama bareng-bareng masyarakat adalah hal yang wajip ditonjolkan kepada generasi yang akan datang tentang arti dan bukti sebuah perjuangan dalam merebut kemerdekaan,” tuturnya.

Dalam batu seberat puluhan ton itu terukir tulisan, “Sarampunge sembahyang jumuwahan ing Masjid Jami Lasem kang diimami Kiai Ali Baedlawi, nuli wewara maring kabeh umat Islam diajak Perang Sabil ngrabasa nyirnakake? kompeni walanda (Babad Lasem).”

Tulisan berbahasa Jawa itu memiliki arti kurang lebih sebagai berikut, “Sesudah selesai sembahyang Jumat di Masjid Jami Lasem, yang diimami Kiai Ali Baedlawi, lalu mengumumkan kepada semua umat Islam, diajak Perang Sabil menumpas dan memusnahkan Kompeni dan Belanda (Babad Lasem).” (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Sholawat PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock