Kamis, 15 Maret 2018

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar pelantikan di Gedung Balai Kota, Jumat (29/4) lalu. Kepengurusan IPNU DKI Jakarta, Muhammad Muhadzab ketua terpilih masa khidmah 2016-2019 ini langsung dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Asep Irfan Mujahid. Sedangkan Ketua IPPNU DKI Jakarta masa khidmah 2015-2018, Nur Hamidah Wahid dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU, Puti Hasni.?

Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah yang saat ini berdinas sebagai Sekda Pemprov DKI Jakarta, ia juga didampingi oleh KH. Syamsul Maarif (PWNU DKI Jakarta). Selain itu hadir pula Hasan Habibi (Pustekkom Kemendikbud RI), dan Ubaidillah Sadewa (KPI D DKI Jakarta).

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Dalam sambutannya, H Saefullah mengapresiasi pelantikan yang dilakukan Pimpinan Pusat IPNU dan IPPNU yang sebenarnya kepengurusan Pimpinan Pusat tersebut baru dikukuhkan bulan Maret kemaren. Ia berharap pelantikan terus dilakukan Pimpinan Pusat hingga ke tingkat kota-kota di DKI Jakarta ataupun di daerah-daerah.?

Selain itu, H Saefullah memberikan kabar gembira untuk pelajar Jakarta bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan program KJP Lanjutan di tahun 2016 ini. Program ini diperuntukkan bagi pelajar menengah yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

PMII Cabang Tegal

"Siapa saja warga Jakarta yang tamatan SMA atau Madrasah Aliyah yang ingin meneruskan ke pertuguran tinggi negeri, maka biaya pendidikannya dan biaya hidupnya ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta,” ungkapnya.

Dalam kesempatan pelantikan ini, Ketua PW IPNU DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pelajar NU Jakarta dalam waktu dekat akan merealisasikan program publikasi pelajar Jakarta berbasis web. Program ini akan diwujudkan dengan cara para pengurus menyambangi berbagai sekolah.

“Ini program jangka panjang yang bertujuan selain sebagai publikasi, juga sebagai wadah agar pelajar NU di Jakarta maupun pelajar pada umumnya untuk belajar menulis. Hal ini sangat terkait dengan penyebaran paham Aswaja di kalangan pelajar melalui media,” ujar Muhadzab.

Nantinya, lanjut alumnus STAINU Jakarta ini, para pelajar di berbagai sekolah akan diarahkan pada satu domain khusus yakni pelajarjakarta.com. “Masing-masing akan menginduk hosting dan domain di situ,” jelasnya. (Frachman/Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Senin, 12 Maret 2018

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal, nama saya Ruslan. Saya mau bertanya perihal salah satu prosesi pernikahan yang pernah ada, yaitu tukar cincin. Apa hukumnya secara Islam? Berdosakah kita? Jika hal itu dilakukan setelah akad nikah, (apakah) diperbolehkan? Apakah tukar cincin itu hanya untuk perempuan saja atau juga diperbolehkan untuk laki-laki karena setahu saya lelaki tidak boleh menggunakan perhiasan atau emas? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Jawaban

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Acap kali kita menyaksikan dalam acara pernikahan, setelah akad nikah sepasang suami-istri melakukan tukar cincin, suami memakain cincin di jari istrinya. Sebaliknya istrinya juga melakukan hal yang sama. Hal ini seperti sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat kita.

PMII Cabang Tegal

Prosesi tukar cincin yang terjadi di masyarakat kita itu pada dasarnya lebih pada acara seremonial tambahan saja. Hal ini tidak terkait dengan soal keyakinan atau akidah yang dianut. Pasangan laki-laki dan perempuan setelah melakukan akad nikah maka sah menjadi sepasang suami-istri.

PMII Cabang Tegal

Kemudian melakukan tukar cincin secara simbolik menggambarkan keduanya adalah pasangan yang siap berbagi, saling memberi, saling melayani, dan menunaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing.

Sampai di sini sebenarnya tidak ada persoalan berarti. Persoalan kemudian muncul ketika dalam prosesi tukar cincin tersebut adalah cincin yang terbuat dari emas, di mana pemakaian cincin emas bagi laki-laki adalah tidak diperbolehkan atau diharamkan. Sedangkan pemakaian cincin emas bagi perempuan diperbolehkan.

Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama, kecuali apa yang dikemukakan dari riwayat Ibnu Hazm yang menyatakan kebolehannya dan dari segelintir ulama sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam Syarhu Shahihi Muslim-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaum Muslim sepakat atas kebolehan perempuan memakai cinci emas untuk dan mengharamkannya untuk laki-laki kecuali pendapat yang diriwayatkan dari Abi Bakr Muhammad bin Umar bin Muhammad bin Hazm yang membolehkannya dan dari sebagian ulama yang menganggap makruh bukan haram,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahihi Muslim bin Al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya`it Turats Al-‘Arabi, cetakan kedua, 1392 H, juz XIV, halaman 65).

Dari penjelasan ini, maka tukar cincin kemudian menjadi bermasalah apabila cincin yang diberikan atau dipakaikan kepada suami adalah cincin emas. Sebab, pemakaian cincin emas untuk laki-laki diharamkan sebagaimana dikemukakan di atas. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkannya seperti Ibnu Hazm, tetapi pandangan ini dianggap tidak sahih.

Selanjutnya, untuk menghindari hal-hal yang dilarang dalam Islam, maka sebaiknya sebelum prosesi tukar cincin sebaiknya dibicarakan baik-baik dan disepakati, misalnya untuk cincin perempuan terbuat dari emas, tetapi untuk pihak laki-laki bisa menggunakan selain emas seperti perak karena cincin emas untuk laki-laki diharamkan.

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa tukar cincin atas setelah prosesi akad nikad adalah dapat ditoleransi atau diperbolehkan. Tetapi dengan catatan cincin yang dipakaikan kepada pihak laki-laki bukan emas.

Di samping itu juga tidak mengaitkan dengan keyakinan tertentu seperti keyakinan jika tidak tukar cincin maka pernikahannya tidak langgeng. Keyakinan seperti jelas keliru dan tidak dibenarkan dalam pandagan Islam.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima dan kritik dari pembaca.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwmith Thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, AlaNu, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Jumat, 09 Maret 2018

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Pringsewu, PMII Cabang Tegal. Ratusan pelajar MAN Pringsewu sejak awal menyatakan penolakannya atas kunci jawaban gelap dengan acara istighotsah di masjid Jabal Nur Kompleks MAN Pringsewu, Jumat (11/4). Untuk kepercayaan diri, mereka berdoa bersama, bersembahyang sunah hajat, dan persiapan belajar intensif sebelumnya.

Dalam menghadapi UN, pelajar tidak boleh mencukupkan pada persiapan fisik semata. Persiapan mental, kata Kepsek MAN Pringsewu Samsurizal, juga sangat perlu.

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Samsurizal mengimbau seluruh siswa-siswi peserta UN 2014 untuk tidak percaya kepada kunci jawaban dan menyesatkan. Karena, kunci jawaban disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan motif mengambil keuntungan pribadi.

PMII Cabang Tegal

"Yakinlah kepada kemampuan sendiri. Yakinlah Allah akan menolong kalian. Yakinkan di hati bahwa kita mampu karena Allah menolong kita," tegas Samsurizal dalam sambutannya.

PMII Cabang Tegal

Di akhir sambutan, Samsurizal tidak lupa berpesan kepada siswa-siswi MAN Pringsewu untuk meminta doa dan restu semua pihak terutama kedua orang tua dan seluruh dewan guru agar diberi kemudahan dalam UN dengan hasil maksimal.

Istighotsah ini diawali dengan sembahyang sunah hajat dan ditutup dengan doa pendek yang dipimpin seorang guru Sofwan. Sebelum bubar, mereka berjabat tangan dengan dewan guru MAN Pringsewu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Selasa, 06 Maret 2018

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Partai Kebangkitan Bangsa melalui fraksinya di DPR RI mendeklarasikan diri sebagai oposisi dan berjanji bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sikap kritis ini, bukan berarti menggoyang pemerintahan Presiden Yudhoyono, tetapi mengkritisi setiap kebijakan pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara. Soalnya, banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR RI, Effendi Choirie, setelah menerima tugas sebagai ketua fraksi dari pejabat lama Ida Fauziah di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin.

Sementara itu, dalam acara serahterima pimpinan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, hadir beberapa pimpinan fraksi, di antaranya Ketua Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Syarif Hasan, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Lukman Hakiem Saifudin, juga Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Laode Ida serta sejumlah anggota dewan.

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah

Kepada wartawan, Effendi Choirie yang akrab disapa Gus Choi menambahkan, pihaknya juga telah sepakat untuk mendukung usulan amandemen ke-5 atas Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

"Sikap kritis yang dilakukan fraksi kami ini sesuai dengan keputusan rapat pleno DPP PKB yang dihadiri Ketua Dewan Syuro, Gus Dur. Beliau dalam rapat pleno meminta ketua fraksi yang baru bersikap kritis dan berani kepada pemerintah. Ini sesuai dengan moto baru PKB yakni, kritis, konstruktif dan solutif," katanya.

Ia berharap, sikap yang dilakukan fraksinya itu tidak disalahartikan oleh fraksi-fraksi lainnya, seperti Fraksi Partai Demokrat sebagai pendukung pemerintah. "Apa yang kami lakukan ini untuk mengkritisi kebijakan pemerintah jika tidak pro-rakyat. Tetapi bukan bertujuan untuk menjatuhkan pemerintah," katanya.

PMII Cabang Tegal

Gus Choi lalu mencontohkan, kebijakan pemerintah Presiden Yudhoyono yang terkesan plin-plan, misalnya, dukungan pemerintah atas Resolusi Dewan Keamanan PBB dengan memberikan sanksi lebih berat terhadap Iran, juga proses penyelesaian kasus lumpur Lapindo serta DCA RI-Singapura.

PMII Cabang Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Selama lima tahun periode pemerintahan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan dapat mengentaskan sebanyak 80 dari 122 daerah tertinggal di Indonesia. Mendes Marwan Jafar menegaskan, dari jumlah tersebut dia optimis dapat mengentaskan sebanyak 40 daerah tertinggal tahun ini.

"Potensi tersebut dilihat dari indikator-indikator tertentu, yang secara berkelanjutan diamati Kemendes PDTT di 40 daerah tertinggal tersebut. Indikator tersebut berpijak pada 2 hal, yakni dilihat dari kondisi wilayah dan kondisi masyarakat setempat," kata Marwan, di Jakarta, Selasa (28/6).

Marwan mencontohkan, beberapa daerah tersebut seperti halnya Lombok, Parigi Moutong, dan Pandeglang. Menurutnya, bantuan stimulan yang diberikan kepada beberapa daerah tersebut sudah mulai memperlihatkan hasil signifikan.

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini

"Hal ini menguatkan tercapainya target pemerintah, yang akan mengentaskan 80 daerah tertinggal di tahun 2019. Ini adalah hasil kerjasama dari semua pihak, baik berbagai kementerian dan lembaga, Pemerintah Daerah dan masyarakat," ujarnya.

Marwan menjelaskan, terdapat enam item yang menjadi penentu sebuah daerah dikategorikan tertinggal, di antaranya dari sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi daerah, infrastruktur ? dan daerah dengan karakterisitik tertentu yakni daerah rawan bencana serta daerah pasca konflik.

"Itulah kenapa di tahun ini, yang menjadi fokus kita adalah pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar. Tapi tidak hanya itu, kita juga membuat program-program untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya manusia) kita," katanya.

PMII Cabang Tegal

"Memang untuk di tahun ini, yang menjadi fokus kita masih pada infrastruktur dasar. Tapi tidak hanya itu, sumber daya manusia juga harus ditingkatkan kualitasnya," imbuh Marwan.

Ia juga mengakui adanya ketimpangan pembangunan antar wilayah menyebabkan adanya daerah yang memiliki kemajuan yang rendah dibandingkan daerah lain. Hingga saat ini, mayoritas daerah tertinggal berada di kawasan Indonesia Timur.

"Pembangunan yang secara komprehensif akan terus dilakukan, untuk mengentaskan kemiskinan dan upaya mengurangi kesenjangan antar wilayah," tutup Marwan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Daerah, AlaNu PMII Cabang Tegal

Minggu, 04 Maret 2018

Lazisnu Klaten Salurkan Kurban di Enam Kecamatan

Klaten, PMII Cabang Tegal. Momentum Hari Raya Idul Kurban dimanfaatkan Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Klaten untuk membagikan ratusan bungkus daging kurban ke sejumlah daerah di enam kecamatan di daerah Klaten.

“Penyaluran daging kurban kita usahakan ke daerah yang tepat sasaran, khususnya daerah yang rawan aqidah dan minus ekonomi,” terang Ketua LAZISNU Klaten Muh Cahyanto, Kamis (24/9).

Lazisnu Klaten Salurkan Kurban di Enam Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazisnu Klaten Salurkan Kurban di Enam Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazisnu Klaten Salurkan Kurban di Enam Kecamatan

Cahyanto menjelaskan melalui program “Tebar Qurban Tepat Sasaran” ini, pihaknya menyalurkan ke enam kecamatan daerah penyaluran yakni Kecamatan Gantiwarno, Kebonarum, Karangnongko, Karanganom, Jatinom dan Cawas.

PMII Cabang Tegal

“Kami bekerjasama dengan beberapa panitia kurban setempat, harapannya agar daging kurban juga dapat dibagi secara merata,” ujar dia.

PMII Cabang Tegal

Ditambahkan Cahyanto, dana pengadaan kurban serta pembagiannya ini diperoleh dari para donatur, baik warga NU sendiri maupun dari masyarakat luar, yang mempercayakannya kepada LAZISNU Klaten.

Ia berharap dengan penyelenggaraan kegiatan tahunan ini, ikut membuat gembira bagi orang lain. “Pada saat ini, Allah telah mendatangkan kegembiraan bagi mereka yang berkurban dan yang menerima daging kurban. Semakin banyak orang yang berkurban maka semakin banyak pula orang yang mendapatkan kegembiraan pada saat ini,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul, Tegal PMII Cabang Tegal

Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal?



Koordinator Anak Cabang (Korancab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Banyuwangi menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Huda, Boyolangu, Giri, Banyuwangi Sabtu pagi (24/12) sampai Ahad siang (25/12).

Para peserta yang hadir merupakan delegasi dari berbagai kecamatan, di antaranya: Licin, Giri, Glagah, Kalipuro, dan Wongsorejo.?

Makesta  NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan

"Hal ini kami lakukan sebagai terobosan maksimalisasi manajemen gerakan dan kaderisasi di setiap Pimpinan Anak Cabang yang masih belum aktif," ujar ketua Koordinator Anak Cabang Hairul Mauli Tamimi.

Menurut Tamimi, Makesta ini juga salah satu langkah mencetak kader-kader muharrik (penggerak) NU masa depan.

PMII Cabang Tegal

Tak hanya itu, Haris Budi Utomo perwakilan dari pengurus PC IPNU Banyuwangi berpesan di hadapan kader-kadernya untuk senantiasa tetap meningkatkan prestasi belajar sekolah di samping aktif dalam kegiatan organisasi.

"Tak ada alasan bagi kalian aktif di organisasi menjadikan semangat belajar dan prestasi sekolah kendur. Hal ini sangat tidak kami inginkan. Pasalnya, banyak para pelajar tahun kemarin yang mendapatkan kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama rekom dari PC IPNU IPPNU Banyuwangi, akibat mereka yang tak surut semangat belajar dan berorganisasi," terang Haris, yang juga sebagai penggawa Departemen Kaderisasi IPNU Banyuwangi.

Dia menambahkan, keuntungan berorganisasi lainnya meningkatkan jaringan sosial kemasyarakatan. Sehingga dengan jalan ini kita dapat membaca peluang-peluang beasiswa kuliah dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam pembukaan acara dihadiri oleh perwakilan MWC NU Giri, MWC Kalipuro, PAC Muslimat Giri, PAC Ansor Giri, PAC Fatayat Giri, dan Perwakilan PC IPNU IPPNU Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Budaya PMII Cabang Tegal

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru

Jakarta, PMII Cabang Tegal



Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta menggelar Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta, Selasa (3/05), sebagai respon terhadap proses pendidikan yang tidak merata antara pendidikan di bawah naungan Pemerintah Provinsi dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru

Tema yang diusung pada seminar yang berlangsung di gedung Sertifikasi Guru Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Lantai 9, Jakarta ini adalah "Merajut Konsepsi Pendidikan Holistik dan Berkeadilan".?

"Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka hardiknas, semoga spirit Ki Hajar Dewantara dapat bersenyawa dengan kita, dan rembug guru ini adalah forum bapak/ibu guru untuk berjuang bersama baik itu terkait kompetensi guru maupun mengenai kesejahteraan," kata Aris Adi Leksono.

? ?

Dalam Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta hadir beberapa pembicara di antaranya H Nawawi (Anggota Komis E DPRD), Mahruz (Ketua PGMI), Amin (Kementerian Agama DKI Jakarta), Muhlis (Wakil Rektor UNJ), dan Kosman Marbun (Dinas Pendidikan DKI Jakarta).

PMII Cabang Tegal

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta Djaali dan ia merespon positif kegiatan ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung

Sukoharjo, PMII Cabang Tegal. Memanfaatkan jeda di akhir semester pertama ini, SMA Al-Muayyad Surakarta (SMALTA) mengadakan kegiatan kunjungan ke masyarakat. Kegiatan yang sudah berjalan untuk kedua kalinya ini diadakan di Desa Banmati, Kabupaten Sukoharjo.

Di tempat tersebut, para siswa yang notabene merupakan santri pondok, diajak untuk lebih dekat dan peduli kepada masyarakat. “Kami ingin dari kegiatan ini, para santri lebih mengenal kehidupan dan peduli dalam bermasyarakat. Sehingga nanti ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka bisa lebih siap,” terang salah satu guru SMALTA, Muhammad Misbah kepada PMII Cabang Tegal, Senin (22/12).

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung

Kegiatan yang dilakukan santri diawali dengan kerja bakti lingkungan. Para siswa ditugaskan untuk membersihkan jalanan kampung dan sebagian di halaman rumah warga. “Acara kerja bakti sampai siang kemudian bada Ashar dilanjut Muqoddaman dan bada Isya ditutup dengan acara pengajian bersama warga,” papar Misbah.

PMII Cabang Tegal

Seorang siswi, Dina Qoyyima, menuturkan, kegiatan kunjungan ke kampung ini memberikan banyak manfaat. “Semoga kelakm kami mampu mengapresiasikan apa yang telah di ajarkan di pondok pesantren sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar. Serta nilai yang terkandung dalam acara ini adalah kekeluargaan, kekompakan dan religius,” ujar siswi kelas XII IPA itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Lomba PMII Cabang Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

IPNU-IPPNU Rembang "Road Show" Sosialisasi Bermedsos yang Bijak

Rembang, PMII Cabang Tegal

Gelaran hari pertama rangkaian acara Road Show Blogger oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil mengunjungi dua sekolah, yakni MA Al-Azar Sale dan MA YSPIS Sedan. Para peserta antusias dalam mengikuti acara tersebut.

IPNU-IPPNU Rembang Road Show Sosialisasi Bermedsos yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Road Show Sosialisasi Bermedsos yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang "Road Show" Sosialisasi Bermedsos yang Bijak

Ketua PC IPPNU Rembang Afaf Muniroh Atid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan para pelajar NU untuk menggunakan media sosial (medsos) dengan bijak. Gencarnya situs radikalisme, lanjut Afaf, dalam bersosialisasi di dunia sosial harus diimbangi dengan sikap bijak dan teliti dalam menggunakan media internet.

"Tentunya dengan kematangan cara berpikir dan pola penggunaan internet yang bijak, maka para pelajar NU tidak akan mudah terprovokasi dengan adanya situs-situs radikal yang gencar dan banyak bertebaran di dunia maya," terang Afaf, Kamis (12/5) sore, di Aula MA YSPIS Sedan.

PMII Cabang Tegal

Para peserta yang mengikuti kegiatan road show blogger yang bertema, "Berakhlakul Karimah di Dunia Maya" tersebut. Gelaran road show ini direncanakan akan digelar selama 7 hari ke depan dan akan mengunjungi 8 sekolah dibawah naungan LP Maarif NU Kabupaten Rembang.

PMII Cabang Tegal

Selaku Narasumber acara M Zaim Cholil Mumtaz mengatakan, ada banyak sekali penyalahgunaan media sosial saat ini. Di antaranya adalah sebagai media sosialisasi bagi para teroris. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada tahun 2011 telah mengidentifikasi tujuh bentuk penggunaan dunia maya untuk kepentingan terorisme.

"Di antaranya propaganda, perekrutan, pendanaan, pelatihan, perencanaan, penyebaran teror, dan cyberattack (penyerangan melalui internet)," terang adik kandung H Yaqut Cholil Qoumas selaku Ketua PP GP Ansor tersebut.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir sebagai narasumber dari Gerbang atau Komunitas Blogger Rembang yang menyampaikan materi tentang penggunaan media sosial yang bijak. Mereka menyampaikan cara memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran dan berwirausaha.

Pimpinan Komisariat IPPNU MA YSPIS Sedan Asiyati Ana Safitri mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini para siswa mendapatkan pengalaman dan ilmu tentang bagaimana penggunaan media dengan baik. "Jadi bukan hanya update status saja, kita juga harus bijak dan produktif dalam penggunaan media sosial," terang Asiyati yang juga salah satu peserta road show. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, AlaSantri PMII Cabang Tegal

KH Wahab Chasbullah Penggagas Istilah “Halal Bihalal”

Penggagas istilah "halal bi halal" ini adalah KH Abdul Wahab Chasbullah. Ceritanya begini: Setelah Indonesia merdeka 1945, pada tahun 1948, Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elit politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu forum. Sementara pemberontakan terjadi dimana-mana, diantaranya DI/TII, PKI Madiun.

Pada tahun 1948, yaitu dipertengahan bulan Ramadhan, Bung Karno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara, untuk dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat. Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan Silaturrahim, sebab sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, dimana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturrahmi.

Lalu Bung Karno menjawab, "Silaturrahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain".

KH Wahab Chasbullah Penggagas Istilah “Halal Bihalal” (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Wahab Chasbullah Penggagas Istilah “Halal Bihalal” (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Wahab Chasbullah Penggagas Istilah “Halal Bihalal”

"Itu gampang", kata Kiai Wahab. "Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah halal bi halal", jelas Kiai Wahab.

Dari saran Kiai Wahab itulah, kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri saat itu, mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahmi yang diberi judul Halal bi Halal dan akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa.

Sejak saat itulah, instansi-instansi pemerintah yang merupakan orang-orang Bung Karno menyelenggarakan Halal bi Halal yang kemudian diikuti juga oleh warga masyarakat secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa sebagai pengikut para ulama. Jadi Bung Karno bergerak lewat instansi pemerintah, sementara Kiai Wahab menggerakkan warga dari bawah. Jadilah Halal bi Halal sebagai kegaitan rutin dan budaya Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang.

PMII Cabang Tegal

Kalau kegiatan halal bihalal sendiri, kegiatan ini dimulai sejak KGPAA Mangkunegara I atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Setelah Idul Fitri, beliau menyelenggarakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana.

Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Kemudian budaya seperti ini ditiru oleh masyarakat luas termasuk organisasi keagamaan dan instansi pemerintah.akan tetapi itu baru kegiatannya bukan nama dari kegiatannya. kegiatan seperti dilakukan Pangeran Sambernyawa belum menyebutkan istilah "Halal bi Halal", meskipun esensinya sudah ada.

Tapi istilah "halal bi halal" ini secara nyata dicetuskan oleh KH. Wahab Chasbullah dengan analisa pertama (thalabu halâl bi tharîqin halâl) adalah: mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan hubungan dengan cara mengampuni kesalahan. Atau dengan analisis kedua (halâl "yujzau" bi halâl) adalah: pembebasan kesalahan dibalas pula dengan pembebasan kesalahan dengan cara saling memaafkan.

Wallahul Muwafiq ila Aqwamith Thoriq

PMII Cabang Tegal

?

KH Masdar Farid Mas’udi

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, Nahdlatul Ulama PMII Cabang Tegal

Jumat, 02 Maret 2018

Politik Pertanian

Oeh Bisri Effendy-Bagi seorang petani, menanam padi tidak sekedar menabur benih di sebuah lahan, mengairi, menyiangi, dan memanen. Ia bertemali dengan kekuatan alam lain di luar diri sang petani.

Sangiang Sri seperti yang termaktub dalam La Galigo atau Dewi Sri dalam mitologi Jawa adalah sebuah kekuatan gaib yang amat berpengaruh pada penanaman padi. Biji benih, kesuburan, dan keberkabahan dikaitkan dengan seberapa jauh kekuatan itu “turun tangan” ke dalamnya. Dalam konteks itu, kita mengenal berbagai ritual menyongsong, merawat, dan menyudahi proses penanaman padi.

Politik Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Pertanian

Beras, bagi petani, bukan hanya dilihat sebagai soal ekonomi untuk memenuhi kebutuhan kalori, protein, dan vitamin, tetapi juga merupakan tanaman firdaus yang memiliki kekuatan misterius untuk menguatkan lahir-batin. Sejumlah mitos menyatakan bahwa beras adalah “makanan Ilahiah” (rohaniah) yang dapat menimbulkan kekuatan, keberdayaan, dan mencegah kemalasan dalam meniti kehidupan sehari-hari.

Modernisasi pertanian (revolusi hijau) pada awal 70-an oleh negara yang didukung pemodal dan kaum terpelajar berupa intensifikasi menyebabkan tidak hanya perubahan jenis bibit padi dan perawatannya tetapi juga pandangan masyarakat terhadap padi dan seluruh yang berkaitan dengannya. Beras sebagai “makanan Ilahiah” dan proses produksi yang serba sakral (suci) menjadi makanan murni biologis yang profan (duniawi) dan diproduksi secara rasional tanpa kaitan dengan mahluk gaib dan upacara-upacara mistis.

PMII Cabang Tegal

Bukan hanya modernisasi, agama yang berwatak puritan (tekstualistik) berperan penting dalam mengubah religiusitas (sakralitas) pertanian. Praktik ritual pertanian yang juga amat penting dalam menjaga keimbangan mikrokosmos-makrokosmos justru dianggap menyimpang dari ajaran, bahkan sebagian kaum puritan ini memandangnya sebagai kufur dan musyrik. Dengan berbagai cara praktik-praktik ritual itu disirnakan yang menyebabkan dampak modernisasi di atas makin kuat dan terlegitimasi.

PMII Cabang Tegal

Praktik ritual menjelang tanam maupun pasca panen di sebagian daerah memang masih terselenggara, tetapi makna subtantif di dalamnya bisa dipastikan telah menghilang. Apalagi sejak ritual-ritual itu – dan ritual-ritual lain – sengaja diinvensi untuk kepentingan-kepentingan eksternal di luarnya seperti pariwisata. Sejak awal 80an, ritual pertanian yang tersisa berubah sebuah pertunjukan untuk ditonton oleh orang-orang di luar komunitas pemilik/pendukungnya.

Implikasi lebih lanjut adalah mengenai pandangan para petani terhadap tanah. Modernisasi pertanian dan pemurnian agama (dari nilai-nilai budaya lokal) perlahan mengusik dan akhirnya melenyapkan sakralitas tanah. Keyakinan petani bahwa tanah adalah suci, bagian tak terpisah dari diri manusia, dan sumber keberkahan berubah menjadi profan, duniawi semata. Dalam pandangan petani tempo dulu, mengeksploitasi, merusak, dan menodai tanah merupakan pantangan yang tak boleh dilanggar. Hubungan kultural-teologis antara manusia dan tanah menjadi lenyap bersama hilang/berubahnya ritual-ritual pertanian sebagai penanda hubungan tersebut.  

Sebaliknya, kini, para petani umumnya menganggap, seperti dianjurkan modernitas dan puritanisme, bahwa tanah hanyalah sebuah hamparan bumi yang dieksploitasi sepenuhnya untuk manusia, sesuatu yang profan, dan tidak ada kaitan teologis maupun kultural dengan manusia. Hubungan manusia dan tanah adalah hubungan temporer, penuh kesementaraan, dan tidak ajeg.

Dalam konteks seperti itu, monopoli negara atas tanah dapat diundangkan dan praktik-praktik penggusuran atau pemisahan tanah dari pemiliknya turun-temurun menjadi hal yang wajar, legal, dan dianggap bukan persoalan. Demikian pula wajar jika keteguhan dan kegigihan mempertahankan bukanlah soal teologis dan kultural tetapi murni ekonomi dan politik yang rawan konflik.

Bisri Effendy adalah budayawan, mantan peneliti LIPI         

    

        

      

    

    

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Maret 2018

NU Subang, Makin Dikenal, Dicintai dan Dibutuhkan

Subang, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang sedang giat menunjukkan eksistensi jam’iyyah yang didirikan para ulama tahun 1926 tersebut dengan motto "NU makin dikenal, dicintai, dan dibutuhkan masyarakat."

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Subang KH Musyfiq Amrullah, untuk mencapai tersebut dimulai dengan pembenahan organisasi mulai dari MWC hingga ranting-ranting.

NU Subang, Makin Dikenal, Dicintai dan Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Subang, Makin Dikenal, Dicintai dan Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Subang, Makin Dikenal, Dicintai dan Dibutuhkan

Pihaknya juga merapatkan barisan di antara pengurus NU dengan mengadakan Majelis Rabuan, pertemuan yang digelar setiap hari Rabu, tiap seminggu sekali. Tujuannya untuk saling bertukar pikiran antara Banom, lajnah, dan lembaga NU Subang.

PMII Cabang Tegal

“Mereka sudah tahu semua, IPNU, Ansor, Fatayat, IPPNU, mereka kemudian sering berkoordinasi dengan kita. Kegiatan-kegiatan kita sejalur dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Kiai Musyfiq.

PMII Cabang Tegal

Menurut Kiai pengasuh Pesantren At-Tawazun ini, NU Subang sering mengadakan kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat, misalnya dengan menyelenggarakan Yaumul Ijtima’.

“Yaumul Ijtima’ ini digelar secara periodik tiap bulan. Selain ceramah, sering diadakan bahsul masail. Tempatnya pindah-pindah dari satu MWC ke MWC lain. Biasanya dilaksanakan di masjid-masjid dan pesantren-pesantren."

Yang sudah kita lakukan antara lain, sambung Ketua PCNU yang terpilih tahun 2008, Pesantren Al-Istiqomah, Cisalak, Pesantren Al-hidayah di Pagaden Barat, di As-Salfiyah di Pantura, di SMP NU Gofarona, Pesantren At-Tawazun, sisanya di masjid-masjid.

“Yaumul Ijtima’ yang dibarengi tabligh akbar biasanya dihadiri tidak kurang seribu orang,” ujarnya.

Pihaknya juga mengadakan pelatihan-pelatihan seperti kader khotib dan mubaligh, kepemimpinan, perekonomian dan pemberdayaan umat, hingga masalah hukum.

PCNU Subang juga menjalin hubungan silaturahim dengan pemerintah dan ormas-ormas lain. “Kita pernah mengadakan protes Perda miras bersama ormas-ormas lain. Dan selama ini tidak ada semacam gesekan.”

Kiai Musyfiq menambahkan, hubungan dengan kalangan non-Muslim juga pernah dilakukan; seperti yang dilakukan GP Ansor Subang yang menjaga gereja ketika kalangan Kristiani merayakan Natalan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Humor Islam PMII Cabang Tegal

Rabu, 28 Februari 2018

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen

Jakarta, NU Onilne. Islam Nusantara mempunyai karakter yang khas, yakni tidak homogen. Umat Islam mempraktikkan ajaran dalam bentuk yang berbeda-beda. Nilai-nilai Islam mewujud dalam bermacam-macam tradisi yang diamalkan dari waktu ke waktu.

“Jawa Tengah dan Jawa Timur saja berbeda. Apalagi sampai ke Kalimantan dan Sulawesi,” kata sejarawan pesantren Zainul Milal Bizawie dalam diskusi Islam Nusantara di kampus utama STAINU Jakarta di kawasan Matraman Jakarta Pusat, Jum’at (8/5). Diskusi rutin ini diikuti para dosen dan pimpinan STAINU Jakarta.

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen (Sumber Gambar : Nu Online)
Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen (Sumber Gambar : Nu Online)

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen

Menurutnya, tradisi keagamaan yang berbeda itu tidak perlu diseragamkan. “Kalau diseragamkan ya jadinya kayak Arab Saudi,” kata penulis buku “Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad” serta “Syekh Mutamakkin” itu.

PMII Cabang Tegal

STAINU Jakarta merupakan kampus yang pertama memelopori kajian Islam Nusantara. Dalam kesempatan itu, Milal mengingatkan, Islam Nusantara di STAINU bukan sekedar obyek penelitian. Sebaliknya, Islam Nusantara menjadi subyek atau semacam pisau analisa untuk mengamati dan menilai berbagai praktik keagamaan di luar.

PMII Cabang Tegal

Milal menambahkan, salah satu karakter Islam Nusantara dalam hal keilmuan seperti dipraktikkan di pesantren adalah prosesi pembaiatan. Ini berkaitan dengan sanad keilmuan dan pertanggungjawaban moral atas ilmu yang didapatkan.

Selain itu, Islam Nusantara mengenal konsep berkah atau barokah, dalam pengertian hubungan guru dan murid tidak berlangsung secara intelektual, tetapi juga spiritual. “Barokah inilah yang sekarang dihilangkan dari dunia akademis,” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Humor Islam, Pondok Pesantren PMII Cabang Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) atau asosiasi tarekat NU Kabupaten Sumedang melalui sayap organisasinya Majelis Nurul Burhan menggelar kegiatan ijazah kubro manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani, Rabu (26/9) malam.

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Kegiatan yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini diikuti oleh pengurus NU, santri, dan masyarakat umum. Ijazah berarti pemberian sanad keilmuan yang lazim dilakukan di kalangan pesantren atau dunia tarekat.

Pemberi ijazah manaqib pada kesempatan itu ialah Habib Syarif Ahmad Mutholib,  putra Habib Hud Muhammad bin Yahya dari Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Kitab manaqib yang diijazahkan adalah Nurul Burhan. Kitab ini berisi sejarah perjalanan hidup Syekh Abdul Qodir al-Jailani.

Selain kitab Nurul Burhan, Habib Syarif juga mengijazahkan kitab dzikir Ya Hadiyyu. Kitab Ya Hadiyyu merupakan kitab ringkasan dari kitab manaqib Nurul Burhan.

Ketua Majlis Nurul Burhan, Asep Munawar mengatakan bahwa kegiatan ijazah ini merupakan program Majelis Nurul Burhan yang dilaksanakan setiap tahun. Ijazah malam ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Aula PCNU Sumedang. 

PMII Cabang Tegal

Sementara Ketua PCNU Sumedang, Sadulloh, memaparkan bahwa PCNU Sumedang telah memprakarsai kegiatan ijazah manaqib kubro ini. Ijazah pertama yang dilaksanakan di Sumedang bertempat di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah pada tahun 2014. Setelah itu baru dibentuk pengurus baru lembaga Jatman NU Sumedang dan diikuti juga dengan pembentukan organisasi sayap jatman NU Sumedang yang bernama Majelis Nurul Burhan. 

Mulai dari sana pembacaan manaqib dan dzikir kitab Ya Hadiyyu di Sumedang terus istiqamah dan mulai semarak, lanjut Sadulloh. "Pengurus PCNU Sumedang akan terus mendorong kegiatan ini karena kami menyadari bahwa ruh NU ada di dua badan otonom NU, yaitu Jatman NU dan JQH NU. Dua lembaga ini mewadahi orang ahli dzikir dan ahli Quran. Kalau dua lembaga ini tidak hidup maka akan kelihatan NU-nya juga tidak akan hidup," ujarnya.

Oleh karena itu, PCNU Sumedang mendorong dua badan otonom ini untuk terus membentuk kepengurusan sampai ke tingkat ranting. Kalau pengurus rantingnya sudah terbentuk maka kegiatan manaqib dan dzikir akan semakin semarak, kata Sadulloh. 

"Semoga kegiatan ijazah ini kedepanya selalu istiqomah terlaksana setiap tahunnya. Mohon kepada pengurus NU supaya lebih masif lagi dalam mendorong warga NU untuk mengikuti ijazah manaqib ini. Harapan kedepannya acara manaqib di Sumedang bisa terlaksana di setiap desa atau ranting secara serentak," tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib) 

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Daerah, Kyai PMII Cabang Tegal

PBNU Nilai Demokrasi Sangat Terkait Sistem Budaya

Medan, PMII Cabang Tegal

Demokrasi bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan sangat terkait dengan sistem budaya, tradisi, hukum, dan norma yang ada di masyarakat, termasuk agama yang dipeluk oleh mayoritas masyarakat. 

"Kehadiran demokrasi di Indonesia ini, diharapkan mampu menjamin ketertiban kehidupan, menjamin kesataraan, menciptakan keadilan dan kesejahteraan yang dicita-citakan oleh agama," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj di Medan, Selasa.

PBNU Nilai Demokrasi Sangat Terkait Sistem Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Nilai Demokrasi Sangat Terkait Sistem Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Nilai Demokrasi Sangat Terkait Sistem Budaya

PMII Cabang Tegal

Orasi Ilmiah tersebut, disampaikannya pada Dies Natalis Ke-61 Universitas Sumatera Utara yang diselenggarakan di Medan.

Namun demikian, katanya, perlu diingat bahwa demokrasi sebagai suatu sarana atau alat bisa digunakan oleh siapa saja sesuai dengan tujuannya.

PMII Cabang Tegal

Bagi rezim otoriter demokrasi bisa digunakan sebagai sarana penyerahan mandat rakyat pada penguasa, sehingga tidak ada lagi hak bagi rakyat.

Demikian juga dalam masyarakat liberal kapitalis, demokrasi merupakan alat penting untuk ekspansi modal dan persaingan pasar, bahkan pemerintah menjadi alat bagi akumulasi modal.

"Demokrasi hanya menjadi alat pemilik modal, untuk merebut hak-hak rakyat dalam memperoleh kesejahteraan dan keadilan," ucap dia.

Said Aqil menyebutkan, demokrasi berkembang pesat sejak dilaksanakan reformasi yang dilanjutkan dengan amendemen Undang-Undang Dasar 1945, yang diteruskan dengan pengesahan berbagai UU tersebut.

Sebagai perwujudan dan cita-cita pelaksanaan demokrasi dalam semua sektor kehidupan, karena itu terus menerus dijalankan.

Tetapi, ironisnya, yang dikembangkan bukan demokrasi sebagaimana digariskan oleh Pancasila, melainkan demokrasi liberal yang bebas hampir tanpa batas.

Atas nama demokrasi pula, opsi perubahan dasar dan bentuk negara sebagai diam-diam dibuka lagi.Sehingga muncul berbagai gerakan yang menawarkan ideologi baru di luar pagar Pancasila dan UUD 1945.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita

Dalam tradisi Nusantara sebagaimana diajarkan oleh para ulama kita, pada saat akad nikah, ada tradisi mempertemukan mempelai pria dengan mempelai wanita. Biasanya prosesi ini dilakukan setelah akad nikah selesai. Tradisi mempertemukan ini merupakan pertanda bahwa sejak saat itu, mempelai wanita telah halal bagi mempelai pria, begitu pun sebaliknya.

Bukan hanya dipertemukan, namun kedua pasangan tersebut juga didoakan agar menjadi pasangan yang baik dan penuh berkah.

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita

Dikutip dari karya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr (Surabaya: Kharisma, 1998), hal. 284, berikut ini adalah doa yang sepatutnya diucapkan bagi pasangan pengantin yang baru saja dipertemukan. Doa tersebut ialah:

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibihi. Allahumma innî as`aluka khairahâ wa khaira mâ jabaltahâ ‘alaihi wa a’ûdzu bika min syarrihâ wa min syarri ma jabaltahâ ‘alaihi

“(Semoga) Allah memberkahi masing-masing dari kita dengan pasangannya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan pasangannya, dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan pasangannya.”

PMII Cabang Tegal

Demikian, semoga bermanfaat. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Hati-hati Terjerumus Tiga "F"!

Grobogan, PMII Cabang Tegal. Di zaman sekarang umat Islam harus lebih berhati-hati dan menjaga keluarga dari pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Anak-anak kita perlu pendapat pemantauan supaya tak terjerumus ke dalam efek negatif 3 F, yakni food (makanan), film dan fashion (mode pakaian).

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’any, KH. Abdul Karim asal Solo saat memeberikan tausiyah kepada para pengunjung saat memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-88 di terminal Angkudes, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (6/2) malam.

Hati-hati Terjerumus Tiga F! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati Terjerumus Tiga F! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati Terjerumus Tiga "F"!

Pertama, food (makanan). Di era globalisasi zaman akhir, manusia tak lagi memperhatikan terhadap apa yang ia makan, acuh mengenai halal-haram suatu makanan. Padahal, makanan sangat berpengaruh sekali bagi kesehatan dhahir, terlebih kesehatan batin.

PMII Cabang Tegal

Kedua, film. Berbagai kemudahan mengakses jaringan informasi dapat memberikan dampak yang buruk terhadap perkembangan otak anak. Seseorang harus mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Ketika orang tua lalai dalam mengontrol dan memantau keseharian anak, maka bisa mengakibatkan runtuhnya akhlak si anak tersebut.

PMII Cabang Tegal

“Jikalau di HP anak-anak kalian ada video dan gambar habib syekh dan para ulama, berarti slamet dari propaganda non-Islam. Sebaliknya, jikalau di dalam HP anak-anak panjenengan terdapat video dan gambar artis, ini perlu segera diobati dan dikawal ketat supaya selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.

Sedangkan yang ketiga adalah fashion (mode pakaian). Banyak wanita yang mengumbar aurat di sana-sini dan memerkan hal yang sangat sentisitif bagi umumnya orang.

“Dengan wasilah shalawat malam hari ini, semoga kita mendapatkan berkah dan dilindungi dari hal negatif yang tidak diridhoi oleh Allah,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, RMI NU, AlaSantri PMII Cabang Tegal

KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat

Bogor, PMII Cabang Tegal

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Majelis Ulama (MUI) Jawa Barat KH Hafidz Utsman mengakui adanya upaya-upaya pihak tertentu untuk memecahbelah umat Islam dan menciptakan instabilitas negara dengan memanfaatkan perbedaan pandangan agama dalam masyarakat.



KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat

"Aksi-aksi anarkis yang dilakukan masyarakat terhadap pengikut aliran sesat merupakan upaya provokasi pihak tertentu untuk mengganggu keamanan negara," katanya usai memberikan pengarahan dalam apel siaga Danramil di lingkup Korem 061/Suryakencana, Babinsa dan pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) se-Bogor, Sukabumi, dan Cianjur di Bogor, Kamis (27/12).

"Aksi-aksi semacam itu bukan hanya untuk memecahbelah umat Islam, tapi lebih jauh lagi untuk mengganggu keamanan negara dan menciptakan instabilitas," kata Kiai Hafidz Usman.

PMII Cabang Tegal

Namun, ia tidak menjelaskan lebih jauh kelompok yang menginginkan ketidakstabilan keamanan di Indonesia, apakah dari dalam atau luar negeri.

PMII Cabang Tegal

Terkait aksi perusakan terhadap masjid milik pengikut aliran Ahmadiyah, ia mengatakan, aksi semacam itu tidak boleh dilakukan. "Kita harus mengajak mereka (pengikut aliran Ahmadiyah) untuk kembali ke jalan yang benar dengan cara baik-baik," katanya.

Di hadapan ratusan anggota Danramil Suryakencana dan pengurus DKM, ia mengimbau para tokoh agama dan ustadz untuk menghargai perbedaan yang ada dan tidak serta merta mencap pengikut aliran yang dianggap menyimpang sebagai kafir.

Kiai Hafidz juga mengimbau masyarakat agar menyikapi munculnya aliran-aliran sesat secara proporsional dan menegaskan kembali bahwa warga tidak mempunyai wewenang untuk melakukan eksekusi hukum atas keberadaan aliran sesat tersebut. "Kita ini negara hukum, jadi aparat hukum yang berwenang menindak," katanya.

Ia memberikan contoh, di masa Nabi Muhammad SAW, penindakan atas aliran yang menyimpang dari ajaran Islam diambil setelah melalui proses pendekatan. Hukuman pancung barulah diambil setelah mereka tetap tidak mau mengikuti ajaran yang benar.

"Dalam kasus Ahmadiyah, MUI masih terus melakukan pembinaan terhadap para pengikut aliran tersebut, sementara proses hukum juga terus berjalan," katanya.

Seperti diberitakan, Masjid Al-Istiqomah milik jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pekan lalu dirusak sekelompok orang bercadar mirip "Ninja".

Seluruh kaca masjid berlantai dua tersebut hancur, sebagian genteng masjid pecah terkena lemparan batu. Perusakan disertai pembakaran itu juga menyebabkan sebagian dinding triplek pembatas ruang kelas dan seluruh rak buku pada ruangan terbakar.

Sebelumnya, aksi pengrusakan sejumlah rumah serta tempat ibadah milik pengikut Ahmadiyah juga terjadi di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (18/12).

Aksi itu, kemudian diikuti dengan penghancuran kaca jendela serta genteng tempat ibadah pengikut Ahmadiyah oleh sejumlah massa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/12) lalu. (ant/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

NU Belanda Prihatin Menguatnya Intoleransi di Barat

Den Haag, PMII Cabang Tegal - Belakangan ini ideologi populisme berbasis sentimen primordial kian menguat di berbagai penjuru dunia, termasuk di negara-negara dengan tradisi demokrasi dan hak-hak sipil yang kuat. Di benua Amerika Utara, tiga peristiwa penting yang baru-baru ini terjadi menggambarkan hal tersebut: kebijakan Presiden Trump mencegah warga negara dari tujuh negara Muslim masuk ke wilayah negara USA, pembakaran masjid di Texasm USA, dan penembakan membabi buta jamaah yang sedang shalat di sebuah masjid di Quebec, Kanada.

Seperti ditunjukkan oleh tiga peristiwa tersebut, populisme berbasis sentimen primordial telah berimbas pada menguatnya sikap intoleransi pada kelompok minoritas dan tindakan permusuhan terhadap para migran. Sayangnya, gejala semacam ini sekarang juga mulai merebak di Tanah Air.

NU Belanda Prihatin Menguatnya Intoleransi di Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Belanda Prihatin Menguatnya Intoleransi di Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Belanda Prihatin Menguatnya Intoleransi di Barat

Fenomena semacam di atas menjadi keprihatinan dan bahan refleksi dalam tasyakuran peringatan Harlah Nahdlatul Ulama ke-91 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Belanda belum lama (30/01). Acara ini berlangsung di kediaman KH Ade Syihabuddin, Syuriah PCINU Belanda di Den Haag, Belanda. Hadir dalam acara ini jajaran PCINU Belanda, warga Nahdliyin maupun para pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi lanjut di Belanda.

“Kami sangat menyesalkan aksi intoleran dan kekerasan yang bermotif sentimen primordialisme di berbagai belahan dunia. PCINU Belanda menyikapi serius kejadian semacam ini. Untuk itu, kami kini sedang merancang kegiatan untuk mempromosikan Islam Nusantara sebagai Islam yang moderat di Indonesia,” kata M. Shohibuddin, Katib Syuriyah PCINU Belanda.

PMII Cabang Tegal

“Pada saat yang sama, kami juga menyadari bahwa gejala yang sama sekarang juga merebak di Tanah Air. Hal ini tentu harus menjadi bahan refleksi dan pemikiran-ulang bagi umat Islam di Indonesia, khususnya kalangan Nahdliyin,” jelasnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama, Fachrizal Afandi, Ketua Tanfidziyah PCINU Belanda menyatakan tugas PCINU sebagai duta NU di luar negeri semakin berat dan menantang. Untuk itu, pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCINU Belanda yang kedua pada Maret 2017 mendatang akan dijadikan momentum untuk mempromosikan Islam Nusantara ke publik Barat.

PMII Cabang Tegal

“Islam Nusantara harus dipromosikan sebagai sumbangan Muslim Indonesia kepada tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis. Islam Nusantara harus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dalam rangka menghilangkan Islamophobia di Dunia Barat,” kata kandidat Doktor di Leiden University ini menambahkan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tegal PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock